

Market Analysis
Poundsterling Terancam Melemah Efek dari Dominasi USD

GBP/USD

Analisa Teknikal
Trend : Bearish I Time Frame : H4
Pada timeframe H4, pasangan GBP/USD menunjukkan potensi pelemahan harga yang cukup signifikan. Hal ini didukung oleh terbentuknya pola bearish pennant, yang mengindikasikan peluang kelanjutan tren turun. Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi bergerak menuju support terdekat di level 1.34728, dengan target berikutnya di level 1.34089. Selain itu, indikator stochastic juga masih mengonfirmasi tekanan bearish dan mengarah ke area jenuh jual (oversold), yang memperkuat potensi penurunan lanjutan
dalam jangka pendek.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, tekanan terhadap GBP/USD saat ini dipengaruhi oleh penguatan dolar AS yang masih cukup dominan. Data ekonomi Amerika Serikat yang relatif solid, seperti sektor tenaga kerja dan konsumsi, terus memberikan
dukungan terhadap USD.
Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi menjadi faktor utama penguatan dolar. Sikap ini membuat aset berbasis USD tetap menarik bagi investor global.
Di sisi lain, Bank of England menghadapi tekanan dari potensi perlambatan ekonomi Inggris. Meskipun masih menjaga kebijakan yang relatif ketat, ruang untuk kenaikan suku bunga tambahan mulai terbatas, sehingga melemahkan daya tarik
poundsterling.
Sentimen pasar yang cenderung risk-off juga dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, yang semakin menekan GBP/USD.
XAUUSD / GOLD

Analisa Teknikal
Trend : Bullish I Time Frame : M15
Pada timeframe M15, pasangan XAU/USD menunjukkan adanya penolakan di area support pada level 4692 dan 4701. Dari pergerakan tersebut, harga terlihat membentuk pola double bottom dan telah menembus neckline yang sebelumnya berfungsi sebagai resistance minor. Kondisi ini mengindikasikan potensi kenaikan lanjutan menuju resistance terdekat di level 4733, dengan target berikutnya di level 4748. Selain itu, indikator stochastic juga telah bergerak ke area overbought, yang menunjukkan adanya tekanan beli
dalam jangka pendek.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, kenaikan emas dalam jangka pendek dapat didorong oleh pelemahan sementara dolar AS. Ketika dolar melemah, harga emas cenderung menguat karena menjadi lebih murah bagi investor global.
Selain itu, adanya penurunan sementara pada yield obligasi AS juga dapat memberikan ruang bagi emas untuk naik. Penurunan yield mengurangi opportunity cost dalam memegang emas, sehingga meningkatkan daya tariknya sebagai aset investasi.
Faktor lain yang mendukung adalah meningkatnya permintaan safe haven dalam jangka pendek, terutama jika terdapat ketidakpastian pasar atau sentimen risiko yang belum stabil. Hal ini dapat memicu rebound harga emas setelah sebelumnya mengalami tekanan.
Namun, perlu diperhatikan bahwa kenaikan ini berpotensi bersifat sementara apabila kebijakan dari Federal Reserve masih cenderung ketat dalam jangka menengah, yang dapat kembali menekan harga emas.
EUR/USD

Analisa Teknikal
Trend : Bearish I Time Frame : H4
Pada timeframe H4, pasangan EUR/USD masih menunjukkan potensi penurunan secara bertahap menuju area support terdekat di level 1.16769, dengan target berikutnya di level 1.16425. Hal ini terlihat dari formasi candlestick yang masih mencerminkan tekanan
bearish dan peluang lanjutan penurunan harga. Selain itu, indikator stochastic yang berada di area jenuh jual (oversold) juga menunjukkan bahwa tekanan dari sisi seller masih cukup kuat dalam pergerakan saat ini.
Analisa Fundamental
Secara fundamental, tekanan terhadap EUR/USD masih dipengaruhi oleh kekuatan dolar AS yang relatif dominan. Hal ini didukung oleh data ekonomi Amerika Serikat yang cenderung solid, seperti sektor tenaga kerja dan konsumsi yang tetap kuat, sehingga
meningkatkan kepercayaan investor terhadap USD.
Selain itu, kebijakan moneter dari Federal Reserve yang masih mempertahankan suku bunga tinggi atau cenderung hawkish menjadi faktor utama yang mendukung penguatan dolar. Kondisi ini membuat aset berbasis USD lebih menarik dibandingkan mata uang
lainnya.
Di sisi lain, European Central Bank menghadapi tekanan dari perlambatan ekonomi di kawasan Eropa. Meskipun ECB masih menjaga kebijakan ketat, ruang untuk pengetatan lebih lanjut mulai terbatas, sehingga melemahkan daya tarik euro.
Faktor tambahan seperti sentimen pasar global yang cenderung berhati-hati (risk-off) juga meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, yang semakin menekan
Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!
DISCLAIMER ON
Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.
KEBIJAKAN PRIVASI
PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.
PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN
Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.

