English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Outstanding Share: Pengertian, Cara Hitung, dan Bedanya dengan Float Shares

Beladdina Annisa · 1 Views

Dalam melakukan analisis fundamental di pasar modal, banyak investor pemula yang terlalu berfokus pada pergerakan harga saham harian dan mengabaikan metrik struktural yang menyokong harga tersebut. Padahal, untuk menilai apakah sebuah perusahaan benar-benar murah atau mahal, kita tidak bisa hanya melihat harganya, melainkan juga harus mengetahui berapa banyak lembar saham yang mendistribusikan nilai perusahaan tersebut. 

Di sinilah pemahaman mengenai kepemilikan saham, khususnya Outstanding Share, menjadi sangat krusial. Artikel ini akan membedah secara mendalam apa itu outstanding share, bagaimana perhitungannya, dan mengapa metrik ini menjadi pondasi dalam valuasi investasi.

Apa Itu Outstanding Share?

Outstanding share adalah jumlah total lembar saham sebuah perusahaan yang saat ini beredar dan dipegang oleh seluruh pemegang saham, baik itu investor institusi, investor ritel (publik), maupun pihak internal perusahaan (manajemen dan pendiri). Dalam bahasa Indonesia, istilah ini sering diterjemahkan sebagai saham beredar.

Angka outstanding share bukanlah sebuah angka yang statis. Jumlah saham yang beredar ini dapat berfluktuasi dari waktu ke waktu seiring dengan aksi korporasi yang dilakukan oleh emiten. Misalnya, jika perusahaan memutuskan untuk menerbitkan saham baru untuk mendapatkan tambahan modal, maka jumlah outstanding share akan meningkat. 

Sebaliknya, jika perusahaan merasa harga sahamnya terlalu murah dan memiliki banyak kas menganggur, mereka mungkin akan membeli kembali sahamnya dari pasar publik (buyback), yang secara otomatis akan mengurangi jumlah saham yang beredar. Saham yang ada di pasar merepresentasikan 100% kepemilikan yang sah atas aset dan laba perusahaan setelah dikurangi kewajiban.

Perbedaan Outstanding Share dengan Total Shares

image.png

Untuk memahami posisi outstanding share, kita harus melihat struktur permodalan perusahaan secara hierarkis. Sering kali investor menyamakan istilah outstanding shares dengan total shares, padahal dalam akuntansi dan hukum pasar modal, terdapat lapisan-lapisan yang berbeda.

Hierarki tersebut umumnya dibagi menjadi beberapa kategori berikut:

  1. Authorized Shares (Modal Dasar/Saham Diotorisasi): Ini adalah jumlah total atau batas maksimum lembar saham yang diizinkan untuk diterbitkan oleh perusahaan berdasarkan Anggaran Dasar (AD) atau akta pendiriannya. Perusahaan biasanya tidak menerbitkan seluruh authorized shares ini sekaligus, melainkan menyimpannya sebagai cadangan untuk ekspansi di masa depan.
  2. Issued Shares (Saham Ditempatkan/Disetor): Ini adalah bagian dari authorized shares yang benar-benar telah diterbitkan dan dijual kepada pihak lain (baik pendiri, institusi, maupun publik) untuk mengumpulkan modal.
  3. Outstanding Shares (Saham Beredar): Ini adalah lembar saham yang saat ini benar-benar aktif dipegang oleh para pemegang saham (investor publik dan pihak internal).
  4. Treasury Shares (Saham Treasuri): Ini adalah saham yang sebelumnya sudah diterbitkan (issued), namun kemudian dibeli kembali (buyback) oleh perusahaan penerbitnya. Saham ini disimpan di brankas perusahaan, tidak memiliki hak suara (voting rights), dan tidak mendapatkan pembagian dividen.

Jadi, perbedaannya sangat jelas: Total authorized shares adalah batas maksimal teoretis, sedangkan outstanding share adalah jumlah riil yang ada di tangan investor saat ini.

Cara Menghitung Outstanding Share

Berdasarkan pemahaman hierarki di atas, rumus matematika untuk menghitung jumlah outstanding share sebenarnya sangat sederhana dan logis. Anda hanya perlu mengurangkan jumlah saham yang ditarik kembali oleh perusahaan dari total saham yang pernah diterbitkan.

Rumus: Outstanding Shares = Issued Shares (Saham Ditempatkan) – Treasury Shares (Saham Treasuri)

Data mengenai Issued Shares dan Treasury Shares ini sangat mudah ditemukan. Anda tidak perlu menebak-nebak, karena informasi ini wajib dicantumkan oleh setiap perusahaan publik di dalam Laporan Keuangan kuartalan atau tahunan mereka, tepatnya pada bagian Neraca (Balance Sheet) di bawah kategori Ekuitas Pemegang Saham (Shareholders' Equity).

dupoin withdraw

Contoh Outstanding Share

Untuk memperjelas cara kerja rumus tersebut, mari kita simulasikan dengan sebuah contoh kasus fiktif di pasar modal.

Katakanlah PT Teknologi Masa Depan Tbk (kode saham: TECH) saat didirikan menyepakati dalam Anggaran Dasarnya untuk memiliki batas maksimal saham sebanyak 100 juta lembar saham (Authorized Shares).

Pada saat melakukan Initial Public Offering (IPO) dan serangkaian pencarian dana, TECH menerbitkan dan menjual sebanyak 60 juta lembar saham kepada para pendiri, direksi, dan masyarakat umum (Issued Shares). Sisa 40 juta lembar saham masih tersimpan dan belum diterbitkan.

Dua tahun kemudian, karena perusahaan mencetak laba yang sangat besar, manajemen TECH memutuskan untuk melakukan program pembelian kembali saham (share buyback) dari bursa sebanyak 5 juta lembar saham. Kelima juta lembar saham ini kini berstatus sebagai Treasury Shares.

Berapa jumlah saham beredarnya sekarang?

  • Issued Shares = 60.000.000
  • Treasury Shares = 5.000.000
  • Outstanding Shares = 60.000.000 - 5.000.000 = 55.000.000 lembar saham.

Maka, untuk segala perhitungan rasio keuangan seperti valuasi dan dividen, angka 55 juta lembar inilah yang akan digunakan.

Apa bedanya Outstanding vs Float Shares?

Ini adalah salah satu miskonsepsi paling umum di kalangan trader dan investor pemula. Mereka sering menganggap bahwa semua outstanding shares bisa ditransaksikan atau dibeli di bursa saham. Kenyataannya tidak demikian. Di sinilah konsep Float Shares (saham beredar di publik/saham publik) masuk.

Outstanding Shares mencakup seluruh lembar saham yang ada di luar brankas perusahaan. Ini termasuk saham yang dipegang oleh pendiri, CEO, direksi, perusahaan induk, maupun pemerintah, yang kepemilikannya sering kali dikunci (lock-up period) atau secara regulasi dibatasi untuk diperjualbelikan secara bebas (restricted shares).

Sebaliknya, Float Shares adalah bagian dari outstanding shares yang benar-benar bebas diperdagangkan oleh masyarakat umum di bursa saham setiap harinya.

Rumusnya adalah: Float Shares = Outstanding Shares – Restricted Shares (Saham Terbatas / Milik Internal)

Misalnya, jika Outstanding Shares perusahaan A adalah 100 juta lembar, namun 70 juta lembar di antaranya dipegang secara solid oleh pendiri dan direksi yang tidak berniat menjualnya, maka Float Shares perusahaan tersebut hanyalah 30 juta lembar. 

Trader harian sangat peduli dengan Float Shares karena semakin kecil nilai float, semakin mudah harga saham tersebut digoreng atau mengalami lonjakan volatilitas yang tajam (low float stocks).

Mengapa Investor Harus Memperhatikan Jumlah Saham Beredar?

image.png

Mengetahui jumlah saham beredar bukanlah sekadar trivia akuntansi; ini adalah nyawa dari analisis investasi. Tanpa mengetahui metrik ini, Anda buta terhadap valuasi yang sebenarnya.

Pertama, outstanding shares adalah komponen utama pembentuk Kapitalisasi Pasar (Market Cap). Kapitalisasi pasar menunjukkan seberapa besar ukuran dan nilai teoretis sebuah perusahaan, yang dihitung dengan mengalikan harga saham saat ini dengan outstanding shares.

Kedua, metrik ini digunakan untuk menghitung Laba per Saham atau Earnings Per Share (EPS). EPS adalah laba bersih perusahaan dibagi dengan outstanding shares. Investor menggunakan EPS untuk mengetahui berapa banyak uang yang dihasilkan perusahaan untuk setiap lembar saham yang mereka miliki.

Ketiga, ini menentukan hak suara dan kekuatan kepemilikan. Mengetahui jumlah saham beredar membantu Anda menghitung persentase kepemilikan Anda. Jika Anda memiliki 1 juta lembar saham di perusahaan dengan 10 juta saham beredar, Anda memiliki 10% dari perusahaan tersebut. Namun jika saham beredarnya adalah 1 miliar lembar, kepemilikan 1 juta lembar Anda hanyalah 0,1%.

Checklist Analisis Outstanding Share

Sebelum Anda menekan tombol "Buy" pada platform trading atau investasi Anda, jadikan poin-poin berikut sebagai daftar periksa (checklist) rutin terkait outstanding share suatu emiten:

1. Cek Aksi Korporasi

Perhatikan apakah perusahaan baru saja atau berencana melakukan pemecahan saham (Stock Split) atau penggabungan saham (Reverse Stock Split). Stock split (misal 1:2) akan menggandakan jumlah outstanding share dan memotong harga saham menjadi setengahnya. Meskipun secara fundamental nilai perusahaan tidak berubah, likuiditas di pasar biasanya akan meningkat karena harga per lembar menjadi lebih merakyat.

2. Hitung Market Cap

Selalu kalikan harga saham saat ini dengan outstanding share. Terkadang, sebuah saham dengan harga Rp50 per lembar terlihat "murah". Namun, jika outstanding share-nya mencapai triliunan lembar, kapitalisasi pasarnya bisa jadi puluhan triliun rupiah, yang mungkin sebenarnya sudah sangat mahal (overvalued) dibandingkan dengan aset dan pendapatan nyatanya.

3. Waspadai Dilusi

Pantau dengan saksama rencana Right Issue (Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu) atau Private Placement yang diumumkan oleh manajemen. 

Aksi korporasi ini akan mencetak saham baru dan menambah jumlah outstanding shares. Jika Anda sebagai pemegang saham lama tidak ikut menebus saham baru tersebut, persentase kepemilikan Anda serta porsi laba per lembar saham yang Anda nikmati akan menyusut alias terdilusi.

4. Bandingkan dengan Laba

Gunakan outstanding share secara aktif untuk memonitor tren EPS dari kuartal ke kuartal. Pastikan Anda menganalisis apakah penurunan EPS yang terjadi disebabkan oleh kinerja perusahaan yang memburuk (laba bersih turun), atau murni karena perusahaan menerbitkan terlalu banyak saham baru sehingga laba tersebut harus dibagi ke lebih banyak pihak. Memahami dinamika ini akan melindungi Anda dari kesalahan fatal dalam valuasi perusahaan di bursa efek.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!