Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
English
Masuk
Daftar
0
Analisis PasarAnalisis Pasar

Analisis Pasar

Rekomendasi Harga Perak 4 November 2026 : Menantikan Hasil Pemilu Midterm AS dan Pergerakan Dolar AS

Vibiznews · 1 Tampilan

(Vibiznews – Commodity) Harga perak ditutup turun pada hari Selasa, 3 November 2026, tertekan penguatan dolar AS dan imbal hasil Treasury setelah data tenaga kerja AS yang lebih kuat dari perkiraan, di tengah ketidakpastian pemilu sela AS dan konflik Iran.

Harga perak spot ditutup turun 1,66% pada $49,80.

Harga perak berjangka AS kontrak Desember 2026 ditutup turun 2,23% pada $49,75.

Emas dan perak melemah pada sesi akhir AS karena data tenaga kerja AS yang lebih kuat mendorong imbal hasil naik pada hari pemilu. Dolar AS dan imbal hasil Treasury yang menguat menekan logam mulia setelah pemulihan singkat yang didorong turunnya harga minyak. Perak bergerak di kisaran $48,50-$50,99, dengan ayunan harian lebih dari 5% dari terendah ke tertinggi.

Pasar juga mencermati hasil pemilu sela AS, yaitu apakah Partai Republik pimpinan Presiden Trump mempertahankan kendali Kongres, serta sinyal yang saling bertentangan dalam negosiasi untuk mengakhiri konfrontasi dengan Iran. Ketegangan baru yang melibatkan Iran dan Selat Hormuz juga masih membayangi pasar.

Perak turun dibanding emas yang relatif stabil di sekitar $3.930, sehingga rasio emas terhadap perak naik ke sekitar 78,8. Kenaikan perak hari Senin yang kuat (sekitar 3%) sebagian terhapus pada hari Selasa, yang menunjukkan rebound masih rapuh. Dalam sekitar lima minggu, rasio itu melebar dari sekitar 69 menjadi hampir 79.

Pasar masih mempertimbangkan kemungkinan kenaikan suku bunga The Fed pada Desember, dan data ketenagakerjaan Oktober pada hari Jumat akan menjadi penentu utama. Pelaku pasar juga menantikan hasil pemilu sela dan data ekonomi AS lainnya pekan ini.

Analyst Vibiz Research Center memperkirakan untuk perdagangan selanjutnya, harga perak dapat teknikal rebound jika hasil pemilu tidak memicu gejolak di pasar obligasi, imbal hasil dan dolar AS melemah, serta harga minyak tetap rendah. Namun jika data ekonomi AS tetap kuat, ketegangan di Selat Hormuz berlanjut, dan ekspektasi kenaikan suku bunga Desember menguat, harga perak dapat melanjutkan penurunan.

Harga perak spot diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $48,65-$47,50. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $50,92-$52,04.

Harga perak berjangka AS diperkirakan bergerak dalam kisaran Support $48,61-$47,46. Namun jika naik, akan bergerak dalam kisaran Resistance $50,91-$52,06.