English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Alpha dalam Investasi: Bagaimana Cara Menemukan Keuntungan di Atas Rata-Rata?

Ocky Satria · 1.4M Views

Alpha dalam Investasi Bagaimana Cara Menemukan Keuntungan

Alpha, siapa investor yang tidak ingin mendapatkan kinerja aset satu ini. Banyak pemain pasar yang mencari Alpha, tidak hanya di saham tapi juga crypto. Disisi lain, banyak pula investor mungkin merasa puas dengan mengikuti arus pasar, pencari alpha adalah mereka yang berusaha mengalahkan pasar melalui strategi, analisis, dan eksekusi yang lebih tajam.

Di tengah volatilitas pasar global saat ini, mulai dari gejolak di sektor kripto yang sedang bearish hingga dinamika suku bunga di pasar saham AS, memahami cara menemukan alpha bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan untuk mencapai kemandirian finansial yang signifikan.

Memahami Alpha dalam Investasi

Di artikel Mencari ‘Alpha’ di Crypto Saat Bearish, Bisakah? telah dijelaskan bahwa secara teknis, Alpha (α) adalah ukuran kinerja investasi relatif terhadap indeks acuan (benchmark) setelah menyesuaikan risiko.

Jika pasar saham (Beta) tumbuh 10% dalam satu tahun dan portofolio Anda tumbuh 20% dengan tingkat risiko yang sama, maka Anda telah menghasilkan Alpha sebesar 10%. Namun jika Anda memperhatikan market kripto, maka keuntungan bisa mencapai 100 hingga 1000%.

Alpha sering dianggap sebagai representasi dari "keahlian" (skill) seorang investor. Ini adalah nilai tambah yang diberikan oleh pemilihan aset yang tepat, penentuan waktu pasar (market timing), atau penggunaan strategi turunan yang kompleks.

Dalam pasar yang efisien, menemukan alpha sangatlah sulit karena semua informasi yang tersedia biasanya sudah tercermin dalam harga. Namun, pasar tidak selalu efisien secara sempurna, dan di sanalah peluang alpha berada.

Bagaimana Cara Menghitung Alpha? Dalam model keuangan klasik seperti Capital Asset Pricing Model (CAPM), alpha dihitung dengan rumus:

Alpha (α) = Rp - [Rf + β(Rm - Rf)], dimana:

  • Rp = Return portofolio
  • Rf  = Risk-free rate (seperti imbal hasil obligasi pemerintah)
  • β = Volatilitas relatif portofolio terhadap pasar
  • Rm = Return pasar (benchmark)

Mengutip dari Investopedia, formula ini adalah metode penetapan harga aset modal (CAPM) yang menjelaskan hubungan antara risiko sistematis, atau bahaya umum dalam berinvestasi, dan imbal hasil yang diharapkan untuk aset, khususnya saham. Ini adalah model keuangan yang menetapkan hubungan linier antara imbal hasil yang dibutuhkan atas keuntungan yang diperoleh.

Baca juga: 11+ Pertanyaan Cara Kerja Perusahaan Pialang Berjangka, Apa Itu?

trading Demo Aman-min

Alpha vs. Beta: Apa Perbedaannya?

Memahami perbedaan antara Alpha dan Beta sangat krusial untuk mengukur keberhasilan investasi Anda.

  • Alpha (α)

Adalah "active return", metrik yang mengukur kemampuan sebuah strategi atau manajer investasi untuk menghasilkan keuntungan yang melampaui apa yang dijanjikan oleh Beta (pasar).

Alpha adalah hasil dari pemilihan aset yang spesifik, penentuan waktu pasar (market timing), atau penggunaan algoritma yang kompleks. Ini adalah hasil yang murni berasal dari keterampilan (skill).

Misalnya saat bear market, banyak orang salah mengira Alpha hanya ada saat pasar naik. Namun, Alpha yang paling berharga justru terlihat saat pasar jatuh. Alpha bersifat aktif, sulit didapat, dan biasanya membutuhkan biaya lebih tinggi (seperti biaya riset atau komisi broker).

  • Beta (β) 

Mewakili pengembalian yang diperoleh dari eksposur pasar secara umum. Ini disebut sebagai "passive return". Jika Anda membeli produk investasi pasif seperti Reksa Dana Indeks atau ETF (Exchange Traded Fund) yang mereplikasi S&P 500, Anda sedang mengejar Beta. Anda tidak mencoba menjadi lebih pintar dari pasar, Anda hanya ingin mendapatkan hasil yang sama dengan pasar.

Beta bersifat pasif dan berbiaya rendah. Anda tidak membutuhkan analisis mendalam atau riset rumit untuk mendapatkan Beta. Selama pasar naik, portofolio Anda akan naik. Tentunya, Anda sepenuhnya terpapar pada risiko pasar dimana jika pasar jatuh, tidak ada perlindungan bagi portofolio Beta.

  • Perbedaan Utama Alpha vs. Beta

Fitur

Alpha (α)

Beta (β)

Sumber Keuntungan

Keterampilan dan pemilihan aset.

Eksposur pasar secara umum.

Jenis Strategi

Aktif (Trading, Value Investing).

Pasif (Buy and Hold Index).

Kemudahan

Sangat sulit dan kompetitif.

Mudah didapat melalui ETF/Indeks.

Korelasi

Rendah atau tidak berkorelasi dengan pasar.

Sangat kuat dengan pasar.

Biaya Jasa

Lebih tinggi (Performance Fee).

Sangat rendah (Low Fee).

Namun, penting untuk dipahami bahwa ini bukan hanya sekedar mencari keuntungan sebesar-besarnya namun juga mengevaluasi kinerja, manajemen risiko, dan memilih platform yang tepat dan aman. Kenapa memilih platform yang tepat, penting untuk Anda perhatikan?

Untuk mengejar Alpha, Anda membutuhkan platform yang responsif dengan fitur analisis teknikal dan fundamental yang lengkap. Pialang seperti Dupoin Futures dirancang untuk membantu trader mengejar Alpha melalui eksekusi cepat dan data pasar yang presisi.

Baca juga: Dari Broker hingga Market Maker: Siapa Penggerak Pasar?

Withdraw instant dengan 1 klik

Menemukan Alpha di Berbagai Instrumen Keuangan

Setiap pasar memiliki karakteristik unik yang menawarkan peluang alpha yang berbeda. Berikut adalah analisis mendalam mengenai strategi di berbagai instrumen:

1. Pasar Crypto: Memanfaatkan Asimetri Informasi

Meskipun fluktuatif, pasar kripto adalah surga bagi pemburu Alpha karena sifatnya yang terdesentralisasi dan transparan secara digital.

  • On-chain Analysis

Berbeda dengan perbankan, semua transaksi di kripto bersifat publik. Dengan memantau smart money atau dompet "whale", Anda bisa mendeteksi kapan institusi mulai mengakumulasi aset tertentu sebelum berita tersebut meledak di media sosial.

  • Ecosystem Early Access

Keuntungan terbesar sering diraih oleh mereka yang berani menjadi penyedia likuiditas (liquidity provider) di protokol DeFi baru. Keuntungan berupa yield dan token gratis (airdrop) sering kali menghasilkan Alpha yang sangat besar saat protokol tersebut akhirnya diadopsi secara luas.

  • Arbitrase

Karena fragmentasi bursa, selisih harga antar-platform sering terjadi. Trader menggunakan bot untuk mengeksekusi pembelian di bursa murah dan penjualan di bursa mahal dalam hitungan detik.

2. Saham AS (US Stocks)

Wall Street adalah pasar yang paling diawasi di dunia. Mencapai Alpha disini berarti Anda harus memiliki analisis yang lebih tajam daripada analis profesional di bank investasi besar.

  • Earnings Surprise

Alpha tercipta ketika Anda mampu menganalisis indikator alternatif (seperti data lalu lintas retail atau penggunaan aplikasi) untuk memprediksi bahwa laba perusahaan akan melampaui estimasi konsensus analis.

  • Thematic Investing

Fokus pada sektor yang sedang berada di awal kurva adopsi, seperti Generative AI atau infrastruktur hidrogen. Alpha didapat dengan masuk ke perusahaan pendukung (seperti produsen semikonduktor atau penyedia daya) sebelum sektor tersebut menjadi sangat populer dan mahal.

3. Forex (Pasar Valuta Asing)

Di pasar Forex, Alpha bukan tentang performa perusahaan, melainkan tentang kekuatan ekonomi sebuah negara.

  • Diferensiasi Suku Bunga (Carry Trade)

Strategi klasik di mana trader memanfaatkan perbedaan kebijakan bank sentral. Dengan meminjam mata uang berbunga rendah (seperti Yen Jepang) untuk membeli mata uang berbunga tinggi (seperti Dollar Australia), trader mendapatkan Alpha dari selisih bunga harian.

  • Geopolitik & Analisis Sentimen

Memahami bagaimana pemilu atau kebijakan tarif perdagangan akan memengaruhi arus modal. Trader yang memiliki pemahaman geopolitik yang kuat bisa memposisikan diri sebelum mata uang tersebut mengalami devaluasi atau apresiasi tajam.

4. Komoditas dan Obligasi: Siklus dan Rantai Pasok

Alpha di pasar komoditas sering kali bersifat siklikal dan bergantung pada hukum permintaan-penawaran fisik.

  • Komoditas (Emas & Minyak)

Alpha didapat dari analisis rantai pasok global. Misalnya, memahami dampak gangguan logistik di Terusan Suez terhadap harga minyak sebelum pasar merespons sepenuhnya.

  • Obligasi (Surat Utang)

Investor mencari Alpha dengan menganalisis risiko kredit. Jika Anda bisa mendeteksi bahwa sebuah perusahaan atau negara sebenarnya lebih sehat daripada persepsi pasar yang buruk, Anda bisa membeli obligasi mereka di harga diskon dan menikmati yield yang tinggi.

Mengejar Alpha di berbagai kelas aset membutuhkan platform yang mampu memberikan akses cepat dan data yang presisi. Pialang seperti Dupoin Futures memfasilitasi kebutuhan ini dengan menyediakan instrumen multi-aset, mulai dari Forex, Komoditas, hingga CFD Saham global.

Baca juga: Mau Punya Saham AAPL dan TSLA? Ini Cara Mudah Jadi Investor Global

tergulasi bappebti & ojk

Strategi Manajemen Aktif untuk Mengejar Alpha

Manajemen aktif adalah mesin utama bagi siapa pun yang ingin keluar dari batasan rata-rata pasar. Jika manajemen pasif diibaratkan sebagai menaiki eskalator yang bergerak stabil, maka manajemen aktif adalah upaya menaiki tangga dengan kecepatan penuh untuk mendahului eskalator tersebut.

Berikut adalah pembahasan mendalam mengenai tiga pilar utama dalam strategi manajemen aktif untuk mencetak Alpha:

1. Stock Picking

Stock picking adalah proses seleksi aset secara individual dengan keyakinan bahwa aset tersebut memiliki potensi pertumbuhan yang lebih tinggi dibanding aset lain dalam sektor yang sama.

  • Analisis Nilai (Undervalued)

Investor aktif tidak melihat harga pasar sebagai kebenaran mutlak. Mereka mencari perusahaan yang harga sahamnya lebih rendah dari nilai intrinsiknya (berdasarkan aset, laba, dan arus kas).

  • Keunggulan Kompetitif (Moat)

Strategi ini fokus pada perusahaan yang memiliki "benteng" pelindung, seperti merek yang kuat, biaya produksi rendah, atau hak paten, yang memungkinkan perusahaan tersebut mencetak laba konsisten dalam jangka panjang.

2. Market Timing

Banyak pakar mengatakan "waktu di pasar lebih penting daripada menebak waktu pasar," namun bagi pemburu Alpha, Market Timing adalah instrumen mitigasi risiko sekaligus pelipat ganda keuntungan.

  • Adaptasi Makro

Investor aktif memantau indikator ekonomi seperti tingkat inflasi, suku bunga, dan pertumbuhan PDB. Jika tanda-tanda resesi muncul, mereka akan mengurangi eksposur pada aset berisiko tinggi dan beralih ke recession-proof assets (aset tahan resesi) seperti emas atau saham utilitas.

  • Taktik Beli di Titik Rendah

Market timing memungkinkan investor untuk menyimpan uang tunai saat pasar overbought (terlalu mahal) dan melakukan pembelian agresif saat pasar mengalami kepanikan atau jenuh jual (oversold).

3. Rotasi Sektor

Ekonomi bergerak dalam siklus, dan setiap tahap siklus menguntungkan sektor yang berbeda. Manajemen aktif menggunakan strategi rotasi untuk selalu berada di sektor yang sedang "panas".

Saat ekonomi mulai pulih dari krisis, modal biasanya dipindahkan ke sektor teknologi dan finansial yang bersifat agresif. Ketika valuasi teknologi sudah dianggap terlalu mahal (seperti saat bubble), investor aktif melakukan rotasi ke sektor defensif seperti konsumsi primer (makanan/minuman) atau energi.

Dengan berpindah sektor sebelum mayoritas publik melakukannya, investor aktif dapat menangkap keuntungan maksimal di setiap fase ekonomi tanpa terjebak dalam stagnasi sektor yang sudah jenuh.

Perbandingan Efisiensi: Manajemen Aktif vs Pasif

Karakteristik

Manajemen Aktif (Alpha)

Manajemen Pasif (Beta)

Metode

Analytic & Tactical (Analisis & Taktis).

Buy and Hold (Beli & Diam).

Keterlibatan

Sangat Intensif.

Minimal.

Potensi Hasil

Bisa Jauh di Atas Pasar.

Sama dengan Pasar.

Biaya

Lebih Besar (Biaya riset & transaksi).

Sangat Kecil.

Manajemen aktif membutuhkan disiplin yang sangat ketat dan akses ke data pasar tanpa hambatan. Di pasar derivatif dan CFD, strategi manajemen aktif seperti rotasi sektor dan market timing dapat dilakukan dengan jauh lebih efisien berkat likuiditas tinggi dan fitur posisi dua arah (Long/Short).

Baca juga: Dapatkah strategi trading binary, crypto, stocks diterapkan di forex?

trading forex mulai dari 0.01 lot

Penggunaan Analisis Kuantitatif

Di era modern, pencarian alpha tidak lagi hanya mengandalkan intuisi, melainkan data. Analisis Kuantitatif (Quant) menggunakan model matematika dan algoritma untuk mengidentifikasi pola yang tidak terlihat oleh mata manusia.

  • Algorithmic Trading

Dalam dunia Quant, kecepatan adalah mata uang. Algorithmic trading menggunakan instruksi yang telah diprogram sebelumnya untuk mengeksekusi perdagangan secara otomatis. 

Algoritma dapat memindai ribuan instrumen keuangan dalam hitungan milidetik untuk mencari selisih harga yang sangat kecil (arbitrase) atau ketidakseimbangan antara permintaan dan penawaran.

Keunggulan terbesar dari algoritma adalah kedisiplinannya. Sistem tidak akan ragu untuk menutup posisi saat target tercapai atau memotong kerugian (cut loss) saat aturan risiko terpenuhi, sesuatu yang sering kali sulit dilakukan oleh trader manusia.

  • Factor Investing

Mencari alpha berdasarkan faktor-faktor tertentu seperti momentum, nilai (value), volatilitas rendah, dan kualitas perusahaan. Dimana momentum adalah membeli aset yang harganya sedang naik dengan asumsi tren akan berlanjut dan memperhatikan nilai intrinsiknya.

Anda juga bisa mengincar aset yang pergerakannya lebih stabil, yang sering kali justru memberikan hasil jangka panjang yang lebih baik secara risk-adjusted. Dan fokus pada perusahaan dengan profitabilitas tinggi dan neraca keuangan yang sehat.

  • Big Data

Analisis kuantitatif modern kini melampaui angka-angka laporan keuangan tradisional. Para Quants menggunakan data alternatif untuk mendapatkan "tepian" (edge) di pasar.

Algoritma memproses jutaan cuitan di media sosial atau berita global untuk mengukur suasana hati pasar secara real-time. Kemudian, investor institusi kini memantau gambar satelit dari area pertambangan, pelabuhan, hingga parkiran ritel untuk memperkirakan produksi minyak atau volume penjualan ritel sebelum laporan resminya keluar.

spread rendah mulai dari 0.0

Fokus pada Efisiensi Pasar

Hipotesis Pasar Efisien (Efficient Market Hypothesis) menyatakan bahwa harga saham sudah mencerminkan semua informasi yang ada. Namun, pencari alpha percaya pada Inefisiensi Pasar. Inefisiensi sering terjadi karena:

  • Bias Psikologis: Ketakutan dan keserakahan yang menyebabkan harga aset naik terlalu tinggi (bubble) atau turun terlalu rendah (crash).
  • Lag Informasi: Waktu yang dibutuhkan agar informasi menyebar ke seluruh pelaku pasar, terutama di pasar negara berkembang atau aset berkapitalisasi kecil.

Tugas investor aktif adalah mengeksploitasi momen-momen di mana harga pasar menyimpang dari nilai intrinsiknya.

Manajemen Risiko yang Cermat

Pencarian alpha sering kali melibatkan risiko yang lebih tinggi. Tanpa manajemen risiko yang ketat, upaya mencari alpha bisa berakhir pada kerugian besar.

  • Diversifikasi Terfokus: Berbeda dengan diversifikasi luas pada beta, pencari alpha melakukan diversifikasi pada beberapa peluang dengan keyakinan tinggi (high conviction).
  • Stop Loss dan Position Sizing: Memastikan bahwa tidak ada satu kegagalan pun yang dapat menghancurkan seluruh portofolio.
  • Hedging: Menggunakan instrumen derivatif (seperti opsi atau futures) untuk melindungi portofolio dari pergerakan pasar yang merugikan sambil tetap mempertahankan peluang alpha.

Menemukan alpha di berbagai pasar keuangan memerlukan kombinasi antara disiplin fundamental, pemanfaatan teknologi, dan ketahanan mental. Baik Anda beroperasi di pasar kripto yang liar, pasar saham AS yang mapan, maupun pasar forex yang dinamis, kuncinya tetap sama: mencari celah di mana informasi belum sepenuhnya dihargai oleh pasar.

Bagi Anda yang ingin mendalami lebih jauh bagaimana dinamika makro memengaruhi pergerakan mata uang global, memahami cara kerja pasar Forex adalah langkah awal yang krusial.

Strategi pencarian alpha di Forex seringkali menjadi fondasi yang kuat untuk memahami instrumen keuangan lainnya. Pelajari lebih lanjut bagaimana kami membantu investor menavigasi pasar global melalui analisis mendalam dan edukasi yang terintegrasi bersama Dupoin Futures.

CTA Banner_Welcome Reward

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!