EURUSD masih berada di bawah tekanan karena pasar kembali meningkatkan ekspektasi terhadap kebijakan moneter AS yang lebih ketat akibat kenaikan harga minyak dan risiko inflasi.
Coca-Cola menjadi salah satu saham consumer staples yang relatif menarik di tengah tekanan terhadap sektor konsumsi, karena perusahaan dinilai lebih defensif dibanding sejumlah perusahaan makanan dan minuman lainnya
Harga WTI kembali menguat seiring Brent menembus US$100 per barel akibat meningkatnya risiko gangguan pasokan energi dari konflik Timur Tengah, termasuk ketegangan di sekitar jalur pelayaran
Pada Time Frame Daily, saat ini harga berpotensi bergerak naik membentuk pola double bottom, dan bergerak naik ke resistance level terdekat diharga 4479 hingga 4510.
Indeks dolar AS pulih dari level terendah dalam 2,5 minggu dan berakhir pada hari Rabu, terdukung kenaikan harga minyak.
Untuk rekomendasi harian Hang Seng hari ini, terlebih dahulu melihat perdagangan sesi Rabu lalu yang ditutup melemah tipis 0,17 persen ke level 25.274,96
Bursa Saham Wall Street pada penutupan pasar hari Rabu waktu AS (9 September 2026) berakhir melemah, memperpanjang tren koreksi selama tiga hari perdagangan berturut-turut.
Bursa saham Amerika Serikat (AS) ditutup melemah pada perdagangan Rabu (9/9/2026). Tekanan datang dari lonjakan harga minyak mentah yang menembus US$ 100 per barel serta kenaikan imbal hasil obligasi pemerintah AS menjelang rilis data inflasi.
Pasar keuangan dalam negeri ditutup beragam. Bursa saham dan obligasi ditutup menguat sementara rupiah bergerak melemah.
Kombinasi jatuhnya bursa saham New York serta lonjakan harga energi global menjadi beban ganda bagi pasar saham Jepang. Indeks Nikkei 225 hari ini, Kamis, 10 September 2026