English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Konflik Internal Iran Memanas, Jalur Minyak Dunia Kembali Terancam

Geraldo Kofit · 1 Views

Kelompok Keras Iran Ganggu Negosiasi, Selat Hormuz Ditutup Lagi!

Ketegangan kembali meningkat setelah kelompok militer garis keras di Iran, khususnya pasukan elit negara, memutuskan untuk menutup kembali Selat Hormuz meskipun sebelumnya ada upaya diplomasi untuk membuka jalur tersebut.

Keputusan ini menunjukkan adanya perpecahan di dalam pemerintahan Iran antara pihak yang ingin berdamai dan pihak militer yang memilih langkah agresif. Akibatnya, peluang negosiasi damai dengan Amerika Serikat menjadi semakin sulit dan risiko konflik kembali membesar.  Penutupan jalur ini sangat penting bagi pasar karena sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati wilayah tersebut, sehingga gangguan ini dapat memicu lonjakan harga minyak dan meningkatkan ketidakpastian di market global.

Calendar:

Calendar 16 April.png

 

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish 

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, West Texas Intermediate (WTI) menunjukkan potensi pelemahan yang cukup signifikan. Hal ini terlihat dari struktur support yang terus terbentuk lebih rendah dari support sebelumnya, yang mengindikasikan tren bearish masih dominan.

Saat ini, harga masih berpeluang melanjutkan penurunan menuju support terdekat di level 84.95, dengan target berikutnya di level 80.56. Selain itu, indikator stochastic juga masih berada di area jenuh jual (oversold) dan belum menunjukkan adanya sinyal pembalikan arah yang kuat, sehingga tekanan penurunan harga masih berpotensi berlanjut.

 

Analisa Fundamental

Secara fundamental, tekanan penurunan harga minyak masih didorong oleh kekhawatiran terhadap melemahnya permintaan global. Indikasi perlambatan ekonomi di beberapa negara konsumen utama membuat prospek konsumsi energi menjadi lebih rendah, sehingga menekan harga minyak.

Selain itu, kondisi pasokan yang relatif cukup bahkan berpotensi berlebih juga menjadi faktor utama. Kebijakan produksi dari OPEC+ serta peningkatan output dari beberapa negara produsen dapat menciptakan ketidakseimbangan antara supply dan demand, yang mendorong harga turun.

Di sisi lain, penguatan dolar AS turut memberikan tekanan tambahan terhadap harga minyak. Karena minyak diperdagangkan dalam dolar, kenaikan nilai dolar membuat harga minyak menjadi lebih mahal bagi negara lain, sehingga dapat menekan permintaan. Sentimen pasar yang cenderung berhati-hati (risk-off) juga membuat investor mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti komoditas energi, sehingga memperkuat tekanan bearish.

 

USD/JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, USD/JPY masih menunjukkan tren bearish yang solid. Pergerakan harga pada pagi hari ini berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support terdekat sebagai target jangka pendek.

Selain itu, harga juga berpeluang membentuk swing high baru yang lebih rendah dari resistance sebelumnya, yang semakin menguatkan struktur tren turun. Indikator stochastic juga menunjukkan arah pelemahan menuju area jenuh jual (oversold), sehingga mendukung potensi lanjutan penurunan harga dalam waktu dekat.

 

Analisa Fundamental 

Secara fundamental, pelemahan USD/JPY didorong oleh perubahan ekspektasi kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan. The Fed mulai menunjukkan kecenderungan lebih dovish seiring dengan melambatnya pertumbuhan ekonomi dan meredanya tekanan inflasi di Amerika Serikat, yang dapat menekan nilai dolar AS.

Di sisi lain, Bank of Japan mulai memberikan sinyal menuju kebijakan yang lebih ketat atau setidaknya pengurangan stimulus. Ekspektasi ini meningkatkan daya tarik yen Jepang dan mendorong penguatan mata uang tersebut.

Selain itu, meningkatnya sentimen risk-off di pasar global juga memperkuat yen sebagai aset safe haven. Dalam kondisi ketidakpastian, investor cenderung beralih ke aset yang lebih aman seperti yen, sehingga menekan pasangan USD/JPY.
Penurunan yield obligasi pemerintah AS juga menjadi faktor tambahan yang mengurangi daya tarik dolar, sehingga memperbesar peluang pelemahan USD/JPY.

 

EUR/USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, EUR/USD saat pembukaan pasar membentuk secondary trend dan tertahan di area Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic support. Selama harga tetap berada di atas area tersebut dan tidak menembusnya, potensi untuk melanjutkan kenaikan masih terbuka. Dengan kondisi ini, harga berpeluang bergerak naik menuju resistance terdekat di level 1.18082, dengan target berikutnya di level 1.18657.

  

Analisa Fundamental

Secara fundamental, penguatan EUR/USD didukung oleh perbedaan arah kebijakan moneter antara European Central Bank dan Federal Reserve. ECB masih cenderung mempertahankan kebijakan yang relatif ketat untuk menjaga inflasi, sementara The Fed mulai menunjukkan sikap yang lebih hati-hati seiring tanda-tanda perlambatan ekonomi di Amerika Serikat. Kondisi ini memberikan dukungan bagi penguatan euro terhadap dolar AS.

Selain itu, pelemahan dolar AS juga dipengaruhi oleh ekspektasi penurunan suku bunga atau setidaknya penghentian kebijakan pengetatan. Hal ini mengurangi daya tarik dolar dan mendorong investor untuk beralih ke mata uang lain, termasuk euro.
Di sisi lain, stabilisasi kondisi ekonomi di kawasan Eropa terutama dari sisi inflasi dan aktivitas bisnis turut memberikan sentimen positif bagi euro. Aliran dana yang kembali masuk ke aset- aset Eropa juga menjadi faktor pendukung tambahan.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe Daily, Dow Jones Industrial Average sempat mengalami gap down saat pembukaan pasar. Meskipun demikian, harga masih berada dalam area bullish yang cukup kuat dan belum menutup di bawah Moving Average, sehingga struktur tren naik tetap terjaga.

Dengan kondisi ini, harga masih berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 49.673, dengan target berikutnya di level 50.316. Namun demikian, perlu diwaspadai bahwa indikator stochastic sudah berada di area jenuh beli (overbought), sehingga membuka peluang terjadinya koreksi jangka pendek pada timeframe yang lebih kecil seperti H1, M30, atau M15 menuju area support yang telah ditentukan.

 

Analisa Fundamental

Secara fundamental, penguatan Dow Jones masih ditopang oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid. Data tenaga kerja yang stabil, konsumsi domestik yang kuat, serta aktivitas bisnis yang tetap ekspansif memberikan kepercayaan bagi investor untuk tetap berada di pasar saham.

Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang cenderung lebih fleksibel atau tidak terlalu agresif dalam menaikkan suku bunga menjadi faktor penting. Harapan bahwa suku bunga akan stabil atau bahkan berpotensi turun mendorong likuiditas masuk ke pasar ekuitas dan memperkuat tren naik.

Kinerja laporan keuangan perusahaan-perusahaan besar juga masih menunjukkan hasil yang positif, yang semakin memperkuat sentimen bullish di pasar. Aliran dana dari investor institusional ke sektor-sektor utama seperti industri dan keuangan turut menjaga momentum kenaikan indeks. Namun demikian, kondisi pasar yang sudah berada di area overbought meningkatkan risiko koreksi jangka pendek. Aksi profit taking, pergerakan yield obligasi, atau rilis data ekonomi yang tidak sesuai ekspektasi dapat memicu penurunan sementara.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.