

Market Analysis
Harga Minyak Anjlok, Saham Energi Global Ikut Terseret Turun

Saham Energi Anjlok Saat Harga Minyak Jatuh di Bawah $100
Saham-saham perusahaan energi global mengalami penurunan tajam setelah harga minyak turun drastis dan kembali berada di bawah level penting $100 per barel. Penurunan ini terjadi setelah Presiden AS, Donald Trump, memutuskan untuk menghentikan sementara operasi militer di Selat Hormuz karena adanya kemajuan dalam negosiasi damai dengan Iran. Sentimen ini langsung membuat harga minyak seperti Brent turun lebih dari 10% ke sekitar $97, sementara WTI juga jatuh lebih dari 11%, menandakan berkurangnya kekhawatiran terhadap gangguan supply minyak global.
Akibatnya, saham perusahaan energi besar seperti BP, Shell, hingga ExxonMobil ikut terkoreksi cukup dalam karena harga minyak yang lebih rendah berarti potensi keuntungan mereka juga menurun.
Di sisi lain, pasar saham secara umum justru mendapat sentimen positif karena turunnya harga energi bisa membantu menekan inflasi dan biaya produksi. Bagi trader, kondisi ini menunjukkan perubahan sentimen dari sebelumnya bullish oil menjadi lebih bearish, karena harapan damai membuat supply minyak diperkirakan kembali normal, meskipun pergerakan market masih bisa berubah cepat tergantung perkembangan negosiasi selanjutnya.
Calendar:
Analisa Teknikal
Trend : Bearish
Timeframe : Daily
West Texas Intermediate (WTI) pada timeframe daily saat ini menunjukkan potensi pelemahan harga. Secara teknikal, harga telah berhasil menembus (breakout) level support minor di 99.05, yang mengindikasikan bahwa tekanan jual masih cukup dominan. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang melanjutkan penurunan menuju level support terdekat di 92.65, dengan target lanjutan di 85.40 apabila momentum bearish tetap berlanjut.
Selain itu, indikator stochastic juga mendukung skenario pelemahan ini, di mana pergerakannya masih mengarah turun menuju area oversold (jenuh jual). Hal ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih kuat, meskipun potensi koreksi teknikal tetap dapat terjadi dalam perjalanan penurunan harga.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi pelemahan West Texas Intermediate (WTI) sejalan dengan perubahan keseimbangan antara permintaan dan pasokan minyak global. Kekhawatiran terhadap perlambatan ekonomi dunia — terutama di negara-negara konsumen utama seperti China dan United States —dapat menekan permintaan energi, sehingga memberikan tekanan turun pada harga minyak.
Di sisi lain, pasokan minyak global berpotensi meningkat, baik dari produksi negara non-OPEC+ maupun kemungkinan pelonggaran kebijakan produksi di masa mendatang. Jika pasokan bertambah sementara permintaan melemah, maka tekanan terhadap harga minyak akan semakin besar.
Selain itu, penguatan US Dollar juga menjadi faktor yang menekan harga minyak, karena komoditas ini diperdagangkan dalam USD sehingga menjadi lebih mahal bagi negara dengan mata uang lain. Sentimen pasar yang cenderung risk-off juga dapat mempercepat tekanan jual di pasar komoditas.
Analisa Teknikal
Trend : Bearish
Timeframe : Daily
Pada timeframe H1, pasangan USD/JPY menunjukkan kelanjutan pelemahan setelah sebelumnya membentuk pola Double Top, yang menjadi sinyal pembalikan arah. Harga saat ini bergerak turun dan tertahan di area dynamic resistance yang diwakili oleh Moving Average (MA) 21 dan 50 pada level
157.048 dan 157.919, yang memperkuat tekanan jual di pasar.
Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju level support terdekat di 154.529, dengan target lanjutan di 153.229 apabila dominasi seller tetap kuat. Selain itu, struktur pergerakan harga juga membentuk pola ABC correction yang mengindikasikan fase koreksi masih berlangsung. Indikator stochastic turut mendukung skenario ini, di mana posisinya berada di area pelemahan mendekati oversold (jenuh jual), menandakan tekanan jual masih cukup dominan meskipun potensi pantulan sementara tetap perlu diwaspadai.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi pelemahan USD/JPY dalam jangka pendek sejalan dengan meningkatnya kembali permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven di tengah ketidakpastian pasar global. Ketika sentimen pasar cenderung risk-off, investor biasanya beralih ke mata uang yang dianggap lebih stabil seperti Yen, sehingga memberikan tekanan turun pada pasangan USD/JPY.
Selain itu, kemungkinan adanya intervensi lanjutan dari Bank of Japan juga menjadi faktor penting. Otoritas Jepang sebelumnya telah menunjukkan keseriusannya dalam menjaga stabilitas nilai tukar Yen, sehingga setiap pelemahan ekstrem berpotensi direspons dengan intervensi yang dapat menekan USD/JPY.
Di sisi lain, ekspektasi pasar terhadap kebijakan Federal Reserve yang mulai condong ke arah lebih dovish juga dapat melemahkan Dolar AS. Jika data ekonomi AS menunjukkan perlambatan atau inflasi mulai menurun, maka peluang penurunan suku bunga akan semakin besar, sehingga mengurangi daya tarik USD.
Analisa Teknikal
Trend : Bullish
Timeframe : Daily
Pada timeframe daily, pasangan EUR/USD masih memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan harga. Hal ini didukung oleh terbentuknya pola Inverse Head and Shoulders pada area secondary trend, yang merupakan sinyal pembalikan arah ke atas. Selain itu, harga juga tetap bertahan di atas dynamic support yang diwakili oleh Moving Average (MA) 21 dan 50, sehingga memperkuat struktur bullish yang sedang terbentuk.
Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak naik menuju resistance terdekat di level 1.17965, dengan target lanjutan di 1.18486 apabila momentum tetap terjaga. Namun, risiko tetap perlu diperhatikan, di mana level support terdekat berada di 1.16932 sebagai batas pengamanan jika terjadi koreksi. Indikator stochastic juga mendukung skenario ini, karena masih menunjukkan pergerakan naik yang mengindikasikan adanya penguatan dari sisi buyer.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD pada timeframe daily didukung oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan stabilnya prospek ekonomi kawasan Eropa. Dolar AS berpotensi melemah apabila pasar semakin yakin bahwa Federal Reserve akan mulai melonggarkan kebijakan moneternya, terutama jika data inflasi terus menunjukkan penurunan atau pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Ekspektasi ini dapat mengurangi daya tarik USD dan mendorong penguatan EUR/USD.
Di sisi lain, Euro mendapatkan dukungan dari sikap European Central Bank yang cenderung lebih berhati-hati dalam menurunkan suku bunga, terutama jika tekanan inflasi di kawasan Eropa masih relatif tinggi. Hal ini menjaga daya tarik Euro di mata investor, terutama dalam jangka menengah.
Selain itu, membaiknya sentimen risiko global juga turut mendorong penguatan Euro, karena mata uang ini cenderung menguat dalam kondisi pasar yang lebih optimis (risk-on). Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental EUR/USD memiliki peluang untuk melanjutkan kenaikan, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan struktur bullish yang masih kuat.

Analisa Teknikal
Trend : Bearish
Timeframe : Daily
Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average kembali menunjukkan penguatan yang cukup signifikan. Kenaikan ini dipicu oleh sentimen positif dari pernyataan Donald Trump terkait potensi perdamaian dengan Iran, yang memberikan dorongan optimisme bagi pasar.
Secara teknikal, harga saat ini berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 50,206. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka peluang kenaikan lanjutan terbuka menuju resistance berikutnya di 50,831. Selain itu, indikator stochastic juga masih menunjukkan pergerakan naik menuju area overbought (jenuh beli), yang mencerminkan bahwa momentum buyer masih cukup kuat, setidaknya hingga muncul tanda-tanda pelemahan lebih lanjut.
Analisa Fundamental
Dari sisi fundamental, penguatan pada Dow Jones Industrial Average didukung oleh membaiknya sentimen geopolitik setelah pernyataan Donald Trump terkait potensi perdamaian dengan Iran. Harapan meredanya ketegangan di kawasan Timur Tengah dapat mengurangi risiko global, sehingga mendorong investor kembali masuk ke aset berisiko seperti saham
Selain itu, optimisme pasar juga didukung oleh kondisi ekonomi Amerika Serikat yang relatif stabil, terutama dari sisi konsumsi dan sektor tenaga kerja. Ekspektasi bahwa Federal Reserve tidak akan memperketat kebijakan moneter secara agresif dalam waktu dekat turut memberikan dorongan positif bagi pasar saham, karena menjaga likuiditas tetap memadai.
Di sisi lain, meredanya ketegangan geopolitik juga berpotensi menekan harga energi, yang dapat membantu menurunkan tekanan inflasi dan meningkatkan margin keuntungan perusahaan. Hal ini semakin memperkuat sentimen positif di pasar ekuitas.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

