

Market Analysis
Harga Emas Dunia Turun, Pelaku Pasar Cermati Arah Konflik AS-Iran dan Kebijakan The Fed
NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia melemah pada akhir perdagangan Rabu (15/4/2026) waktu setempat atau Kamis (16/4/2026) pagi WIB, setelah sebelumnya sempat menyentuh level tertinggi dalam satu bulan.
Pelaku pasar kini mencermati perkembangan terbaru konflik antara Amerika Serikat (AS) dan Iran serta implikasinya terhadap arah suku bunga.
Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot turun 0,9 persen menjadi 4.798,89 dollar AS per ons, setelah sempat mencapai level tertinggi sejak 18 Maret pada sesi sebelumnya.
Sementara kontrak emas berjangka AS melemah 0,5 persen ke posisi 4.823,60 dollar AS per ons.
Analis senior Kitco Metals, Jim Wyckoff, mengatakan pelemahan harga emas dipicu aksi ambil untung oleh investor setelah reli harga dalam beberapa waktu terakhir.
Menurutnya, pergerakan harga emas belakangan ini cenderung tidak sejalan dengan perannya sebagai aset lindung nilai atau safe haven.
"Harga emas sempat menguat karena meningkatnya selera risiko, namun turun saat terjadi penghindaran risiko dalam beberapa sesi terakhir. Ini berlawanan dengan peran tradisional emas sebagai aset lindung nilai. Saat ini, pelaku pasar lebih fokus pada implikasi kebijakan moneter yang lebih ketat dan tekanan inflasi," paparnya.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa perang yang melibatkan Israel dan Iran mendekati akhir.
Sementara itu, upaya mediasi terus berlangsung setelah kepala militer Pakistan tiba di Teheran untuk mencegah pecahnya kembali konflik.
Sementara di pasar energi, harga minyak naik tipis seiring masih terbatasnya pengiriman melalui Selat Hormuz.
Ketidakpastian tetap tinggi meskipun telah berlangsung gencatan senjata selama dua pekan, setelah sebelumnya Iran menutup jalur tersebut selama 45 hari.
Presiden Federal Reserve Chicago, Austan Goolsbee, menyebut bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) kemungkinan harus menunda penurunan suku bunga hingga 2027, jika harga minyak tetap tinggi dan menghambat penurunan inflasi menuju target 2 persen.
Saat ini, pasar pun memperkirakan peluang sebesar 32 persen bagi The Fed untuk memangkas suku bunga pada tahun ini.
Kenaikan suku bunga cenderung menekan harga emas karena meningkatkan biaya peluang dalam memegang aset yang tidak memberikan imbal hasil, sehingga mengurangi daya tariknya sebagai lindung nilai terhadap inflasi.
Adapun untuk harga logam mulia lainnya bergerak bervariasi.
Harga perak di pasar spot turun 0,2 persen menjadi 79,40 dollar AS per ons, platinum naik 0,8 persen ke level 2.119,52 dollar AS, sementara paladium melemah 1,1 persen menjadi 1.570,10 dollar AS per ons.
Baca juga: Investasi Emas Digital: Ini yang Harus Dipahami Investor Pemula
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang
