English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Perbedaan Preference Shares dan Ordinary Shares, Pilih Mana?

Beladdina Annisa · 37.6K Views

Ketika terjun ke dunia investasi saham, Anda akan menemui berbagai jenis instrumen. Dua di antaranya yang paling sering dipertimbangkan adalah Preference Shares dan Ordinary Shares

Meskipun sama-sama memberikan akses kepemilikan di sebuah perusahaan, keduanya memiliki karakteristik yang berbeda dan perbedaan inilah yang sebaiknya Anda pahami sebelum memutuskan pilihan. 

1. Hak Dividen & Prioritas Pembayaran

Perbedaan paling mencolok terletak pada hak dividen. Pemegang Preference Shares biasanya mendapatkan dividen tetap dengan jadwal pembayaran yang lebih pasti. Bahkan ketika perusahaan mengalami penurunan laba, dividen saham preferen tetap menjadi prioritas. 

Sebaliknya, pemegang Ordinary Shares hanya akan menerima dividen jika perusahaan mencatatkan laba dan memutuskan untuk membagikannya. Besarannya pun fluktuatif, tergantung kinerja keuangan dan kebijakan dewan direksi.

Dalam situasi perusahaan mengalami likuidasi, pemegang Preference Shares juga berada di urutan lebih tinggi untuk menerima pembagian aset dibanding pemegang Ordinary Shares. 

Investor preferen akan mendapatkan haknya setelah seluruh kewajiban utang dilunasi, sedangkan pemegang saham biasa menerima sisa aset terakhir.

2. Hak Suara dalam Perusahaan

image.png

Preference Shares umumnya tidak memberikan hak suara dalam rapat umum pemegang saham (RUPS). Artinya, pemegang saham preferen tidak dapat memengaruhi arah kebijakan perusahaan, seperti pemilihan dewan direksi atau kebijakan dividen. 

Ordinary Shares sebaliknya, setiap lembar saham biasanya memberikan satu hak suara, memberi pemilik kesempatan untuk ikut menentukan langkah strategis perusahaan.

Jika Anda tipe investor yang ingin terlibat langsung dalam pengambilan keputusan penting, Ordinary Shares jelas lebih sesuai. Tetapi bila fokusmu murni pada pendapatan dividen yang lebih stabil, ketiadaan hak suara pada Preference Shares bukan masalah besar.

3. Potensi Capital Gain

Investor Ordinary Shares cenderung mengejar pertumbuhan modal melalui capital gain. Harga saham biasa biasanya lebih fluktuatif, sehingga peluang keuntungan dari kenaikan harga pasar lebih besar. Namun, volatilitas tinggi juga berarti risiko kerugian lebih besar saat harga turun.

Di sisi lain, harga Preference Shares relatif lebih stabil karena fokus utamanya pada dividen tetap, bukan apresiasi harga. Potensi capital gain tetap ada, tetapi umumnya tidak sebesar saham biasa. 

Investor yang lebih menyukai pertumbuhan agresif mungkin akan melihat Ordinary Shares sebagai pilihan menarik, sedangkan investor konservatif mungkin lebih nyaman dengan saham preferen.

4. Tingkat Risiko dan Keamanan

Preference Shares sering dianggap sebagai instrumen hybrid antara saham dan obligasi, sehingga risikonya berada di antara keduanya. Dividen tetap dan prioritas aset saat likuidasi memberi lapisan keamanan tambahan. Bagi investor yang mengutamakan pendapatan stabil, ini bisa menjadi pilihan menarik.

Ordinary Shares menawarkan potensi keuntungan jangka panjang yang lebih besar, namun dengan risiko yang juga lebih tinggi. 

Jika perusahaan merugi, pemegang saham biasa tidak hanya berisiko kehilangan dividen, tetapi juga memiliki klaim terakhir atas aset jika perusahaan bangkrut. Bagi investor berjiwa risk-taker yang mengejar imbal hasil lebih besar, risiko ini bisa diterima.

5. Fleksibilitas Portofolio

image.png

Preference Shares dapat menjadi elemen stabil dalam portofolio, berfungsi seperti “penyeimbang” saat pasar bergejolak. Investor jangka panjang yang menginginkan pendapatan pasif cenderung menempatkan saham preferen sebagai pendukung obligasi, memberi arus kas yang relatif pasti.

Sebaliknya, Ordinary Shares lebih cocok untuk investor yang ingin membangun kekayaan melalui pertumbuhan nilai perusahaan. Dengan potensi capital gain yang lebih besar, saham biasa memungkinkan strategi jangka panjang yang agresif. 

Portofolio yang sehat kerap mengombinasikan keduanya: Preference Shares sebagai “jaring pengaman” dan Ordinary Shares sebagai pendorong pertumbuhan.

6. Likuiditas dan Akses Pasar

Ordinary Shares umumnya memiliki volume perdagangan lebih tinggi dibanding Preference Shares. Tingginya likuiditas membuatnya lebih mudah diperjualbelikan di pasar saham, cocok bagi investor yang membutuhkan fleksibilitas untuk keluar masuk posisi dengan cepat.

Preference Shares, meski tetap diperdagangkan di bursa, biasanya memiliki likuiditas lebih rendah. Harga bisa lebih sulit bergerak dan selisih bid-ask lebih lebar. Bagi investor yang memprioritaskan kemudahan transaksi, hal ini patut dipertimbangkan.

7. Implikasi Pajak

Di beberapa yurisdiksi, perlakuan pajak atas dividen saham preferen bisa berbeda dari dividen saham biasa. Meski kebijakan pajak bervariasi tergantung negara, umumnya dividen saham biasa diperlakukan sebagai pendapatan biasa. 

Sementara itu, dividen tetap dari saham preferen bisa saja memiliki ketentuan pajak khusus. Bagi investor yang sensitif terhadap beban pajak, penting untuk memahami regulasi pajak yang berlaku di negara masing-masing.

8. Profil Investor Tepat

Preference Shares: Cocok untuk investor konservatif yang mengutamakan pendapatan stabil dan perlindungan saat likuidasi. Sangat sesuai untuk mereka yang ingin arus kas tetap tanpa perlu terlibat dalam pengambilan keputusan perusahaan.

Ordinary Shares: Lebih pas untuk investor yang mengejar pertumbuhan modal jangka panjang dan siap menghadapi fluktuasi pasar. Memberi hak suara dan potensi capital gain lebih tinggi.

9. Strategi Kombinasi

Banyak investor berpengalaman memilih strategi kombinasi. Dengan menempatkan Preference Shares sebagai sumber pendapatan tetap dan Ordinary Shares sebagai mesin pertumbuhan, mereka menciptakan portofolio yang seimbang antara keamanan dan potensi imbal hasil. 

Pendekatan ini juga membantu meminimalkan dampak volatilitas pasar sekaligus mempertahankan peluang keuntungan jangka panjang.

Aspek

Preference Shares

Ordinary Shares

Dividen & Klaim Aset

Dividen tetap, prioritas klaim aset saat likuidasi

Dividen tidak pasti, klaim aset paling akhir

Hak Suara

Umumnya tidak punya hak suara

Punya hak suara di RUPS

Capital Gain

Harga relatif stabil, potensi kecil

Harga fluktuatif, potensi besar

Risiko

Lebih aman, mirip obligasi

Risiko lebih tinggi

Portofolio

Cocok untuk pendapatan stabil

Cocok untuk pertumbuhan agresif

Likuiditas

Perdagangan lebih sepi

Likuiditas lebih tinggi

Pajak

Dividen bisa punya aturan pajak khusus

Dividen umumnya pajak pendapatan biasa

Investor Cocok

Konservatif, cari arus kas tetap

Risk-taker, kejar pertumbuhan modal

Keputusan antara Preference Shares dan Ordinary Shares bergantung pada profil risiko dan tujuan investasi masing-masing. Jika Anda mencari pendapatan stabil dan prioritas keamanan, Preference Shares bisa jadi pilihan bijak. 

Namun jika Anda ingin terlibat dalam pengambilan keputusan dan mengejar pertumbuhan modal jangka panjang, Ordinary Shares adalah jawabannya.

Bagi banyak investor, tidak ada keharusan memilih salah satu secara eksklusif. Menggabungkan keduanya dalam portofolio bisa menjadi strategi yang cerdas menciptakan keseimbangan antara pendapatan tetap dan potensi capital gain, sekaligus memberi fleksibilitas dalam menghadapi dinamika pasar.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!