

Market Analysis
Sejarah Kurs Pound Sterling Hingga jadi Mata Uang Utama (GBP) Forex

Mata uang pound sterling (GBP) adalah salah satu simbol keuangan paling berpengaruh di dunia. Di pasar forex, GBP sering disebut sebagai “The Cable” ketika dipasangkan dengan USD (GBP/USD).Lantas, kenapa Poundsterling mahal? karena menandakan kekuatan historis dan ekonominya.
Asal Usul & Sejarah Poundsterling
Kisah pound sterling berawal lebih dari seribu tahun lalu, menjadikannya salah satu mata uang tertua yang masih digunakan hingga kini.
Etymologi “Pound Sterling”
Kata pound berasal dari satuan berat Romawi libra pondo yang berarti “satu pon berat”, sedangkan sterling mengacu pada koin perak murni (sterling silver) yang digunakan di Inggris abad ke-8 hingga ke-12. Kombinasi keduanya melahirkan istilah pound sterling, secara harfiah berarti “satu pon perak murni.”
Pound Anglo-Saxon dan Koin Masa Awal
Pada masa Anglo-Saxon sekitar tahun 775 M, Inggris menggunakan koin perak kecil yang disebut sterlings, setara dengan 1/240 pon perak. Sistem ini membentuk dasar pembagian nilai modern:
1 pound (£) = 20 shilling (s) = 240 penny (d).
Koin sterling perak menjadi simbol stabilitas kerajaan Inggris awal. Nilai uang diukur berdasarkan berat perak sebenarnya, sehingga kepercayaan publik terjaga.
Standar Emas dan Sistem Moneter Awal
Memasuki abad ke-19, Inggris memperkenalkan standar emas (gold standard), di mana nilai pound diikat pada harga tetap emas. Kebijakan ini memperkuat dominasi finansial Inggris karena poundsterling menjadi mata uang acuan global. London tumbuh menjadi pusat perdagangan internasional, dan pound menjadi alat pembayaran lintas negara yang dipercaya.
Poundsterling di Zaman Kerajaan Inggris hingga Masa Kini
Berikut perjalanan poundsterling saat zaman kerajaan inggris hingga masa sekarang yang perlu Anda pahami:
Pound Sterling di Zaman Kerajaan Inggris
Selama masa kerajaan Inggris, pound digunakan sebagai alat pembiayaan perang dan ekspansi kolonial. Di bawah pemerintahan Raja Henry II (abad ke-12), pound resmi diatur melalui sistem koin sterling silver yang diawasi pemerintah. Keberadaan pound menjadi lambang kekuatan ekonomi dan kedaulatan kerajaan.
Masa Modern Awal & Era Emas
Abad ke-17 menandai era kebangkitan ekonomi Inggris melalui Bank of England (BoE) yang berdiri pada tahun 1694. Bank ini menerbitkan uang kertas pertama dengan jaminan emas dan perak.
Pada awal 1800-an, pound sterling menjadi mata uang cadangan dunia berkat ekspansi perdagangan dan kolonisasi Inggris. Di bawah sistem Gold Standard 1816–1914, satu pound disetarakan dengan 113 grain emas murni (sekitar 7,32 gram). Ini dikenal sebagai Era Emas Pound Sterling.
Pound Sterling Pasca Perang & Era Bretton Woods
Setelah Perang Dunia II, dominasi pound mulai menurun karena beban ekonomi dan kerusakan industri Inggris. Sistem Bretton Woods (1944–1971) menempatkan dolar AS sebagai pusat moneter dunia, sementara pound mulai terdevaluasi. Inggris bahkan dua kali menarik diri dari sistem nilai tukar tetap karena tekanan inflasi dan defisit perdagangan.
Pound Sterling dalam Era Modern & Masa Kini
Setelah krisis Bretton Woods, poundsterling beralih ke sistem nilai tukar mengambang (floating exchange rate) pada 1971. Kini, nilai pound ditentukan oleh kekuatan pasar, bukan cadangan emas.
Meski mengalami fluktuasi besar seperti Black Wednesday (1992) dan Brexit (2016), pound masih menjadi mata uang keempat paling diperdagangkan di dunia, setelah USD, EUR, dan JPY.
Faktor-faktor yang Mempengaruhi Nilai Pound
Nilai GBP di pasar global sangat dipengaruhi oleh kombinasi faktor ekonomi, politik, dan kebijakan moneter.
1. Kebijakan Moneter Bank of England (BoE)
BoE memiliki peran utama dalam menjaga stabilitas nilai pound melalui:
- Penetapan suku bunga acuan (base rate).
- Kebijakan quantitative easing untuk mengatur inflasi.
- Intervensi pasar demi menjaga kestabilan nilai tukar.
Kebijakan BoE biasanya menjadi acuan utama dalam analisis fundamental bagi trader pound sterling di forex.
2. Neraca Pembayaran, Ekspor-Impor, dan Neraca Saldo
Neraca perdagangan Inggris (balance of payments) memengaruhi arus permintaan pound.
- Surplus ekspor → permintaan GBP meningkat → nilai naik.
- Defisit perdagangan → tekanan jual pada GBP.
Sektor ekspor utama seperti energi, jasa keuangan, dan farmasi menjadi penentu vital bagi pergerakan pound.
3. Sentimen Politik, Inflasi, dan Suku Bunga
- Inflasi tinggi biasanya menurunkan nilai pound karena daya beli melemah.
- Kenaikan suku bunga BoE justru meningkatkan daya tarik GBP bagi investor global.
- Kondisi politik, seperti referendum Brexit, bisa mengguncang kepercayaan investor terhadap stabilitas ekonomi Inggris.
4. Hubungan Sterling dengan Komoditas (Minyak, Ekspor)
Sebagai salah satu negara pengekspor minyak Laut Utara, fluktuasi harga minyak juga dapat mempengaruhi nilai pound. Harga minyak yang naik bisa memperkuat GBP karena mendukung pendapatan ekspor pemerintah Inggris.
Peran Pound Sterling di Pasar Forex
Berikut bagaimana peran pound sterling di pasar forex:
GBP sebagai Salah Satu Mata Uang Utama (Majors)
Dalam pasar forex global, GBP termasuk dalam kategori mata uang utama (major currencies) bersama USD, EUR, JPY, CHF, AUD, dan CAD. Simbol GBP digunakan dalam berbagai pasangan forex (currency pairs), terutama:
- GBP/USD (The Cable)
- GBP/JPY (The Beast)
- GBP/EUR
Pasangan-pasangan ini termasuk yang paling volatil dan likuid di dunia.
Pair Populer: GBP/USD, GBP/JPY, GBP/EUR
- GBP/USD: Dikenal sebagai pasangan klasik dengan likuiditas tinggi, mencerminkan kekuatan ekonomi Inggris vs Amerika Serikat.
- GBP/JPY: Sering digunakan untuk strategi carry trade karena selisih suku bunga antara BoE dan Bank of Japan.
- GBP/EUR: Menjadi barometer hubungan ekonomi antara Inggris dan Uni Eropa pasca-Brexit.
Banyak trader forex global memanfaatkan volatilitas tinggi GBP untuk mencari peluang jangka pendek maupun jangka panjang.
Strategi Trading yang Umum Dipakai terhadap Pound
Berikut adalah 5 Strategi Trading Umum yang sering diterapkan untuk menghadapi pergerakan Pound:
1. Strategi Breakout
Pasangan mata uang utama yang melibatkan GBP, terutama saat trading pasangan mata uang GBP/USD, menunjukkan volatilitas tertinggi ketika pasar London dan New York overlap (sekitar pukul 19.00 hingga 23.00 WIB).
Fokus: Memanfaatkan lonjakan volume dan pergerakan harga tajam yang sering terjadi pada periode ini.
Trader mengidentifikasi rentang (range) konsolidasi harga yang terbentuk selama sesi Asia yang cenderung sepi. Mereka kemudian menempatkan pending order (Buy Stop dan Sell Stop) di atas resistance dan di bawah support dari range tersebut, menunggu harga menembus (breakout) ke salah satu arah saat sesi London/New York dimulai.
2. Trading Berdasarkan Sentimen Politik dan Data Fundamental
Pound sangat sensitif terhadap berita ekonomi dan politik. Kebijakan moneter Bank of England (BoE) dan data geopolitik Inggris seringkali menyebabkan pergerakan mendadak.
Fokus: Menganalisis kalender ekonomi dan mengantisipasi dampak dari rilis data penting.
Data Kunci: Suku bunga BoE, Laporan Inflasi (CPI) Inggris, dan data ketenagakerjaan Inggris. Untuk GBP/USD, data AS seperti Non-Farm Payrolls (NFP) dan kebijakan Federal Reserve (The Fed) juga sangat berpengaruh.
Mekanisme: Trader dapat menggunakan strategi news trading, yaitu bersiap mengambil posisi segera setelah data rilis, atau yang lebih aman, menunggu volatilitas awal mereda (fading the news) dan entry setelah arah tren yang sebenarnya terkunci.
3. Strategi Moving Average Crossover pada Timeframe Menengah
Mengingat kecenderungan GBP untuk menciptakan tren yang kuat (tetapi bouncy), indikator trend-following seperti Moving Average (MA) sering digunakan.
Fokus: Mengidentifikasi konfirmasi perubahan atau kelanjutan tren pada timeframe H1 atau H4.
Mekanisme: Strategi populer melibatkan penggunaan dua Exponential Moving Average (EMA), misalnya EMA 50 dan EMA 200. Sinyal Buy muncul ketika EMA 50 (periode pendek) melintasi EMA 200 (periode panjang) ke atas (Golden Cross), dan sebaliknya untuk sinyal Sell (Death Cross).
Tips GBP: Karena volatilitas tinggi, strategi ini harus dikombinasikan dengan level Support dan Resistance untuk menghindari sinyal palsu saat pasar sideways.
4. Carry Trade Khusus Pasangan GBP/JPY
Carry Trade adalah strategi mengambil keuntungan dari perbedaan suku bunga antar mata uang. Pasangan GBP/JPY sangat populer untuk strategi ini karena Pound Inggris secara historis cenderung memiliki suku bunga lebih tinggi daripada Yen Jepang.
Fokus: Memanfaatkan selisih suku bunga (interest rate differential) antara Bank of England (BoE) dan Bank of Japan (BoJ).
Mekanisme: Trader membeli (Long) GBP/JPY. Dengan menahan posisi Long, trader menerima swap positif (biaya overnight harian), yang terakumulasi menjadi keuntungan dari waktu ke waktu, selama perbedaan suku bunga (dan posisi Long) dipertahankan.
Risiko: Strategi ini berisiko tinggi karena Yen Jepang adalah mata uang safe-haven. Jika terjadi risk-off global, GBP/JPY bisa anjlok tajam (massive sell-off), mengikis keuntungan carry dengan cepat.
5. Scalping pada Sesi London-New York dengan Price Action
Untuk trader jangka pendek (scalper), likuiditas tinggi GBP adalah aset berharga. Scalping adalah strategi entry dan exit cepat untuk mendapatkan keuntungan kecil berulang kali.
Fokus: Memanfaatkan likuiditas dan pergerakan 10-20 pips selama jam sibuk (overlap London-New York).
Mekanisme: Scalper menggunakan timeframe sangat rendah (M1, M5) dan sering mengandalkan Price Action murni, seperti pola candlestick atau pantulan harga dari Support dan Resistance lokal.
Syarat: Membutuhkan eksekusi order yang sangat cepat dan spread yang rendah dari broker, serta disiplin ketat dalam manajemen risiko, karena volatilitas GBP bisa membuat kerugian kecil menjadi besar dalam hitungan detik.
Jenis Uang Poundsterling (GBP)
Pound Sterling ($\text{GBP}$) yang digunakan di Inggris Raya (United Kingdom) terdiri dari dua jenis utama yang beredar, yaitu uang kertas (banknotes) dan uang koin (coins).
Berikut adalah jenis-jenis Pound Sterling yang umum digunakan:
1. Uang Kertas (Banknotes)
Uang kertas Pound Sterling diterbitkan oleh beberapa bank, meskipun Bank of England (Bank of England) adalah penerbit utama di Inggris dan Wales. Nilai uang kertas yang umum beredar adalah:
|
Nilai Nominal |
Keterangan Umum |
|
£5 |
Menampilkan Ratu Elizabeth II di bagian depan (atau Raja Charles III pada desain baru) dan Sir Winston Churchill di bagian belakang. |
|
£10 |
Menampilkan Ratu Elizabeth II / Raja Charles III dan penulis Jane Austen di bagian belakang. |
|
£20 |
Menampilkan Ratu Elizabeth II / Raja Charles III dan pelukis J.M.W. Turner di bagian belakang. |
|
£50 |
Menampilkan Ratu Elizabeth II / Raja Charles III dan Alan Turing (ilmuwan komputer) di bagian belakang. |
Penting untuk diketahui:
Bahan: Semua uang kertas Bank of England modern terbuat dari polimer (bahan plastik tipis) yang lebih tahan lama dan lebih sulit dipalsukan.
Penerbit Regional: Selain Bank of England, bank-bank di Skotlandia (seperti Royal Bank of Scotland, Bank of Scotland) dan Irlandia Utara (seperti Ulster Bank, Bank of Ireland) juga menerbitkan uang kertas Pound Sterling mereka sendiri.
Meskipun secara teknis sah, uang kertas Skotlandia dan Irlandia Utara terkadang sulit diterima di luar wilayah penerbitnya (terutama di luar Inggris Raya).
2. Uang Koin (Coins)
Uang koin di Inggris Raya disebut Pence (p). Terdapat 100 pence dalam 1 Pound Sterling (£1). Koin yang umum digunakan adalah:
|
Nilai Nominal |
Nama Umum |
Keterangan |
|
£2 |
Dua Pound |
Koin dengan dua warna (luar dan dalam). |
|
£1 |
Satu Pound |
Koin dua belas sisi (dodecagon) dengan dua warna, menggantikan koin bulat lama. |
|
50p |
Lima Puluh Pence |
Koin tujuh sisi, terbesar dalam ukuran. |
|
20p |
Dua Puluh Pence |
Koin tujuh sisi. |
|
10p |
Sepuluh Pence |
Koin bulat, lebih kecil dari 50p. |
|
5p |
Lima Pence |
Koin terkecil. |
|
2p |
Dua Pence |
Koin tembaga/perunggu. |
|
1p |
Satu Pence |
Koin tembaga/perunggu, koin terkecil dalam nilai. |
Catatan:
Desain Koin: Koin Pound Sterling sering mengalami perubahan desain di bagian belakang, namun sejak 2008, sebagian besar koin 1p hingga 50p, jika disatukan, membentuk gambar perisai Kerajaan Inggris (Royal Shield).
Raja Charles III: Uang koin baru secara bertahap diperkenalkan dengan potret Raja Charles III menggantikan Ratu Elizabeth II.
Kenapa Poundsterling Mahal?
Pound dianggap mahal karena beberapa alasan fundamental:
- Nilai historis kuat sejak era emas, 1 pound sudah bernilai tinggi terhadap mata uang lain.
- Stabilitas ekonomi Inggris, sektor jasa keuangan London menjadi salah satu yang terbesar di dunia.
- Kebijakan moneter konservatif BoE dengan menjaga inflasi rendah dan kestabilan nilai tukar.
- Permintaan global tinggi, pound digunakan dalam transaksi internasional, investasi, dan cadangan devisa bank sentral.
Oleh karena itu, meskipun mengalami fluktuasi, GBP tetap menjadi simbol kekuatan ekonomi dan finansial Inggris di mata dunia.
1 Poundsterling Berapa Rupiah?
Nilai tukar mata uang selalu berubah setiap saat. Berdasarkan data nilai tukar saat ini, perkiraan 1 Pound Sterling (GBP) adalah sekitar Rp 22.159,70.
Namun, perlu diingat bahwa:
- Nilai ini fluktuatif dan berubah setiap detik di pasar valuta asing.
- Nilai yang Anda dapatkan saat menukar uang di money changer atau bank akan sedikit berbeda (lebih rendah) karena adanya biaya transaksi dan spread.
Sejarah pound sterling di forex bukan hanya cerita panjang mata uang, tapi juga kisah tentang kekuatan ekonomi, kolonialisme, dan adaptasi global. Dari koin perak Anglo-Saxon hingga menjadi simbol modern dalam pasangan forex GBP/USD, pound tetap bertahan sebagai salah satu mata uang paling berpengaruh di dunia.
Dengan stabilitas kebijakan Bank of England, peran global London, dan nilai historisnya, GBP masih akan menjadi magnet bagi investor dan trader internasional di pasar keuangan dunia.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!


