

Market Analysis
Dolar Perkasa dan Yield Obligasi Naik, Harga Emas Tertekan

XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal
Trend : Bearish I Time Frame : M15
Pada timeframe M15, pasangan XAU/USD belum mampu menembus area resistance sebelumnya di level 4729. Saat ini, harga membentuk swing high yang lebih rendah dibandingkan high sebelumnya, yang mengindikasikan potensi pelemahan dalam jangka pendek. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang turun menuju support minor terdekat di level 4699, dengan target berikutnya di level 4690. Selain itu, indikator stochastic juga menunjukkan arah penurunan menuju area jenuh jual (oversold), yang memperkuat potensi
koreksi harga.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, potensi pelemahan emas dalam jangka pendek dapat dipengaruhi oleh penguatan dolar AS. Ketika dolar menguat, harga emas cenderung tertekan karena menjadi lebih mahal bagi investor global.
Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga tinggi juga menjadi faktor utama. Suku bunga tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil seperti obligasi, sehingga mengurangi minat terhadap emas yang
tidak memberikan yield.
Kenaikan yield obligasi pemerintah AS turut memperkuat tekanan terhadap emas, karena meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas. Investor cenderung mengalihkan dana ke instrumen dengan imbal hasil lebih tinggi.
Di sisi lain, kondisi pasar yang cenderung stabil (risk-on) juga dapat menekan permintaan terhadap emas sebagai aset safe haven, sehingga memperkuat potensi penurunan harga dalam jangka pendek.
EUR/USD
Analisa Teknikal
Trend : Bullish I Time Frame : H4
Pada timeframe H4, pasangan EUR/USD menunjukkan potensi kelanjutan kenaikan yang cukup signifikan setelah berhasil menembus Moving Average 21 dan 34. Penembusan ini mengindikasikan perubahan momentum ke arah bullish. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang melanjutkan kenaikan menuju resistance terdekat di level 1.17609, dengan target berikutnya di level 1.17888. Selain itu, indikator stochastic yang masih berada di atas area overbought menunjukkan bahwa momentum penguatan masih dominan dan
belum terlihat tanda pelemahan dalam waktu dekat.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, penguatan EUR/USD dapat dipicu oleh melemahnya dolar AS, terutama jika pasar mulai mengantisipasi kebijakan yang lebih longgar dari Federal Reserve. Ekspektasi penurunan suku bunga atau perlambatan ekonomi AS dapat mengurangi daya tarik USD di mata investor.
Di sisi lain, European Central Bank masih memiliki kecenderungan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat untuk menjaga stabilitas inflasi. Perbedaan arah kebijakan ini dapat memberikan dukungan tambahan bagi penguatan euro. Selain itu, perbaikan data ekonomi di kawasan Eropa, seperti sektor manufaktur dan jasa, juga dapat meningkatkan kepercayaan pasar terhadap euro dan mendorong permintaan terhadap mata uang tersebut.
Sentimen pasar yang cenderung risk-on turut memperlemah dolar sebagai aset safe haven, sehingga memberikan ruang bagi EUR/USD untuk melanjutkan kenaikan.
GBP/USD

Analisa Teknikal
Trend : Bullish I Time Frame : H4
Pada timeframe H4, pasangan GBP/USD menunjukkan potensi kelanjutan kenaikan harga. Hal ini didukung oleh terbentuknya pola falling wedge, yang umumnya merupakan pola pembalikan bullish. Dengan kondisi tersebut, harga berpeluang naik menuju resistance terdekat di level 1.35828. Jika momentum kenaikan berlanjut, harga berpotensi mencapai target berikutnya di level 1.36929, yang merupakan area proyeksi dari Harmonic Fibonacci 161.8.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, penguatan GBP/USD dapat didorong oleh pelemahan dolar AS, terutama jika pasar mulai mengantisipasi kebijakan yang lebih dovish dari Federal Reserve. Ekspektasi penurunan suku bunga atau perlambatan ekonomi AS
dapat mengurangi daya tarik USD.
Di sisi lain, Bank of England masih memiliki kecenderungan mempertahankan kebijakan moneter yang relatif ketat guna mengendalikan inflasi. Suku bunga yang relatif tinggi di Inggris dapat memberikan dukungan terhadap penguatan poundsterling.
Selain itu, data ekonomi Inggris yang menunjukkan stabilitas, seperti sektor tenaga kerja dan inflasi yang masih tinggi, juga dapat memperkuat ekspektasi bahwa kebijakan moneter tetap ketat, sehingga mendukung GBP.
Sentimen pasar yang cenderung risk-on turut mendorong penguatan mata uang berisiko seperti GBP, sekaligus melemahkan dolar sebagai aset safe haven.
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

