English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Gagal Break 1.17710, EUR/USD Berpotensi Lanjut Turun

Geraldo Kofit · 1 Views

EUR/USD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish I Time Frame : H1

Pada timeframe H1, pasangan EUR/USD tertahan di area resistance pada level 1.17710. Area tersebut juga diperkuat oleh Moving Average 21 dan 34 yang berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga harga gagal melanjutkan kenaikan di atasnya. 

Dengan kondisi ini, harga berpotensi melanjutkan pelemahan menuju support terdekat di level 1.17457, dengan target berikutnya di level 1.17287. Selain itu, indikator stochastic juga telah keluar dari area jenuh beli (overbought), yang mengindikasikan adanya potensi penurunan harga dalam jangka pendek.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi pelemahan EUR/USD dalam jangka pendek dapat dipicu oleh penguatan sementara dolar AS. Hal ini sering terjadi setelah pergerakan naik sebelumnya, di mana pelaku pasar melakukan aksi profit taking sehingga mendorong harga terkoreksi.

Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi atau memberikan sinyal hawkish dapat memperkuat dolar AS. Data ekonomi AS yang positif juga dapat menjadi katalis tambahan bagi penguatan dolar.

Di sisi lain, meskipun European Central Bank tetap menjaga kebijakan yang relatif ketat, pasar dapat melakukan penyesuaian posisi setelah penguatan euro sebelumnya, sehingga memicu tekanan jual sementara. Sentimen risk-off di pasar global juga dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, yang turut memperlemah EUR/USD.

 

XAUUSD / GOLD

image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish I Time Frame : H1

Pada timeframe H1, pasangan XAU/USD menunjukkan potensi pelemahan harga. Hal ini disebabkan oleh kegagalan harga menembus Moving Average 21 dan 34 yang saat ini berfungsi sebagai dynamic resistance, sehingga harga cenderung membentuk swing high baru sebagai indikasi tekanan jual.

Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi mengalami koreksi menuju support terdekat di level 4772, dan jika support tersebut ditembus, maka penurunan dapat berlanjut hingga level 4744. Selain itu, indikator stochastic juga menunjukkan sinyal death cross di bawah level 80, yang mengindikasikan arah pergerakan harga cenderung melemah dalam jangka pendek.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi pelemahan emas dalam jangka pendek dapat dipicu oleh penguatan sementara dolar AS. Kondisi ini sering terjadi ketika pasar merespons data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar dan menekan harga emas.

Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang masih cenderung mempertahankan suku bunga tinggi juga menjadi faktor utama. Suku bunga yang tinggi meningkatkan daya tarik aset berbasis imbal hasil seperti obligasi, sehingga mengurangi minat investor terhadap emas sebagai aset non-yielding.

Di sisi lain, kenaikan yield obligasi pemerintah AS juga dapat menekan harga emas karena meningkatkan opportunity cost dalam memegang emas. Hal ini mendorong sebagian investor untuk mengalihkan dana ke instrumen yang memberikan imbal hasil. Namun demikian, pelemahan ini cenderung bersifat sementara, terutama jika ketidakpastian global kembali meningkat. Permintaan terhadap emas sebagai safe haven masih dapat kembali mendukung harga dalam jangka menengah hingga panjang.

 

GBP/USD


image.png

Analisa Teknikal

Trend : Bearish I Time Frame : H1

Pada timeframe H1, pasangan GBP/USD menunjukkan potensi pelemahan harga yang cukup signifikan. Saat ini, harga sedang membentuk secondary trend di area resistance pertama dan kedua sebagai batas koreksi naik sebelum melanjutkan penurunan.

Dengan kondisi tersebut, harga berpotensi kembali turun menuju support terdekat di level 1.34854, dengan target berikutnya di level 1.34742. Selain itu, indikator stochastic juga telah keluar dari area jenuh beli (overbought), yang mengonfirmasi potensi penurunan harga sejalan dengan pergerakan saat ini.

Analisa Fundamental

Secara fundamental, potensi pelemahan GBP/USD dalam jangka pendek dapat dipicu oleh penguatan sementara dolar AS. Hal ini biasanya terjadi ketika pasar merespons data ekonomi Amerika Serikat yang lebih kuat dari ekspektasi, sehingga meningkatkan permintaan terhadap dolar.

Selain itu, ekspektasi kebijakan dari Federal Reserve yang masih berpotensi mempertahankan suku bunga tinggi atau memberikan sinyal hawkish juga menjadi faktor pendukung bagi dolar AS. Kondisi ini membuat aset berbasis USD lebih menarik bagi investor. Di sisi lain, meskipun Bank of England masih cenderung menjaga kebijakan ketat, pasar dapat melakukan penyesuaian posisi setelah penguatan pound sebelumnya. Hal ini memicu aksi profit taking yang mendorong harga GBP/USD terkoreksi.Sentimen pasar yang cenderung risk-off juga dapat meningkatkan permintaan terhadap dolar sebagai aset safe haven, sehingga menekan pasangan GBP/USD dalam jangka pendek.

 

Mulailah trading sekarang di Dupoin #All-in-One Trading App Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!

 

DISCLAIMER ON

Perdagangan Derivatif melibatkan risiko yang signifikan dan dapat mengakibatkan hilangnya modal yang Anda transaksikan. Anda dianjurkan untuk membaca dan mempelajari dengan seksama legalitas perusahaan, produk dan aturan perdagangan sebelum memutuskan untuk memasukkan uang Anda ke dalam investasi. Bertanggung jawab dan akuntabel dalam perdagangan Anda.

KEBIJAKAN PRIVASI

PT. Dupoin Futures Indonesia memerlukan informasi pribadi bagi mereka yang mendaftar pada website Dupoin untuk keperluan internal. PT. Dupoin Futures Indonesia dan karyawan wajib menjaga kerahasiaan informasi klien dan dilarang untuk dibagikan kepada pihak ketiga. Namun jika diwajibkan oleh undang-undang PT. Dupoin Futures Indonesia dapat memberikan informasi tersebut kepada otoritas publik.

PERINGATAN RISIKO PADA PERDAGANGAN

Transaksi melalui margin merupakan produk yang menggunakan mekanisme leverage, memiliki resiko yang tinggi dan tidak dapat dipungkiri cocok untuk semua investor. TIDAK ADA JAMINAN KEUNTUNGAN atas investasi Anda dan karena itu berhati-hatilah terhadap mereka yang memberikan jaminan keuntungan dalam perdagangan. Anda disarankan untuk tidak menggunakan dana tersebut jika tidak siap menderita kerugian. Sebelum memutuskan untuk trading, pastikan Anda memahami risiko yang terjadi dan juga mempertimbangkan pengalaman Anda.