

Market Analysis
Stock Screener: Cara Cepat Temukan Saham Potensial di Tahun 2026

Bursa Efek Indonesia (BEI) dan pasar saham global terus mengalami pertumbuhan jumlah perusahaan tercatat (emiten) dari tahun ke tahun. Memasuki tahun 2026, jumlah emiten yang melantai di bursa sudah mencapai ratusan bahkan ribuan pilihan, membuat proses riset investasi secara manual menjadi tugas yang hampir mustahil untuk diselesaikan dengan cepat.
Membaca laporan keuangan satu per satu tentu akan menyita waktu produktif Anda. Di sinilah letak pentingnya pemanfaatan teknologi finansial modern. Untuk memilah tumpukan jerami dan menemukan "jarum emas" berupa saham berkualitas, setiap investor dan trader membutuhkan satu alat bantu esensial: Stock Screener.
Apa Itu Stock Screener?
Stock screener (penyaring saham) adalah sebuah perangkat lunak atau fitur pada platform keuangan yang dirancang untuk memilah, menyaring, dan mengerucutkan ribuan daftar saham menjadi segelintir opsi potensial berdasarkan metrik atau parameter spesifik yang ditentukan oleh pengguna.
Bayangkan stock screener sebagai sebuah saringan canggih. Anda memasukkan kriteria yang Anda inginkan misalnya, hanya menampilkan saham perusahaan di sektor perbankan yang mencetak laba bersih di atas Rp1 Triliun, membagikan dividen secara rutin, dan harganya sedang berada dalam tren naik.
Dalam hitungan sepersekian detik, algoritma penyaring ini akan memindai seluruh database pasar saham dan hanya menampilkan emiten yang memenuhi kriteria ketat tersebut secara persis. Alat ini membebaskan investor dari kelumpuhan analisis (analysis paralysis) dan memungkinkan mereka untuk fokus menganalisis lebih dalam pada kandidat-kandidat saham yang memang sudah relevan dengan gaya investasi mereka.
Keuntungan Menggunakan Screener Saham di 2026
Berdasarkan referensi dari berbagai portal edukasi finansial seperti Investing.com, penggunaan stock screener bukan sekadar jalan pintas, melainkan sebuah kebutuhan mutlak untuk bertahan di pasar modern. Berikut adalah keuntungan utamanya:
1. Efisiensi Waktu
Di tengah mobilitas dan tuntutan pekerjaan yang tinggi di tahun 2026, tidak banyak ritel yang memiliki waktu berjam-jam untuk membedah neraca keuangan harian.
Stock screener mengubah pekerjaan analisis kuantitatif yang seharusnya memakan waktu berminggu-minggu menjadi hanya beberapa kali klik. Anda bisa menemukan kandidat investasi dalam hitungan detik, dan mengalokasikan sisa waktu yang ada untuk membaca berita fundamental kualitatif atau memantau sentimen pasar.
2. Objektivitas Investasi
Salah satu musuh terbesar dalam berinvestasi adalah emosi dan bias kognitif. Sering kali investor membeli sebuah saham hanya karena ikut-ikutan tren (FOMO) atau terpengaruh rumor di forum diskusi. Stock screener bekerja murni berdasarkan logika matematika dan data historis yang dingin.
Ia menyingkirkan perusahaan yang tidak layak secara fundamental tanpa ampun, sehingga memaksa Anda untuk tetap objektif dan berpegang teguh pada rencana investasi semula.
3. Adaptasi Makro
Tahun 2026 membawa dinamika makroekonomi tersendiri, mulai dari transisi kebijakan suku bunga bank sentral hingga disrupsi kecerdasan buatan (AI) di berbagai industri. Dengan penyaring saham, Anda dapat beradaptasi secara instan.
Jika inflasi sedang tinggi, Anda bisa segera mengatur screener untuk mencari emiten konsumen barang primer (consumer goods) yang memiliki daya penetapan harga (pricing power) dengan tingkat margin kotor yang tebal untuk melindungi portofolio Anda.
4. Saham Undervalued
Peluang keuntungan terbesar di pasar modal lahir dari menemukan permata yang tersembunyi saham-saham dengan kinerja brilian yang belum disadari oleh kerumunan pasar. Stock screener memungkinkan Anda mengombinasikan filter pertumbuhan laba yang agresif dengan rasio valuasi yang masih sangat murah. Hal ini menjadi jembatan utama untuk menemukan emiten undervalued berpotensi multibagger sebelum harganya melonjak tinggi.
Kriteria Utama dalam Penyaring Saham
Alat ini hanya akan bekerja seefektif parameter yang Anda masukkan. Untuk mendapatkan hasil penyaringan yang optimal, Anda harus memahami berbagai kriteria rasio kunci yang sering digunakan dalam analisis fundamental dan teknikal:
1. Rasio Profitabilitas
Kriteria ini digunakan untuk mengukur seberapa efisien manajemen perusahaan dalam mencetak keuntungan dari modal dan aset yang mereka miliki.
- Return on Equity (ROE): Mencari perusahaan dengan ROE konsisten di atas 15% menunjukkan bahwa manajemen sangat pandai memutar ekuitas pemegang saham menjadi laba.
- Net Profit Margin (NPM): Menunjukkan persentase laba bersih dari total pendapatan. Margin yang tinggi membuktikan emiten memiliki keunggulan kompetitif.
2. Rasio Valuasi
Metrik valuasi membantu Anda memastikan bahwa Anda tidak membeli saham "salah harga" atau terlalu mahal (overvalued).
- Price to Earnings Ratio (PER): Membandingkan harga saham dengan laba per lembar saham. PER yang rendah (seringkali di bawah 10x atau 15x) bisa menjadi indikasi awal bahwa saham tersebut dihargai murah oleh pasar.
- Price to Book Value (PBV): Rasio yang membandingkan harga pasar saham dengan nilai buku aset perusahaan. PBV di bawah 1 (satu) menandakan saham diperdagangkan lebih rendah dari nilai aset bersihnya.
3. Kesehatan Keuangan
Di tengah ekonomi yang dinamis, kemampuan bertahan hidup emiten adalah yang terpenting. Anda tentu tidak ingin terjebak pada perusahaan yang berada di ambang kebangkrutan.
- Debt to Equity Ratio (DER): Mengukur rasio utang terhadap modal. Menetapkan filter DER di bawah 1x (atau 100%) membantu Anda menyortir perusahaan dengan tingkat utang yang aman dan tidak membebani arus kas.
- Current Ratio: Menyaring emiten yang memiliki rasio aset lancar jauh lebih besar dari kewajiban jangka pendeknya, memastikan mereka mampu membayar utang yang segera jatuh tempo.
4. Kriteria Dividen
Bagi pencari pendapatan pasif, kriteria ini sangat krusial.
- Dividend Yield: Mencari saham yang memberikan imbal hasil dividen per tahun yang lebih tinggi dari suku bunga deposito (misalnya di atas 5%).
- Dividend Payout Ratio (DPR): Memastikan porsi laba yang dibagikan wajar. DPR yang terlalu tinggi (misalnya di atas 90%) mungkin tidak berkelanjutan di masa depan.
Cara Menggunakan Stock Screener untuk Berbagai Strategi
Kecantikan dari stock screener adalah fleksibilitasnya. Berikut cara menyesuaikan parameter penyaring agar selaras dengan berbagai aliran investasi utama:
1. Value Investing
Aliran yang dipopulerkan oleh Warren Buffett ini berfokus pada membeli perusahaan bagus dengan harga diskon.
Setelan Screener: Pasang parameter PER di bawah rata-rata industri (misal < 12), PBV di bawah 1.5, dan DER di bawah 1. Pastikan juga pertumbuhan laba bersih bernilai positif dalam 3 tahun terakhir agar Anda tidak terjebak pada saham murahan yang perusahaannya memang sedang sekarat (value trap).
2. Growth Investing
Strategi ini lebih mementingkan prospek pertumbuhan emiten di masa depan dibandingkan valuasinya saat ini. Investor berani membeli agak mahal dengan harapan pertumbuhan laba meroket.
Setelan Screener: Fokus pada Earnings Per Share (EPS) Growth secara kuartalan maupun tahunan di atas 20%, Revenue Growth (pertumbuhan pendapatan) yang konsisten di atas 15%, dipadukan dengan ROE tinggi di atas 20%. Valuasi (PER/PBV) bisa sedikit dilonggarkan dalam strategi ini.
3. Dividend Investing
Cocok bagi mereka yang menjadikan saham sebagai instrumen pencetak arus kas rutin seperti uang sewa properti.
Setelan Screener: Atur agar hanya memunculkan emiten dengan Dividend Yield minimum 5% hingga 8%, dan pastikan Dividend Payout Ratio berada di kisaran sehat 40% hingga 70%. Anda juga dapat menambahkan filter laba bersih positif berturut-turut selama 5 tahun terakhir untuk membuktikan konsistensi emiten.
4. Analisis Teknikal
Selain fundamental, stock screener modern juga mengadopsi filter pergerakan aksi harga untuk para trader harian atau swing trader.
Setelan Screener: Anda bisa memfilter saham yang harganya baru saja menembus (menyilang) ke atas garis Moving Average (MA) 200 sebagai tanda awal tren bullish jangka panjang. Tambahkan filter lonjakan volume (Volume di atas rata-rata 10 hari) atau osilator seperti Relative Strength Index (RSI) di kisaran 30-40 untuk menangkap momen pembalikan arah dari fase jenuh jual.
Rekomendasi Platform Stock Screener Terpercaya
Di tahun 2026, kemudahan akses teknologi membuat Anda tidak perlu membuat tabel Excel manual. Berikut adalah beberapa platform penyaring saham terbaik yang direkomendasikan untuk digunakan:
1. TradingView
TradingView adalah primadona bagi analis teknikal di seluruh dunia, namun fitur stock screener-nya tak tertandingi untuk analisis fundamental hibrida. Antarmukanya sangat mulus dan interaktif. Anda bisa mencampur ratusan indikator teknikal (MACD, Bollinger Bands) dengan kriteria fundamental mendalam untuk bursa saham di seluruh dunia, termasuk Indonesia. Fitur visualisasinya memungkinkan pemetaan hasil yang instan ke dalam grafik.
2. Investing.com
Sebagai salah satu portal finansial tertua dan paling dihormati, Investing.com menyediakan stock screener yang sangat robust untuk analisis fundamental berbasis nilai. Basis datanya sangat masif dan mencakup berbagai benua.
Alat ini sangat unggul karena memungkinkan Anda menyaring menggunakan rasio keuangan berlapis, menyortir perusahaan berdasarkan kapitalisasi pasarnya, dan membandingkannya langsung dengan performa industri secara umum. Keakuratan data dan kelengkapan historisnya sangat bisa diandalkan.
3. Aplikasi Bawaan Sekuritas
Saat ini, hampir seluruh pialang saham lokal di Indonesia tidak mau ketinggalan menyematkan fitur penyaring saham yang powerful langsung di dalam aplikasi transaksi mereka. Penggunaan stock screener dari aplikasi bawaan memberikan nilai tambah berupa integrasi seamless: setelah Anda memfilter dan menemukan saham yang undervalued atau memberikan sinyal beli (buy signal),
Anda bisa langsung menekan tombol eksekusi transaksi di layar yang sama tanpa harus berpindah aplikasi. Ini mempercepat waktu reaksi Anda terhadap peluang emas di bursa saham tahun 2026.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!


