English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Sinyal Bearish Kuat, EURUSD Tertekan oleh Dominasi Dolar AS

Geraldo Kofit · 1 Views

Trump Siapkan Blokade Iran Jangka Panjang, Tekanan ke Pasar Bisa Berlanjut

Presiden AS, Donald Trump, dikabarkan telah memerintahkan timnya untuk bersiap menjalankan blokade terhadap Iran dalam jangka panjang, sebagai strategi untuk terus menekan ekonomi Iran tanpa harus melanjutkan serangan militer besar. Langkah ini menunjukkan bahwa konflik kemungkinan tidak akan selesai dalam waktu dekat, melainkan bisa berubah menjadi kondisi “tegang tapi tanpa perang besar” (no-deal, no-war). Blokade ini difokuskan pada pembatasan ekspor minyak Iran dan jalur perdagangan laut, yang menjadi sumber utama pemasukan negara tersebut.

Keputusan ini juga diambil setelah AS menolak proposal damai dari Iran karena dianggap belum memenuhi tuntutan utama, khususnya terkait program nuklir. Akibatnya, negosiasi kembali mandek dan kedua pihak tampak siap menghadapi konflik jangka panjang.

Bagi market, kondisi ini berarti tekanan terhadap supply minyak global masih akan berlangsung lebih lama, yang bisa menjaga harga minyak tetap tinggi atau volatile. Selain itu, ketidakpastian geopolitik yang berkepanjangan juga membuat pergerakan market global termasuk forex, emas, dan saham — tetap sensitif terhadap berita, sehingga trader perlu lebih waspada terhadap perubahan sentimen yang cepat.

Calendar:

Calendar February, 19.png

 

EUR/USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, pasangan EUR/USD menunjukkan potensi pelemahan harga yang cukup signifikan. Hal ini disebabkan oleh kegagalan harga dalam melanjutkan kenaikan, sehingga membentuk swing high baru di area resistance pada level 1.17543 dan 1.17292. Kondisi ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang mulai dominan. Dengan demikian, harga berpeluang turun menuju support terdekat di level 1.16778, dengan target lanjutan di level 1.16209.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, tekanan terhadap EUR/USD masih didorong oleh kekuatan dolar AS yang relatif stabil. Data ekonomi Amerika Serikat yang tetap solid, seperti sektor tenaga kerja dan konsumsi, terus memberikan dukungan terhadap USD di pasar global.

Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi menjadi faktor utama. Sikap ini membuat aset berbasis dolar tetap menarik bagi investor dibandingkan mata uang lainnya. 

Di sisi lain, European Central Bank menghadapi tantangan dari perlambatan ekonomi di kawasan Eropa. Meskipun kebijakan masih relatif ketat, ruang untuk pengetatan lanjutan semakin terbatas, sehingga melemahkan daya tarik euro. Faktor tambahan seperti sentimen pasar yang cenderung berhati-hati (risk-off) juga meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, yang semakin menekan EUR/USD.

 

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : H1

Harga West Texas Intermediate (WTI) menunjukkan potensi pelemahan setelah gagal menutup harga di atas area resistance sebelumnya pada level 100.37 dan 101.26.
Kegagalan ini mengindikasikan adanya tekanan jual yang mulai mendominasi pasar.

Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang mengalami koreksi menuju support terdekat di level 98.11, dengan target lanjutan di level 96.83. Selain itu, secara teknikal harga juga mulai membentuk pola ABC correction, yang memperkuat indikasi adanya fase koreksi dalam jangka pendek.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi koreksi harga minyak dapat dipicu oleh kekhawatiran terhadap perlambatan permintaan global. Jika data ekonomi dari negara-negara besar menunjukkan pelemahan, maka ekspektasi konsumsi energi juga akan menurun dan menekan harga minyak.

Selain itu, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan pada harga minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam dolar, penguatan USD membuat harga menjadi lebih mahal bagi negara importir, sehingga dapat menurunkan permintaan.

Faktor lain yang berpengaruh adalah potensi peningkatan pasokan, baik dari produksi negara non-OPEC maupun perubahan kebijakan produksi dari OPEC+. Jika pasar melihat adanya peluang kenaikan suplai, maka harga minyak cenderung terkoreksi. Di sisi lain, aksi profit taking setelah kenaikan harga yang cukup signifikan sebelumnya juga dapat menjadi pemicu koreksi jangka pendek, seiring investor mengamankan keuntungan.

 

USD/JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, pasangan USD/JPY menunjukkan penguatan harga yang cukup signifikan. Hal ini didukung oleh terbentuknya pola bullish flag sebagai sinyal kelanjutan tren naik. Selain itu, harga juga telah melakukan breakout dan retest ke area Moving Average yang berfungsi sebagai dynamic support, sehingga memperkuat potensi kenaikan lanjutan. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang bergerak naik menuju resistance terdekat di level 160.408, dengan target berikutnya di level 162.198.

Analisa Fundamental 

Secara fundamental, penguatan USD/JPY masih didorong oleh perbedaan kebijakan moneter yang cukup kontras antara Federal Reserve dan Bank of Japan. The Fed masih mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk menjaga inflasi, sehingga mendukung kekuatan dolar AS.

Sebaliknya, Bank of Japan masih cenderung mempertahankan kebijakan moneter longgar dengan suku bunga rendah. Perbedaan ini menciptakan selisih imbal hasil (yield gap) yang besar, sehingga mendorong aliran dana ke aset berbasis USD dan melemahkan yen.

Selain itu, yield obligasi pemerintah AS yang masih tinggi juga menjadi faktor utama yang memperkuat dolar. Selama yield tetap menarik, investor global cenderung memilih USD dibandingkan yen. Sentimen pasar yang cenderung risk-on juga turut menekan yen sebagai aset safe haven, sehingga memberikan ruang bagi USD/JPY untuk terus menguat.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, Dow Jones Industrial Average menunjukkan bahwa harga telah menghentikan fase koreksi di atas Moving Average 21 dan 34, yang mengindikasikan bahwa tren bullish masih terjaga. Selain itu, terbentuknya swing low yang valid pada timeframe lebih kecil seperti H4 dan H1 semakin memperkuat potensi kelanjutan kenaikan. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang naik secara bertahap menuju resistance terdekat di level 49.931. Jika level tersebut berhasil ditembus, maka harga berpotensi melanjutkan kenaikan ke resistance berikutnya di level 50.578.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, penguatan Dow Jones masih didukung oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Data seperti pertumbuhan ekonomi, sektor tenaga kerja, dan konsumsi masyarakat yang stabil memberikan sentimen positif bagi pasar saham.

Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang cenderung lebih netral atau berpotensi melonggarkan kebijakan moneter juga menjadi faktor pendorong. Harapan bahwa suku bunga akan stabil atau bahkan turun dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong aliran dana ke pasar ekuitas. Kinerja laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar yang tetap kuat juga mendukung kenaikan indeks.

Hal ini meningkatkan kepercayaan investor untuk tetap mempertahankan atau menambah posisi di pasar saham. Di sisi lain, sentimen pasar yang cenderung risk-on turut memperkuat pergerakan bullish, karena investor lebih memilih aset berisiko seperti saham dibandingkan aset safe haven.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.