English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

5 Fokus Besar Market Minggu Ini: Iran, Inflasi AS, China, The Fed & Saham AI

Geraldo Kofit · 1 Views

Market global minggu ini diperkirakan akan bergerak sangat aktif karena ada beberapa faktor besar yang menjadi perhatian investor. Fokus utama masih tertuju pada konflik AS–Iran yang kembali mengalami kebuntuan setelah Presiden AS, Donald Trump, menolak proposal terbaru dari Iran terkait perdamaian dan program nuklir. Ketegangan ini membuat risiko di Selat Hormuz tetap tinggi, sehingga harga minyak dan aset safe haven berpotensi kembali volatile.

Selain geopolitik, trader juga menunggu data inflasi AS (CPI) yang akan menunjukkan apakah kenaikan harga minyak akibat konflik mulai berdampak pada ekonomi Amerika. Jika inflasi kembali naik tinggi, peluang penurunan suku bunga The Fed bisa semakin kecil, yang biasanya mendukung penguatan dolar AS dan menekan emas maupun saham. Di sisi lain, perhatian pasar juga tertuju pada pertemuan Presiden AS Donald Trump dengan Presiden China Xi Jinping yang diperkirakan membahas perang dagang, tarif, dan hubungan ekonomi kedua negara. Pertemuan ini penting karena bisa mempengaruhi sentimen global, terutama di sektor teknologi dan manufaktur.

Market juga menyoroti berakhirnya masa jabatan Ketua The Fed, Jerome Powell, yang akan digantikan oleh Kevin Warsh. Pergantian ini dinilai penting karena bisa mengubah arah kebijakan suku bunga AS ke depan. Selain itu, perusahaan chip AI Cerebras juga akan melakukan IPO besar yang menunjukkan sektor kecerdasan buatan (AI) masih menjadi pusat perhatian investor global. Bagi trader, minggu ini diperkirakan akan penuh volatilitas karena market harus menghadapi kombinasi antara risiko geopolitik, data ekonomi penting, perubahan kebijakan bank sentral, dan sentimen saham teknologi sekaligus.

Calendar:

Calendar 5 May.png

 

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bullish

Timeframe : H1

West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H1 masih menunjukkan potensi pergerakan naik yang cukup solid. Secara teknikal, harga tetap bertahan di atas dynamic support yang dibentuk oleh Moving Average (MA) 21 dan 50, sehingga momentum bullish masih terjaga dan    peluang    kenaikan    lanjutan    tetap    terbuka.

Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak naik menuju resistance terdekat di level 99.80, dengan target resistance berikutnya di 101.33 apabila momentum beli terus berlanjut. Selain itu, indikator stochastic juga masih menunjukkan arah kenaikan menuju area overbought (jenuh beli), yang mengindikasikan bahwa dominasi buyer masih cukup kuat dalam jangka pendek.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe H1 didukung oleh optimisme terhadap permintaan energi global serta terbatasnya pasokan minyak di pasar internasional. Aktivitas ekonomi yang tetap stabil di negara-negara konsumen utama seperti United States dan China memberikan dukungan terhadap prospek konsumsi energi, sehingga mendorong harga minyak bergerak lebih tinggi.

Di sisi lain, kebijakan pengendalian produksi dari OPEC+ juga masih menjadi faktor utama yang menopang harga minyak. Selama produksi tetap dibatasi dan tidak terjadi peningkatan suplai yang signifikan, pasar cenderung melihat harga minyak tetap berada dalam tren bullish.

Selain itu, faktor geopolitik di kawasan penghasil minyak turut menjaga sentimen positif terhadap harga energi. Kekhawatiran terhadap gangguan distribusi pasokan global dapat meningkatkan permintaan spekulatif pada minyak mentah, sehingga memperkuat momentum kenaikan harga.

 

USDJPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend :  Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, pasangan USD/JPY menunjukkan potensi untuk kembali bergerak naik secara signifikan. Hal ini didukung oleh beberapa faktor teknikal, salah satunya adalah terbentuknya pola Double Bottom yang menjadi sinyal pembalikan arah ke atas. Selain itu, harga juga berhasil membentuk swing low yang kuat pada area support di level 155.900 dan 155.018, yang menunjukkan bahwa tekanan beli mulai mendominasi pergerakan pasar.

Konfirmasi tambahan terlihat dari indikator stochastic yang bergerak naik menuju area overbought (jenuh beli), menandakan bahwa momentum bullish masih cukup kuat. Dengan kondisi tersebut, peluang kenaikan harga USD/JPY masih terbuka selama harga mampu bertahan di atas area support utama yang telah terbentuk.

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, potensi penguatan USD/JPY pada timeframe daily didukung oleh perbedaan kebijakan moneter antara Federal Reserve dan Bank of Japan. The Fed masih cenderung mempertahankan suku bunga pada level tinggi untuk menjaga inflasi tetap terkendali, sementara BOJ masih mempertahankan kebijakan moneter yang relatif longgar. Perbedaan arah kebijakan ini menjadi faktor utama yang mendukung penguatan USD terhadap    JPY.

Selain itu, kondisi ekonomi Amerika Serikat yang masih relatif solid — terutama dari sektor tenaga kerja dan konsumsi — turut menjaga permintaan terhadap Dolar AS. Imbal hasil obligasi pemerintah AS yang tetap tinggi juga meningkatkan daya tarik aset berbasis USD dibandingkan    Yen    Jepang.

Di sisi lain, Yen masih berpotensi tertekan karena pasar melihat BOJ belum melakukan perubahan kebijakan secara agresif. Selama tidak ada intervensi besar dari otoritas Jepang atau perubahan signifikan dalam kebijakan moneter BOJ, tekanan terhadap Yen masih cenderung bertahan.

 

EURUSD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, pasangan EUR/USD gagal menembus level resistance di 1.17864, yang menunjukkan bahwa tekanan beli mulai melemah di area tersebut. Saat ini, pergerakan harga masih berada dalam fase secondary trend dan berpotensi mengalami koreksi turun dalam jangka pendek.

Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang bergerak menuju support terdekat di level 1.17219. Apabila level support tersebut berhasil ditembus ke bawah, maka potensi pelemahan lanjutan dapat membawa harga turun menuju support berikutnya di 1.16752. Struktur pergerakan ini mengindikasikan bahwa tekanan jual mulai meningkat setelah harga gagal melanjutkan breakout pada area resistance utama.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan EUR/USD pada timeframe daily didukung oleh kembali menguatnya US Dollar di tengah meningkatnya kehati-hatian pasar terhadap arah kebijakan moneter global. Investor masih melihat peluang Federal Reserve mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama apabila data ekonomi Amerika Serikat tetap kuat, terutama dari sektor tenaga kerja dan inflasi. Kondisi ini memberikan dukungan terhadap    USD    dan    menekan    pergerakan    EUR/USD.

Di sisi lain, pasar juga mulai mencermati perlambatan ekonomi di kawasan Eropa yang dapat membatasi ruang penguatan Euro. Ekspektasi bahwa European Central Bank akan lebih berhati-hati dalam menjaga kebijakan moneter ketat turut menjadi faktor yang menekan    mata    uang    Euro    dalam    jangka    pendek.

Selain itu, meningkatnya permintaan terhadap aset safe haven juga dapat mendorong penguatan USD, terutama ketika pasar berada dalam kondisi risk-off. Hal ini membuat tekanan jual pada EUR/USD semakin terlihat setelah harga gagal menembus area resistance penting.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, indeks Dow Jones Industrial Average menunjukkan bahwa tekanan penurunan yang terlihat pada timeframe daily sebelumnya mulai tertahan. Secara struktur, pergerakan harga pada timeframe H4 masih berada dalam tren bullish dan baru saja menyelesaikan fase secondary trend.

Selain itu, harga juga berhasil bertahan di atas dynamic support yang dibentuk oleh Moving Average (MA) 21 dan 50, yang menunjukkan bahwa momentum buyer masih cukup kuat untuk menjaga arah kenaikan. Dengan kondisi tersebut, indeks berpotensi melanjutkan penguatan menuju resistance terdekat di level 50140, dengan target lanjutan di 50704 apabila momentum bullish tetap terjaga.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan pada Dow Jones Industrial Average didukung oleh membaiknya sentimen pasar terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat. Investor masih melihat kondisi ekonomi AS relatif stabil, terutama dari sektor tenaga kerja, konsumsi, dan kinerja perusahaan besar yang tetap solid. Hal ini memberikan dorongan positif bagi pasar saham dalam jangka pendek.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan lebih berhati-hati dalam menaikkan suku bunga juga menjadi faktor pendukung. Jika tekanan inflasi mulai mereda, pasar akan melihat peluang kebijakan moneter yang lebih longgar, sehingga meningkatkan minat investor terhadap aset berisiko seperti saham.

Di sisi lain, sentimen risk-on di pasar global turut membantu penguatan indeks saham AS. Ketika kekhawatiran terhadap geopolitik dan perlambatan ekonomi mulai mereda, aliran dana cenderung kembali masuk ke pasar ekuitas, termasuk Dow Jones.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.