English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Dampak UEA Keluar dari OPEC: Perang Harga Minyak Dunia Mengintai

KOMPAS · 1 Views

ABU DHABI, KOMPAS.com - Keluarnya Uni Emirat Arab (UEA) dari Organisasi Negara-Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan OPEC+ dinilai akan memicu risiko perang harga minyak di masa depan.

Prediksi tersebut disampaikan Ron Bousso, kolumnis energi untuk Reuters, dalam tulisan opini terbarunya, Selasa (28/4/2026).

Bousso menyebut, pangsa pasar OPEC sebetulnya telah menyusut dari 50 persen pada era 1970-an menjadi sekitar 30 persen saat ini.

Susutnya pangsa pasar organisasi tersebut disebabkan oleh lonjakan produksi dari negara non-OPEC seperti Amerika Serikat, Kanada, dan Brasil.

Jika OPEC retak, ujar Bousso, ada risiko perang harga yang sengit begitu perang Iran berakhir. 

"Persaingan perebutan pangsa pasar antara OPEC+, UEA, dan AS berpotensi memicu jatuhnya harga minyak secara tajam," tulis Bousso.

Sebelumnya, beberapa negara seperti Qatar, Ekuador, dan Angola juga telah lebih dulu keluar dari OPEC.

Kini, hengkangnya UEA dianggap memiliki dampak yang jauh lebih besar karena kapasitas produksi dan pengaruh regionalnya yang kuat. 

"Banyak pihak menilai, OPEC yang dikenal dunia selama ini mungkin telah berakhir," paparnya.

Keluarnya UEA dari OPEC juga terjadi di tengah situasi regional yang sangat rapuh. 

Penutupan Selat Hormuz telah menjebak lebih dari 13 juta barrel minyak per hari pasokan minyak dunia atau sekitar 13 persen dari pasokan global.

Sebagaimana diketahui, negara ini adalah pusat bisnis regional dan salah satu sekutu terpenting Washington.

UEA menjadi salah satu negara Teluk yang menjadi target serangan balasan dari Teheran selama perang di Timur Tengah.

Negara ini juga menghadapi masalah dalam hubungannya dengan negara tetangganya, Arab Saudi, pengekspor minyak terbesar di dunia dan kekuatan dominan di dalam OPEC.