

Market Analysis
IHSG Rehat di Zona Hijau, Bergabung dengan Bursa Asia

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona hijau pada perdagangan sesi I hari ini. Laju indeks komposit belakangan searah dengan Bursa Asia.
Pada Jumat (22/5/2026), IHSG ditutup di posisi 6.113 pada penutupan perdagangan sesi I. Berbalik menguat 0,3% dibanding penutupan sebelumnya.
Perdagangan pun berlangsung ramai. Nilai perdagangan mencapai Rp10,17 triliun biarpun masih didominasi tekanan jual. Volume transaksi melibatkan 19,94 miliar saham dengan frekuensi 1,14 juta kali.
Saham–saham big caps potensial ramai diperdagangkan hingga penutupan sesi I. Di antaranya PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) dengan nilai perdagangan Rp945 miliar. Kemudian PT Bumi Resources Tbk (BUMI) Rp539 miliar dan PT Barito Pacific Tbk (BRPT) Rp484 miliar.Sedari pagi pasar saham Asia melesat di zona hijau. Terlebih indeks KOSDAQ (Korea Selatan) melejit 5% lebih.
Deretan Bursa Saham Asia yang optimis di penguatan, NIKKEI 225 (Tokyo), TW Weighted Index (Taiwan), Shenzhen Comp. (China), Hang Seng (Hong Kong), Topix (Jepang), CSI 300 (China), SENSEX (India), KOSPI (Korea Selatan), Shanghai Composite (China), PSEi (Filipina), Straits Times (Singapura), SETI (Thailand), dan KLCI (Malaysia), yang cerah hingga siang hari ini.
Optimisme seputar hubungan Amerika Serikat (AS) dan Iran menjadi pendorong semangat Bursa Asia, kelanjutan negosiasi damai Timur Tengah sekaligus menekan laju harga minyak mentah dunia.
Seperti yang dilaporkan Bloomberg News, Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada “beberapa tanda positif” kesepakatan dengan Iran dapat tercapai, seraya menambahkan ia memproyeksikan mediator Pakistan akan melakukan perjalanan ke Teheran, menurut Financial Times. Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian mengatakan “kami tidak akan pernah mundur” dalam perundingan.
Phillip Sekuritas Indonesia menyebut, investor menimbang upaya diplomatik antara AS dan Iran untuk mencapai kesepakatan damai di Timur Tengah.
“Beredar kabar bahwa kesepakatan antara AS dan Iran telah tercapai melalui mediasi Pakistan,” terang Phillip dalam catatan terbarunya, Jumat.
Iran mengatakan proposal terbaru dari AS telah menjembatani sebagian kesenjangan antara pihak–pihak yang bertikai sementara Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio mengatakan ada sejumlah sinyal yang menunjukkan kesepakatan untuk menyudahi perang di Iran mungkin akan segera tercapai.
Namun kemajuan ini masih terhalang oleh komentar dari Pemimpin Tertinggi Iran dan sengketa mengenai pungutan biaya di Selat Hormuz.

