Bahasa Indonesia
Bahasa Indonesia
English
Masuk
Daftar
0
Program CSRProgram CSR

Program CSR

Dupoin Futures Dukung Literasi Anak di Kampung Dao Atas Melalui Program CSR Ngabuburead 2026

content-img

Jakarta, 7 Maret 2026 — PT Dupoin Futures Indonesia menyelenggarakan kegiatan Corporate Social Responsibility (CSR) bertajuk Ngabuburead 2026 yang berkolaborasi dengan komunitas literasi Umbrella Wisdom. Kegiatan ini dilaksanakan di Masjid Al-Ikhlas, Kampung Dao Atas, Jakarta Utara, dengan menghadirkan berbagai aktivitas edukatif untuk anak-anak setempat yang dilakukan saat waktu ngabuburit menjelang berbuka puasa.

Program ini menjadi wujud kepedulian perusahaan terhadap kondisi lingkungan Kampung Dao Atas yang masih menghadapi berbagai keterbatasan, terutama dalam hal kelayakan lingkungan serta akses terhadap fasilitas pendidikan bagi anak-anak di wilayah tersebut.

Kampung Dao Atas sendiri merupakan kawasan permukiman padat di wilayah Pademangan, Jakarta Utara. Sebagian besar warganya bekerja di sektor informal seperti pedagang kecil dan pekerja harian. Lingkungan tempat tinggal didominasi bangunan semi permanen dengan fasilitas yang terbatas, dan banyak keluarga tinggal di rumah kontrakan sederhana dengan ruang yang relatif sempit. Kondisi ini membuat anak-anak di lingkungan tersebut memiliki keterbatasan dalam mengakses ruang belajar maupun kegiatan edukatif.

Melihat kondisi tersebut, Dupoin Futures memilih Kampung Dao Atas sebagai lokasi pelaksanaan program CSR dengan tujuan menghadirkan pengalaman belajar yang menyenangkan sekaligus membuka akses pendidikan yang lebih luas bagi anak-anak setempat.

Sebanyak 45 anak berusia 3 hingga 12 tahun berpartisipasi dalam kegiatan ini. Beragam aktivitas dirancang untuk menumbuhkan minat belajar serta meningkatkan literasi anak, mulai dari membaca bersama, sesi pembelajaran interaktif, kelas kreatif, hingga permainan edukatif.

Dalam pelaksanaannya, Dupoin Futures bekerja sama dengan para relawan dari Umbrella Wisdom yang berperan sebagai kakak relawan atau kakak pengajar. Mereka mendampingi anak-anak dalam setiap kegiatan belajar sehingga proses pembelajaran terasa lebih menyenangkan dan interaktif.

Umbrella Wisdom sendiri merupakan komunitas pendidikan anak yang berdiri sejak tahun 2011. Komunitas ini berfokus pada penyediaan akses pendidikan bagi anak-anak prasejahtera melalui kegiatan belajar berbasis relawan yang interaktif. Saat ini, Umbrella Wisdom membina lebih dari 60 anak berusia 3 hingga 15 tahun dengan dukungan lebih dari 151 relawan aktif yang terlibat dalam berbagai kegiatan pendidikan dan pengabdian masyarakat.

Head of Marketing Dupoin Futures, Taufan, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pendidikan dan literasi anak.

Ketua Komunitas Umbrella Wisdom, Muhammad Fauzi, juga menyampaikan apresiasinya atas partisipasi Dupoin Futures dalam kegiatan tersebut. Ia menilai kolaborasi ini memberikan pengalaman belajar yang berharga bagi anak-anak di Kampung Dao Atas.

Hal senada juga disampaikan oleh Ahmad Saefurrohman, selaku pengurus Masjid Al-Ikhlas Kampung Dao Atas, yang menyambut baik terselenggaranya kegiatan ini di lingkungan mereka.

Program CSR Ngabuburead 2026 menjadi salah satu bentuk kontribusi sosial Dupoin Futures di bulan Ramadan melalui kegiatan yang mendorong peningkatan literasi serta menghadirkan pengalaman belajar yang menarik bagi anak-anak di Kampung Dao Atas. Melalui program ini, diharapkan anak-anak tidak hanya memperoleh pengalaman belajar yang menyenangkan, tetapi juga dapat menumbuhkan minat membaca, kreativitas, serta rasa percaya diri sejak usia dini.

Program CSR Dupoin Sasar Akses Air Bersih bagi Warga Terdampak Banjir dan Longsor di Aceh Tamiang

content-img

PT Dupoin Futures Indonesia membangun sumur bor di Desa Cinta Raja, Kecamatan Bendahara, Kabupaten Aceh Tamiang, sebagai bagian dari program CSR “Sumatra Disaster Relief: Clean Water for Aceh Tamiang”. Program ini ditujukan untuk membantu warga terdampak bencana banjir dan longsor yang saat ini berada dalam fase rehabilitasi.

Inisiatif ini menjangkau sekitar 300 kepala keluarga atau sekitar 950 warga yang mengalami kesulitan akses air bersih selama sekitar satu bulan pascabencana. Proses pembangunan dilakukan selama tiga minggu sejak pertengahan Januari, diawali dengan uji geolistrik untuk menentukan titik air, kemudian pengeboran hingga kedalaman 40–60 meter. Sumur bor tersebut memiliki kapasitas produksi sekitar 2.000 liter air per hari untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

Program ini dilaksanakan menjelang bulan Ramadan, ketika kebutuhan air bersih meningkat untuk keperluan ibadah dan aktivitas rumah tangga. Kehadiran fasilitas air bersih diharapkan dapat membantu masyarakat menjalankan ibadah puasa dengan lebih layak.

Direktur Utama PT Dupoin Futures Indonesia, Gunawan Herman, menyatakan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) serta Good Corporate Governance (GCG). “Kami percaya keberlanjutan bisnis harus berjalan seiring dengan tanggung jawab sosial. Program ini menjadi wujud kontribusi nyata perusahaan dalam mendukung pemulihan masyarakat pascabencana,” ujarnya.

Kepala Dusun Desa Cinta Raja, Salam Udin, mengatakan bantuan tersebut sangat membantu warga yang sebelumnya kesulitan mendapatkan air bersih. “Selama sekitar satu bulan pascabanjir, masyarakat terpaksa menggunakan air yang tersedia, termasuk sisa air banjir, untuk kebutuhan sehari-hari. Kami sangat bersyukur atas pembangunan sumur bor ini karena kini warga dapat memenuhi kebutuhan dasar seperti memasak, mencuci, dan beribadah dengan lebih layak,” ujarnya.

Pembangunan fasilitas dilakukan di area Masjid Nurul Huda agar akses air dapat dimanfaatkan secara kolektif oleh warga sekitar. Pengelolaan sumur dilakukan bersama masyarakat setempat untuk memastikan keberlanjutan penggunaan dan perawatan fasilitas dalam jangka panjang.

Dupoin menyatakan program ini menjadi bagian dari strategi keberlanjutan perusahaan dalam memberikan dampak sosial yang terukur di berbagai daerah. Perusahaan menilai akses terhadap air bersih merupakan kebutuhan dasar yang menjadi fondasi kesehatan dan kualitas hidup masyarakat, terutama di wilayah terdampak bencana.