English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Mencari ‘Alpha’ di Crypto Saat Bearish, Bisakah?

Ocky Satria · 1.5M Views

Mencari ‘Alpha’ di Crypto Saat Bearish, Bisakah?

Dalam dunia investasi modern, istilah “alpha” sering kali menjadi target utama bagi investor dan trader profesional. Alpha mencerminkan keunggulan, yakni kelebihan return yang dihasilkan dibandingkan kinerja pasar umum.

Namun, ketika kita memasuki dunia kripto yang penuh volatilitas dan hype, muncul satu pertanyaan besar: bisakah kita benar-benar mencari dan menemukan alpha di pasar crypto?

Berikut informasi lengkap terkait alpha, membandingkannya dengan beta dan smart beta, menelaah tantangan yang dihadapi investor kripto, serta mengevaluasi alternatif pencarian alpha di aset lainnya seperti forex dan saham AS.

Apa Itu Alpha dalam Dunia Investasi?

Alpha (α) adalah angka yang menunjukkan selisih antara keuntungan riil sebuah portofolio dengan keuntungan yang diharapkan berdasarkan risiko pasarnya. Alpha sering disebut sebagai "Excess Return" (keuntungan berlebih).

Alpha (α) merupakan bukti bahwa strategi investasi Anda mampu mengalahkan rata-rata pasar. Dimana jika indeks acuan (seperti IHSG atau S&P 500) tumbuh 10% dalam setahun, namun portofolio Anda tumbuh 15%, maka Anda memiliki Alpha positif sebesar 5%.

Sedangkan Alpha Negatif, jika Anda hanya menghasilkan 7% saat pasar tumbuh 10%, Alpha Anda adalah -3%, yang menunjukkan bahwa strategi Anda berkinerja buruk (underperform).

Baca juga: Altcoin dan Forex: Apa Hubungan Keduanya dalam Dunia Trading Modern?

tergulasi bappebti & ojk

Alpha dalam Dunia Investasi Tradisional

Pada pasar modal tradisional (saham dan obligasi), mencapai Alpha dianggap sebagai sebuah pencapaian yang sulit karena pasar cenderung efisien. Alpha di dunia ini biasanya dicapai melalui:

  • Analisis Fundamental: Membedah laporan keuangan untuk menemukan saham yang "salah harga" (undervalued).
  • Value Investing: Strategi membeli perusahaan berkualitas di harga murah dan menunggu pasar menyadari nilai aslinya.
  • Analisis Kuantitatif: Menggunakan model matematika dan algoritma untuk menemukan pola kecil yang tidak terlihat oleh manusia.
  • Market Timing: Keputusan strategis kapan harus masuk atau keluar dari pasar berdasarkan siklus ekonomi.

Alpha di Dunia Aset Digital (Crypto & DeFi)

Pasar aset digital menawarkan dinamika yang sangat berbeda bagi pemburu Alpha. Karena pasar ini masih relatif muda, ketidakefisian sering terjadi, yang berarti peluang mendapatkan Alpha jauh lebih besar namun dengan risiko yang sangat tinggi.

Karakteristik

Alpha di Pasar Tradisional

Alpha di Pasar Kripto

Sumber Utama

Laporan keuangan & Makro ekonomi.

Inovasi protokol, likuiditas, & adopsi komunitas.

Kecepatan

Terbentuk dalam hitungan bulan/tahun.

Bisa tercipta (dan lenyap) dalam hitungan hari/jam.

Efisiensi Pasar

Tinggi (informasi tersebar merata).

Rendah (banyak informasi asimetris).

Risiko Manipulasi

Rendah (regulasi ketat).

Tinggi (wash trading, pump & dump).

Di dunia kripto, Alpha bisa ditemukan melalui partisipasi awal dalam protokol baru (Early Access), mekanisme yield farming di sektor DeFi, hingga kemampuan menyaring sinyal asli di tengah kebisingan (noise) media sosial.

Tantangan dalam Mempertahankan Alpha

Satu hal yang perlu diingat oleh setiap investor adalah bahwa Alpha bukanlah sesuatu yang statis.

  • Degradasi Alpha: Begitu sebuah strategi yang menghasilkan Alpha diketahui oleh banyak orang, strategi tersebut akan menjadi standar baru (menjadi Beta), dan potensi keuntungannya akan menurun.
  • Faktor Biaya: Alpha sering kali tergerus oleh biaya transaksi tinggi, komisi broker, atau pajak. Oleh karena itu, investor harus menghitung Net Alpha (keuntungan bersih setelah biaya).

Baca juga: Apakah Dupoin Platform Trading Crypto di Indonesia

trading forex mulai dari 0.01 lot

Perbedaan Antara Alpha, Beta, dan Smart Beta

Performa sebuah investasi tidak diukur secara tunggal, melainkan melalui perbandingan terhadap risiko dan pasar secara keseluruhan. Memahami perbedaan ketiganya akan membantu Anda menentukan apakah Anda adalah tipe investor yang ingin "mengikuti arus" atau "mengalahkan arus". Berikut perbedaan antara aset Alpha, Beta, dan Smart Beta yang perlu diketahui:

Apa Itu Beta (β)?

Beta adalah ukuran volatilitas atau risiko sistematis dari suatu aset terhadap pasar secara keseluruhan. Beta memberitahu Anda seberapa besar sebuah aset akan bergerak jika indeks acuan (seperti S&P 500 atau IHSG) bergerak.

  • Beta = 1: Pergerakan aset identik dengan pasar. Jika pasar naik 10%, aset naik 10%.
  • Beta > 1: Aset lebih volatil dari pasar. Misalnya, aset dengan Beta 1.5 akan naik 15% jika pasar naik 10%, namun juga akan turun 15% jika pasar turun 10%.
  • Beta < 1: Aset lebih stabil dan kurang berisiko dibanding rata-rata pasar. Contohnya adalah saham sektor konsumsi atau utilitas.

Apa Itu Smart Beta?

Smart Beta adalah strategi yang mencoba memperbaiki kelemahan dari investasi pasif tradisional. Dalam indeks tradisional (seperti Beta), bobot aset biasanya ditentukan berdasarkan kapitalisasi pasar (semakin besar perusahaan, semakin besar bobotnya).

Smart Beta mendobrak aturan ini dengan menyusun portofolio berdasarkan faktor-faktor spesifik:

  • Volatilitas Rendah: Memberikan bobot lebih besar pada aset yang pergerakannya paling stabil.
  • Value: Fokus pada aset yang harganya murah dibandingkan nilai bukunya.
  • Momentum: Fokus pada aset yang sedang dalam tren naik kuat.
  • Quality: Fokus pada perusahaan dengan profitabilitas tinggi dan utang rendah.

Fitur

Beta (Pasif)

Smart Beta (Hibrida)

Alpha (Aktif)

Tujuan

Menyamai kinerja pasar.

Memperbaiki profil risiko pasar.

Mengalahkan kinerja pasar.

Strategi

Berdasarkan kapitalisasi pasar.

Berdasarkan faktor (Momentum, Value, dll).

Berdasarkan riset dan keputusan aktif.

Biaya

Sangat Rendah.

Moderat.

Tinggi (Management Fee).

Risiko

Risiko Pasar.

Risiko Faktor.

Risiko Strategi/Manajer.

Baca juga: Crypto Crash Oktober 2025 vs Rumor Alt Season Segera Tiba?

Relevansi Beta dan Smart Beta untuk Investor Crypto

Di pasar kripto, memahami konsep-konsep ini menjadi sangat krusial karena karakteristik pasarnya yang unik:

  • Dominasi Beta Bitcoin

Hampir seluruh aset kripto memiliki Beta yang sangat tinggi terhadap Bitcoin. Artinya, ketika Bitcoin mengalami koreksi, mayoritas altcoins akan ikut turun, bahkan dengan persentase yang lebih dalam. Investor yang hanya memegang berbagai jenis koin tanpa melihat korelasi sebenarnya hanya terpapar pada satu jenis Beta saja.

  • Peluang Smart Beta di Kripto

Meskipun masih jarang, strategi Smart Beta mulai dilirik oleh institusi kripto. Contoh penerapannya:

    • Equal Weighting:Daripada memberi bobot besar pada koin dengan kapitalisasi pasar raksasa, investor memberi bobot yang sama pada 10 koin teratas untuk mengurangi ketergantungan pada satu aset.

    • Staking Yield Factor: Memberikan bobot lebih besar pada aset yang memberikan imbal hasil (staking) tertinggi sebagai faktor penyeimbang volatilitas.

  • Mengejar Alpha Melalui Smart Beta:

Pendekatan Smart Beta memberikan cara yang lebih sistematis untuk mendapatkan Alpha. Dengan mengatur portofolio berdasarkan momentum atau volume transaksi, trader bisa menyaring "noise" pasar dan menemukan aset yang benar-benar memiliki kekuatan fundamental untuk naik lebih tinggi dari Bitcoin.

Withdraw instant dengan 1 klik

Tantangan Mencari Alpha di Crypto

Meskipun peluangnya besar, mencari alpha di pasar kripto bukanlah perkara mudah. Ada sejumlah kendala signifikan yang harus dihadapi.

1. Volatilitas dan Noise Pasar

Pasar kripto beroperasi 24 jam sehari, 7 hari seminggu, tanpa ada batas harga atas atau bawah (seperti auto rejection di bursa saham). Hal ini menciptakan kondisi unik:

  • Sinyal Palsu: Pergerakan harga sering kali tidak didorong oleh nilai fundamental, melainkan oleh sentimen media sosial, cuitan tokoh berpengaruh, atau tren sesaat (FOMO). Ini menciptakan banyak "noise" (gangguan) yang membuat analisis teknikal maupun fundamental tradisional sering kali menjadi tidak relevan.
  • Risiko Emosional: Volatilitas yang sangat tinggi (bisa mencapai 20-50% dalam sehari) menguji ketahanan psikologis investor. Banyak investor gagal mempertahankan strategi Alpha mereka karena terjebak dalam kepanikan jual (panic selling) saat terjadi koreksi tajam sesaat.

2. Informasi Asimetris

Dalam pasar yang ideal, semua pelaku pasar memiliki akses yang sama terhadap informasi. Namun, di dunia kripto, terjadi informasi asimetris yang sangat tajam antara investor ritel dan pemain besar (Institusi/Whale).

  • Keunggulan On-Chain: Institusi besar menggunakan alat analisis canggih untuk memantau pergerakan dana di blockchain secara real-time. Mereka bisa melihat kapan "Whale" (pemilik dana besar) mulai memindahkan aset ke bursa untuk menjualnya, sementara investor ritel sering kali baru mengetahui hal tersebut setelah harga anjlok.
  • Akses Eksklusif: Informasi mengenai pengembangan protokol baru atau kemitraan strategis sering kali beredar di kalangan terbatas sebelum mencapai publik. Saat investor ritel mendengar beritanya, harga biasanya sudah naik tinggi, menyisakan sedikit ruang untuk Alpha.

3. Regulasi dan Likuiditas

Dua faktor ini adalah risiko sistemik yang dapat menghapus Alpha Anda dalam sekejap, terlepas dari seberapa hebat strategi trading Anda.

  • Ketidakpastian Hukum: Karena banyak aset kripto belum memiliki payung hukum yang jelas di berbagai negara, perubahan regulasi yang mendadak (seperti pelarangan di suatu wilayah) dapat memicu kejatuhan harga secara massal.
  • Ancaman Penipuan (Rug Pull): Di pasar yang kurang teregulasi, banyak proyek baru yang sengaja dibuat untuk menipu investor. Mereka menciptakan kesan "Alpha tinggi" untuk menarik dana, lalu tiba-tiba menarik semua likuiditas dan menghilang.
  • Slippage pada Likuiditas Rendah: Banyak token yang menjanjikan Alpha besar memiliki volume perdagangan yang kecil. Akibatnya, saat Anda ingin menjual aset tersebut, harga akan turun drastis karena tidak ada cukup pembeli (risiko slippage), sehingga keuntungan yang sudah Anda hitung di atas kertas tidak bisa direalisasikan sepenuhnya.

Baca juga: Jangan FOMO! Rencanakan Keuangan Sebelum Mulai Trading Saat Punya Utang

Strategi Nyata untuk Mencapai Alpha di Crypto

Mendapatkan Alpha di pasar kripto menuntut transisi dari sekadar "spekulasi" menjadi "eksekusi sistematis". Mengingat pasar ini bekerja 24/7 dengan data yang bersifat publik (on-chain), investor memiliki kesempatan unik untuk menggunakan strategi yang sebelumnya hanya tersedia bagi institusi besar. Berikut adalah tiga strategi utama yang terbukti efektif dalam memburu Alpha:

1. Arbitrase dan Event-Driven Trading

Strategi ini berfokus pada eksploitasi inefisiensi pasar sesaat.

  • Arbitrase Antar-Bursa: Karena pasar kripto terfragmentasi di ratusan bursa (exchange), harga satu aset (misalnya Bitcoin) bisa berbeda beberapa dolar antara satu platform dengan platform lainnya. Trader menggunakan bot otomatis untuk membeli di harga murah dan menjual di harga tinggi secara instan.
  • Listing & News Events: Pengumuman listing koin baru di bursa besar (seperti Binance atau Coinbase) atau adanya pembaruan teknologi (upgrade jaringan) biasanya memicu lonjakan harga yang signifikan. Alpha diraih dengan masuk lebih awal sebelum euforia publik mencapai puncaknya dan keluar saat likuiditas sedang tinggi-tingginya.

2. Analisis On-chain dan Sentimen Sosial

Kelebihan utama kripto adalah transparansi datanya. Segala hal terekam dalam blockchain.

  • Melacak Jejak Whale: Melalui alat seperti Whale Alert atau Nansen, investor bisa memantau jika dompet raksasa mulai memindahkan aset dalam jumlah besar. Jika Whale memindahkan koin dari bursa ke dompet pribadi (cold storage), itu adalah sinyal akumulasi (potensi harga naik). Sebaliknya, pengiriman koin ke bursa sering kali menandakan persiapan untuk menjual (potensi harga turun).
  • Analisis Sentimen: Kripto sangat digerakkan oleh komunitas. Menggunakan alat seperti LunarCrush atau Santiment, investor dapat mengukur volume sebutan (social mention) dan keterlibatan di media sosial. Peningkatan drastis dalam diskusi sosial yang dibarengi dengan harga yang masih stabil sering kali merupakan indikator awal (leading indicator) terjadinya lonjakan harga.

3. Teknologi AI dan Alat Kuantitatif

Di pasar secepat kripto, kecepatan manusia sudah tidak lagi mencukupi. Di sinilah peran kecerdasan buatan (AI) menjadi krusial.

  • Machine Learning: Algoritma AI dilatih untuk mengenali pola-pola harga yang sangat kompleks yang tidak terlihat oleh mata telanjang. AI bisa memproses ribuan data, mulai dari volume transaksi, korelasi antar-aset, hingga berita global dalam hitungan milidetik.
  • Trading Otomatis (Bot): Strategi kuantitatif memungkinkan pengambilan keputusan yang sepenuhnya objektif, bebas dari emosi seperti ketakutan atau keserakahan (Greed & Fear). Bot dapat mengeksekusi strategi Mean Reversion atau Trend Following secara disiplin tanpa henti, memastikan setiap peluang Alpha sekecil apa pun dapat ditangkap.

trading Demo Aman-min

Mungkinkah Alpha Lebih Realistis di Aset Lain? (Forex & US Stocks)

Mengingat kompleksitas pasar kripto, sebagian investor mempertimbangkan mencari alpha di aset lain yang lebih stabil.

Forex: Keunggulan Likuiditas dan Transparansi

Forex (Foreign Exchange) adalah pasar keuangan terbesar dengan volume harian lebih dari $7 triliun. Di sini, Alpha dicapai melalui pemahaman mendalam tentang ekonomi makro dan kebijakan moneter.

  • Efisiensi Pasar Tinggi: Karena likuiditas yang melimpah, harga forex cenderung sulit dimanipulasi oleh satu individu atau kelompok kecil (berbeda dengan koin kripto kapitalisasi kecil).
  • Analisis Fundamental yang Jelas: Alpha di forex sering kali berasal dari antisipasi perubahan suku bunga bank sentral (The Fed, ECB, BI). Investor yang mampu memprediksi arah kebijakan moneter sebelum pasar melakukan penyesuaian harga akan mendapatkan keuntungan Alpha yang besar.
  • Stabilitas Teknikal: Pola grafik pada forex cenderung lebih "patuh" pada aturan teknikal dibandingkan kripto karena partisipan pasarnya adalah bank-bank besar yang menggunakan algoritma standar.

Saham AS: Lingkungan Strategi Teruji

Pasar saham Amerika Serikat (Wall Street) adalah pusat dari hampir seluruh teori investasi modern. Mencari Alpha di sini adalah tantangan intelektual yang didukung oleh data yang sangat transparan.

  • Kekayaan Data (Big Data): Setiap perusahaan publik di AS wajib merilis laporan keuangan (10-K, 10-Q) secara detail. Investor dapat mengekstrak Alpha melalui analisis laporan keuangan yang lebih tajam daripada orang lain.
  • Value & Growth Investing: Strategi seperti yang dilakukan Warren Buffett adalah contoh nyata pencarian Alpha jangka panjang melalui pemilihan perusahaan yang memiliki keunggulan kompetitif (moat).
  • Regulasi Perlindungan Investor: SEC (Security and Exchange Commission) memberikan pengawasan ketat, meminimalkan risiko penipuan atau skema pump-and-dump yang sering menghancurkan potensi Alpha di pasar yang kurang teregulasi.

Membandingkan Risiko dan Potensi

Pasar crypto memang menawarkan return tinggi, tetapi juga membawa risiko besar. Sementara itu, forex dan saham memberikan peluang alpha dalam kerangka risiko yang lebih terkendali.

Instrumen

Potensi Alpha

Tingkat Risiko

Kendala Utama

Kripto

Sangat Tinggi

Sangat Tinggi

Manipulasi, Keamanan, Noise.

Forex

Moderat

Menengah

Leverage tinggi, Berita Makro.

Saham AS

Moderat - Tinggi

Menengah

Kompetisi dengan Institusi Besar.

Baca juga: 5 Cara Sukses 10x Lebih Cepat, Tahu Stop Loss dan Limit Order

Trading Pro-min

Dari Trader Crypto ke CFD: Evolusi Mencari Alpha

Banyak trader yang memulai perjalanan mereka di pasar kripto kini mulai bermigrasi atau memperluas portofolio mereka ke instrumen CFD. Evolusi ini bukan tanpa alasan; sering kali, setelah menghadapi volatilitas kripto yang "liar", trader menyadari bahwa Alpha yang berkualitas membutuhkan ekosistem yang lebih stabil, presisi, dan memiliki likuiditas yang lebih dalam.

Kenapa Beralih ke CFD? CFD memungkinkan trader mendapatkan keuntungan dari pergerakan harga tanpa harus memiliki aset dasar. Trader bisa mengambil posisi long maupun short dengan mudah dan cepat.

1. Fleksibilitas Dua Arah (Long & Short)

Dalam pasar kripto spot, investor sering kali terjebak dalam strategi "HODL" dan hanya bisa meraup untung saat harga naik.

  • Profit di Segala Kondisi: CFD memungkinkan Anda untuk mengambil posisi Short (jual) dengan semudah melakukan posisi Long (beli). Saat pasar global sedang mengalami tren turun atau krisis ekonomi, trader CFD justru melihatnya sebagai peluang emas untuk mencetak Alpha dari depresiasi harga.
  • Tanpa Kepemilikan Fisik: Anda tidak perlu pusing memikirkan wallet, kunci privat, atau risiko peretasan bursa. Anda hanya bertransaksi pada selisih harga aset dasarnya.

2. Leverage Terkontrol dan Efisiensi Modal

Salah satu daya tarik utama CFD adalah penggunaan leverage.

  • Magnifikasi Alpha: Dengan modal yang relatif kecil, Anda bisa mengontrol posisi yang lebih besar. Jika Anda memiliki strategi Alpha yang akurat dengan tingkat keberhasilan tinggi, leverage akan membantu melipatgandakan hasil tersebut.
  • Manajemen Margin: Pialang legal seperti Dupoin menyediakan alat manajemen risiko untuk memastikan leverage digunakan secara bijak, mencegah risiko kerugian yang melampaui kemampuan finansial nasabah.

 3. Diversifikasi Aset yang Luas

Alpha sering kali berpindah dari satu sektor ke sektor lain. Trader kripto yang beralih ke CFD mendapatkan akses instan ke:

  • Komoditas: Emas (XAU/USD) dan Minyak Bumi (Crude Oil) yang sering kali memiliki pola tren yang lebih jelas.
  • Indeks Saham: Seperti Nasdaq atau S&P 500, yang merupakan cerminan kesehatan ekonomi raksasa teknologi dunia.
  • Saham Global: Akses ke perusahaan multinasional tanpa harus membuka banyak akun di berbagai negara.

4. Presisi Eksekusi dan Likuiditas Tinggi

Dalam strategi Alpha yang mengandalkan momentum, kecepatan eksekusi adalah segalanya.

  • Minimal Slippage: Di pasar kripto, slippage (selisih harga order dan eksekusi) sering kali menghabiskan potensi profit Anda. Platform CFD yang terhubung dengan penyedia likuiditas global menawarkan eksekusi instan dalam hitungan milidetik.
  • Kepastian Harga: Anda mendapatkan harga yang lebih stabil dan transparan, yang sangat krusial bagi mereka yang menggunakan sistem trading algoritmik atau bot kuantitatif.

Dengan pendekatan yang disiplin, strategi yang berbasis data, serta pemilihan platform yang tepat, peluang mencetak alpha tetap terbuka. Terlebih lagi jika kita memperluas horizon ke aset lain seperti forex, saham, dan derivatif.

Baca juga: Staking Crypto Adalah: Cara Mudah Dapat Cuan Pasif dari Aset Digital

Mulai Perjalanan Investasi dan Cari Alpha Bersama Dupoin Futures

Jika Anda ingin memulai strategi investasi yang lebih sistematis dan terarah, kini saatnya bergabung dengan platform yang mendukung penuh perjalanan Anda. Dupoin Futures hadir dengan akses ke berbagai pasar global, fitur CFD profesional, dan alat analisis untuk membantu Anda menjelajahi peluang alpha dengan lebih percaya diri.

CTA Banner_Welcome Reward

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!