English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Lesu, Investor Menanti Keputusan Trump soal Selat Hormuz

Geraldo Kofit · 1 Views

Wall Street Lesu, Investor Menanti Keputusan Trump soal Selat Hormuz

Futures saham AS bergerak melemah menjelang batas waktu yang ditetapkan Donald Trump terkait pembukaan kembali Selat Hormuz oleh Iran, yang menjadi jalur penting distribusi minyak global. Investor cenderung berhati-hati karena Iran menolak proposal gencatan senjata, sementara ancaman serangan terhadap infrastruktur Iran meningkatkan risiko eskalasi konflik.

Ketidakpastian ini membuat pasar berada dalam kondisi wait and see, meskipun sebelumnya Wall Street sempat ditutup menguat. Di sisi lain, gangguan pada jalur energi global juga mendorong kenaikan harga minyak dan meningkatkan tekanan inflasi, yang turut membebani sentimen pasar.

Secara keseluruhan, pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh perkembangan geopolitik, di mana keputusan terkait Selat Hormuz berpotensi menjadi penentu arah market selanjutnya, baik untuk saham, dolar, maupun komoditas energi.

Calendar:

Calendar April, 7

 

XAUUSD

Secara fundamental, tekanan terhadap XAU/USD saat ini didukung oleh kembali menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global. Meskipun emas dikenal sebagai aset safe haven, dalam kondisi tertentu investor lebih memilih dolar karena likuiditasnya yang tinggi, sehingga menekan harga emas. Selain itu, kenaikan harga energi akibat konflik geopolitik juga meningkatkan risiko inflasi, yang mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve akan tetap mempertahankan kebijakan suku bunga yang relatif tinggi.

Suku bunga yang tinggi membuat aset seperti emas (yang tidak memberikan imbal hasil) menjadi kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga. Kombinasi dari dolar yang kuat, ekspektasi kebijakan moneter yang ketat, serta tekanan inflasi ini memperkuat potensi penurunan harga emas, sejalan dengan struktur teknikal bearish yang saat ini terbentuk.

 

WTI

Secara fundamental, potensi kenaikan harga WTI saat ini sangat didukung oleh sentimen  global, terutama dari sisi geopolitik dan gangguan pasokan energi. Berita terkait serangan drone terhadap fasilitas Kuwait Petroleum Corporation menjadi katalis utama yang memperkuat kekhawatiran pasar terhadap stabilitas produksi dan distribusi minyak di kawasan Timur Tengah.

Serangan tersebut meningkatkan risiko terganggunya supply minyak, apalagi wilayah Timur Tengah merupakan salah satu pusat produksi energi terbesar dunia. Kondisi ini mendorong harga minyak naik karena pasar mulai melakukan pricing terhadap potensi kekurangan pasokan. Selain itu, meningkatnya ketegangan yang melibatkan Iran juga memperbesar kemungkinan eskalasi konflik yang bisa berdampak lebih luas ke jalur distribusi energi global.

 

USDJPY

Secara fundamental, penguatan USD/JPY didukung oleh dominasi dolar AS di tengah ketidakpastian global, di mana investor masih cenderung memilih dolar sebagai safe haven utama. Di sisi lain, yen Jepang masih berada di bawah tekanan akibat kebijakan moneter yang relatif longgar dari Bank of Japan, meskipun ada sinyal penyesuaian kebijakan secara bertahap. Selisih suku bunga yang masih cukup lebar antara AS dan Jepang juga menjadi faktor utama yang mendukung penguatan USD/JPY. Kombinasi dari kuatnya dolar, kebijakan Jepang yang masih akomodatif, serta sentimen global yang belum stabil membuat potensi kenaikan pair ini tetap terbuka, sejalan dengan konfirmasi teknikal yang menunjukkan bias bullish.

 

EURUSD 

Secara fundamental, potensi penurunan EUR/USD didukung oleh kembali menguatnya dolar AS di tengah meningkatnya ketidakpastian global, terutama dari sisi geopolitik dan pergerakan harga energi. Kondisi ini mendorong investor untuk beralih ke dolar sebagai aset safe haven, sehingga memberi tekanan pada euro. Di sisi lain, ekonomi Eropa masih menghadapi risiko dari kenaikan harga energi yang dapat menekan pertumbuhan, sehingga membuat pergerakan euro menjadi lebih terbatas.

Selain itu, kebijakan moneter European Central Bank yang cenderung lebih hati-hati dibandingkan dengan kebijakan AS juga menjadi faktor pelemah euro. Sementara itu, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang masih relatif ketat membuat dolar tetap kuat. Kombinasi faktor ini mendukung potensi pelemahan EUR/USD, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan peluang penurunan harga.

 

DOW 

Secara fundamental, tekanan terhadap Dow Jones Industrial Average dipengaruhi oleh meningkatnya ketidakpastian global, khususnya dari sisi geopolitik yang berdampak pada stabilitas pasar energi dan inflasi. Kenaikan harga minyak akibat konflik di Timur Tengah meningkatkan kekhawatiran inflasi yang lebih tinggi, sehingga dapat membuat kebijakan Federal Reserve tetap cenderung ketat lebih lama.

Selain itu, sentimen pasar mulai beralih ke fase risk-off, di mana investor cenderung mengurangi eksposur pada aset berisiko seperti saham dan beralih ke aset yang lebih aman. Kondisi ini memberikan tekanan tambahan pada indeks saham, termasuk Dow Jones. Kombinasi dari tekanan makroekonomi, kebijakan moneter, dan sentimen global ini mendukung potensi penurunan yang sejalan dengan sinyal teknikal bearish yang sudah terbentuk.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.