English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rupiah Offshore Tembus Rp17.400/US$, Bagaimana di Pasar Spot?

Bloomberg Technoz · 1 Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pergerakan rupiah di luar negeri sudah tembus Rp17.400/US$. Pada perdagangan Non-Deliverable Forward (NDF), rupiah hari ini (5/4/2026) sudah menembus level Rp17.420/US$, setelah kemarin melemah 0,49%. Tak lama berselang, rupiah melanjutkan pelemahannya 0,08% ke posisi Rp17.434/US$. 

Tekanan terhadap rupiah datang dari sisi eksternal dan domestik. Data-data ekonomi yang dirilis ikut membebani pergerakan rupiah dan sempat menyebabkan rupiah spot menjadi yang terlemah di kawasan kemarin. 

Rupiah di luar negeri tembus di atas Rp17.400/US$ dan kembali melemah, Selasa (5/5/2026)

Dari sisi eksternal, penguatan dolar AS yang masih berlanjut mencerminkan masih tingginya permintaan aset safa haven di tengah eskalasi geopolitik dan lonjakan harga energi global. Indeks dolar AS hari ini diperdagangkan menguat 0,22% ke posisi 98,37, begitu juga dengan minyak mentah dunia masih bertahan di harga tinggi dengan kenaikan 5,8% ke posisi US$114 per barel pada 06.40 WIB. 

Kenaikan tajam harga minyak juga memperburuk prospek neraca perdagangan RI melalui peningkatan impor energi yang dapat memperlebar defisit transaksi berjalan. 

Memang neraca kemarin memang masih mencatatkan surplus karena berada di atas proyeksi para ekonom dengan capaian US$3,32 miliar, namun posisinya lebih rendah dibanding surplus bulan sebelumnya yaitu US$4,33 miliar. Perlambatan ini terjadi lantaran adanya defisit komoditas migas sebesar US$1,89 miliar dengan komoditas penyumbang defisit adalah minyak mentah hasil minyak dan gas. 

Di sisi lain, kabar kurang menggembirakan datang dari sektor riil. Indeks PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global tercatat di 49,1, di bawah 50 artinya sektor industri kembali masuk ke fase kontraksi, setelah sempat berada di zona ekspansi pada Maret. Aktivitas manufaktur Indonesia ini menjadi yang terendah sejak Juni tahun lalu. 

Capaian indeks ini mengindikasikan permintaan domestik yang belum solid. Hal ini turut menekan sentimen terhadap rupiah. Kekhawatiran pasar terhadap keberlanjutan pembiayaan eksternal dan stabilitas fiskal di tengah tekanan global juga memperbesar premi risiko aset domestik.

Dari kawasan, belum banyak pergerakan mata uang di pasar yang sudah buka. Hanya yen Jepang menguat terbatas 0,02%, disusul dolar Singapura 0,01%. Sebaliknya, dolar Hong Kong tergerus tipis 0,01% pada 06.50 WIB. 

Di pasar spot hari ini, tekanan terhadap rupiah diperkirakan masih akan berlanjut dengan kecenderungan bergerak di kisaran Rp17.350-Rp17.450/US$. Selama indeks dolar bertahan kuat dan harga minyak tetap tinggi, ruang penguatan rupiah menjadi terbatas.

Memang, Bank Indonesia akan tetap melakukan intervensi yang intensif di pasar, dan hanya mampu menahan volatilitasnya saja. Namun, tanpa katalis positif yang signifikan dari sisi global maupun domestik, rupiah kemungkinan masih akan diperdagangkan dalam bias melemah. 

Analisis Teknikal

Secara teknikal nilai rupiah berpotensi melanjutkan tren pelemahan hari ini. Adapun rupiah berpotensi melemah menembus support pada level Rp17.400/US$, support selanjutnya bisa menuju Rp17.450/US$ usai break trendline sebelumnya.

Analisis Teknikal Rupiah Selasa 5 Mei 2026 (Sumber: Bloomberg)

Teknikal rupiah juga memperlihatkan level Rp17.500/US$ sebagai level paling pesimistis pelemahan rupiah dalam time frame daily, tren bearish jangka pendek (short-term).

Sebaliknya nilai rupiah memiliki level resistance terdekat pada level Rp17.350/US$. Apabila level ini berhasil tembus, maka mengonfirmasi resistance selanjutnya pada level Rp17.300/US$ sebagai resistance potensial.