English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

USDJPY Terancam Koreksi, Target Turun ke 157.220

Geraldo Kofit · 1 Views

Trump Hentikan Sementara Operasi Hormuz, Sinyal Kesepakatan Iran Sudah Dekat

Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa operasi militer di Selat Hormuz yang dikenal sebagai “Project Freedom” akan dihentikan sementara karena adanya kemajuan besar dalam negosiasi damai dengan Iran. Ia menyebut bahwa kesepakatan “final” antara kedua negara sudah semakin dekat, sehingga langkah ini diambil untuk memberi ruang agar perjanjian tersebut bisa benar-benar diselesaikan dan ditandatangani. Meski operasi dihentikan, blokade terhadap Iran tetap berjalan sebagai bentuk tekanan selama proses negosiasi berlangsung.

Bagi market, kabar ini menjadi sinyal positif (risk-on) karena menunjukkan potensi berakhirnya konflik yang selama ini mengganggu jalur minyak global. Dampaknya, harga minyak cenderung melemah karena risiko gangguan supply berkurang, sementara saham bisa mendapat dorongan naik. Namun, karena kesepakatan belum resmi terjadi, pergerakan market tetap berpotensi fluktuatif hingga ada kepastian final dari kedua negara.

 

Calendar:

Calendar 5 May.png

 

USD/JPY

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : H1

Pada timeframe H1, pasangan USDJPY saat ini menunjukkan kegagalan untuk melanjutkan kenaikan dalam jangka pendek. Hal ini terlihat dari terbentuknya pola bearish engulfing yang mengonfirmasi adanya swing high baru, sehingga mengindikasikan potensi pembalikan arah ke bawah. Selain itu, indikator stochastic juga mendukung sinyal tersebut, di mana pergerakannya mengarah turun menuju area oversold (jenuh jual), menandakan meningkatnya tekanan jual.

Jika diperhatikan lebih lanjut, harga juga membentuk pola Double Top yang semakin memperkuat indikasi pelemahan. Saat ini, pergerakan harga sedang menunggu konfirmasi breakout pada area neckline yang sekaligus menjadi support minor. Apabila level tersebut berhasil ditembus, maka harga berpotensi melanjutkan penurunan menuju target support di level 157.486, dengan target lanjutan di 157.220.

Analisa Fundamental 

Dari sisi fundamental, potensi pelemahan USD/JPY dalam jangka pendek sejalan dengan meningkatnya kembali permintaan terhadap Yen sebagai aset safe haven. Hal ini dapat dipicu oleh ketidakpastian pasar atau meningkatnya risiko global, yang mendorong investor beralih  ke  mata  uang  yang  dianggap  lebih  stabil  seperti  Yen  Jepang.

Selain itu, kemungkinan adanya kembali intervensi dari Bank of Japan (BOJ) juga menjadi faktor yang menekan penguatan USD/JPY. Pasar cenderung lebih berhati-hati ketika harga berada di level tinggi, karena otoritas Jepang sebelumnya telah menunjukkan komitmennya untuk    menjaga    stabilitas    nilai    tukar    Yen.

Di sisi lain, meskipun Federal Reserve masih mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat, ekspektasi pasar terhadap potensi pelonggaran ke depan dapat mulai membatasi penguatan Dolar AS. Jika sentimen ini terus berkembang, maka tekanan terhadap    USD    akan    meningkat.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental USD/JPY memiliki peluang untuk mengalami pelemahan dalam jangka pendek, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan potensi bearish pada timeframe H1.

 

WTI / OIL

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

West Texas Intermediate (WTI) saat ini masih berada dalam tren bullish yang cukup kuat. Pergerakan harga terlihat tetap tertahan di atas indikator Moving Average (MA) 21 dan 50, yang mengindikasikan bahwa momentum kenaikan masih terjaga dan berpotensi berlanjut. Jika tren ini bertahan, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju level resistance terdekat di 109.04, dengan target resistance berikutnya di 113. Meski demikian, penting untuk tetap memperhatikan batasan risiko, di mana level support berada pada 99.18 dan 94.82 sebagai area penahan jika terjadi koreksi harga.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, tren bullish pada West Texas Intermediate (WTI) saat ini sejalan dengan beberapa faktor pendukung utama. Permintaan minyak global cenderung tetap kuat, terutama dari negara-negara dengan aktivitas industri tinggi seperti China dan United States, yang menunjukkan tanda-tanda pemulihan ekonomi dan peningkatan konsumsi energi. Di sisi lain, kebijakan pemangkasan produksi yang dilakukan oleh OPEC+ terus membatasi pasokan di pasar global, sehingga menjaga keseimbangan supply-demand tetap ketat.
Selain itu, faktor geopolitik juga turut memberikan tekanan ke atas harga minyak. Ketegangan di wilayah penghasil minyak, khususnya di kawasan Timur Tengah, meningkatkan kekhawatiran akan gangguan pasokan. Dari sisi makroekonomi, pelemahan US Dollar juga menjadi katalis positif, karena membuat harga minyak lebih menarik bagi pemegang mata uang lain.
Namun demikian, pelaku pasar tetap perlu mencermati potensi risiko, seperti kemungkinan perlambatan ekonomi global atau perubahan kebijakan moneter yang lebih ketat dari Federal Reserve, yang dapat menekan permintaan energi. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental harga WTI masih memiliki ruang untuk melanjutkan kenaikan, sejalan dengan gambaran teknikal yang menunjukkan tren bullish.

 

EUR/USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : H4

Pada timeframe H4, pasangan EUR/USD menunjukkan potensi untuk kembali menguat setelah harga gagal menembus level support di 1.16752. Area ini berfungsi sebagai demand zone yang kuat, di mana tekanan beli terlihat cukup dominan sehingga membentuk swing low yang valid. Dari level tersebut, harga mulai bergerak naik dan membuka peluang untuk melanjutkan penguatan.
Dalam skenario ini, harga berpotensi menuju resistance terdekat di level 1.17562, dengan target kenaikan lanjutan di 1.17902 apabila momentum bullish tetap terjaga. Konfirmasi tambahan juga terlihat dari indikator stochastic yang mengarah naik, menunjukkan keselarasan dengan pergerakan harga dan memperkuat sinyal kenaikan dalam jangka menengah.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan EUR/USD pada timeframe H4 didukung oleh kombinasi pelemahan Dolar AS dan stabilnya sentimen terhadap Euro. Dolar AS berpotensi melemah jika pasar mulai mengantisipasi kebijakan yang lebih longgar dari Federal Reserve, terutama apabila data inflasi menunjukkan penurunan atau pertumbuhan ekonomi mulai melambat. Ekspektasi ini dapat mengurangi daya tarik USD dalam jangka pendek.

Di sisi lain, Euro mendapatkan dukungan dari sikap European Central Bank yang cenderung berhati-hati dalam melonggarkan kebijakan moneter, terutama jika tekanan inflasi di kawasan Eropa masih relatif tinggi. Hal ini dapat memberikan sentimen positif terhadap EUR,    setidaknya    dalam    jangka    menengah.

Selain itu, membaiknya sentimen risiko global juga turut mendorong penguatan Euro, karena mata uang ini cenderung menguat saat kondisi pasar berada dalam fase risk-on. Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental EUR/USD memiliki peluang untuk bergerak naik, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan potensi bullish dari area demand zone.

 

DOW / Dowjones

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bullish

Timeframe : Daily

Pada timeframe daily, indeks Dow Jones Industrial Average saat ini tertahan oleh dynamic support yang diwakili oleh Moving Average (MA) 21 dan 50. Area ini berhasil memicu reaksi penolakan (rejection), yang terlihat dari terbentuknya candlestick bullish dan menciptakan swing low baru sekaligus support di level 49,071.

Dari kondisi tersebut, harga berpotensi melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 49,915. Apabila momentum bullish tetap terjaga dan terjadi penembusan lanjutan, maka target resistance berikutnya berada di level 50,603. Struktur ini menunjukkan bahwa peluang penguatan masih cukup terbuka selama harga mampu bertahan di atas area dynamic support tersebut.

Analisa Fundamental

Dari sisi fundamental, potensi penguatan pada Dow Jones Industrial Average didukung oleh membaiknya sentimen pasar terhadap prospek ekonomi Amerika Serikat. Data ekonomi yang relatif solid — seperti sektor tenaga kerja dan konsumsi —memberikan keyakinan bahwa pertumbuhan masih terjaga, sehingga mendorong minat investor kembali ke pasar saham.

Selain itu, ekspektasi bahwa Federal Reserve akan mulai melonggarkan kebijakan moneter atau setidaknya menahan kenaikan suku bunga juga menjadi katalis positif. Harapan terhadap suku bunga yang lebih stabil atau lebih rendah dapat meningkatkan likuiditas dan mendorong valuasi saham menjadi lebih menarik.

Di sisi lain, penurunan imbal hasil obligasi pemerintah AS turut mendukung peralihan dana ke aset berisiko seperti saham. Faktor ini, ditambah dengan kinerja laporan keuangan perusahaan yang masih cukup solid, memberikan dorongan tambahan bagi indeks saham.

Dengan kombinasi faktor-faktor tersebut, secara fundamental Dow Jones memiliki peluang untuk melanjutkan penguatan, sejalan dengan sinyal teknikal yang menunjukkan adanya rebound dari area support dan potensi kenaikan lanjutan.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.