Harga minyak mentah bergerak naik tipis pada perdagangan Jumat (2/10/2026), setelah China membatasi ekspor bahan bakar dan muncul laporan Amerika Serikat (AS) akan menambah pasukan serta kapal induk ke Timur Tengah.
Sejumlah pejabat senior Federal Reserve (The Fed) memberikan sinyal bahwa bank sentral Amerika Serikat (AS) tidak perlu terburu-buru menaikkan suku bunga pada pertemuan kebijakan akhir Oktober.
Cari kursus trading forex langsung di Pontianak? Temukan panduan memilih tempat edukasi terbaik, materi wajib, dan rekomendasi aplikasi trading terpercaya.
Harga minyak mentah dunia melemah sekitar 1% pada Kamis (1/10/2026), setelah pemulihan ekspor minyak dari kawasan Teluk dan kenaikan tak terduga persediaan minyak mentah Amerika Serikat (AS) meredakan kekhawatiran pasar terhadap pasokan.
Bursa saham Asia bergerak terbatas pada perdagangan Kamis (1/10/2026), sementara pasar obligasi global masih berada di bawah tekanan setelah mengalami September yang berat.
Temukan panduan memilih kelas trading forex di Manado agar tidak salah strategi, percaya diri menghadapi market dan rekomendasi platform trading terbaik.
Dow Jones masih berpotensi mengalami tekanan karena yield Treasury jangka panjang berada di level tinggi, sementara kekhawatiran terhadap inflasi akibat kenaikan harga minyak dapat membatasi ekspektasi pelonggaran kebijakan Fed.
S&P 500 berpotensi melakukan rebound setelah tekanan sebelumnya, didukung oleh turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga Fed setelah data PCE yang lebih rendah dari perkiraan.
XAUUSD berpotensi mendapatkan dorongan dari turunnya ekspektasi kenaikan suku bunga The Fed pada Oktober setelah data PCE AS lebih rendah dari perkiraan.
Nilai tukar rupiah di pasar spot terus melemah hingga perdagangan tengah hari ini. Kamis (1/10/2026), rupiah spot berada di level Rp 17.944 per dolar AS.