English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Dunia Naik Hampir 2 Persen, Ini Penyebanya

Kompas · 1 Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia menguat hampir 2 persen pada akhir perdagangan Selasa (10/3/2026) waktu setempat, atau Rabu (11/3/2026) pagi WIB.

Kenaikan ini didorong pelemahan dollar Amerika Serikat (AS), serta meredanya kekhawatiran inflasi setelah harga minyak turun di tengah indikasi konflik di Timur Tengah dapat segera berakhir.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot naik 1,9 persen menjadi 5.231,79 dollar AS per ons.

Sementara kontrak emas futures AS untuk pengiriman April menguat 2,7 persen ke level 5.242,10 dollar AS per ons.

Indeks dollar AS melemah, membuat harga emas menjadi lebih murah bagi pemegang mata uang lainnya, sehingga meningkatkan minat investor terhadap logam kuning tersebut.

Di saat yang sama, harga minyak anjlok 11 persen setelah pada sesi sebelumnya melonjak ke level tertinggi dalam lebih dari tiga tahun.

Penurunan terjadi setelah Presiden AS Donald Trump memperkirakan perang di Timur Tengah dapat segera berakhir sehingga meredakan kekhawatiran gangguan pasokan minyak berkepanjangan.

Namun, di lapangan, tanda-tanda meredanya konflik belum terlihat.

Warga Teheran yang dihubungi Reuters menggambarkan serangan gabungan AS dan Israel terhadap ibu kota Iran pada malam hari sebagai yang paling intens sejak konflik dimulai.

Kepala strategi komoditas global TD Securities Bart Melek mengatakan, penurunan harga minyak tetap memberi dukungan bagi emas, meski tidak lagi setinggi sebelumnya.

"Dengan harga minyak yang turun dari puncaknya di atas 100 dollar AS per barrel, yang masih bersifat inflasioner dan karena itu mendukung emas, namun tidak lagi cukup tinggi untuk benar-benar membatasi kemampuan The Fed menurunkan suku bunga. Investor mulai merasa lebih nyaman bahwa perdagangan lindung nilai terhadap pelemahan mata uang dapat kembali menguat," ujar Melek.

Meski emas selama ini dipandang sebagai aset lindung nilai terhadap inflasi, namun daya tariknya dapat berkurang ketika suku bunga tinggi karena logam mulia ini tidak memberikan imbal hasil.

Di sisi lain, pelaku pasar juga menanti rilis data Consumer Price Index (CPI) AS serta data Personal Consumption Expenditures (PCE) yang dijadwalkan keluar pada akhir pekan ini.

Bank sentral AS, Federal Reserve atau The Fed, diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya dalam pertemuan kebijakan pada 17-18 Maret mendatang.

Sementara itu, harga emas di Dubai diperdagangkan dengan diskon dibandingkan pasar London.

Hal ini terjadi karena pembatasan penerbangan akibat konflik membuat lebih banyak emas tertahan di pasar lokal, sementara permintaan relatif lemah.

Adapun logam mulia lainnya turut bergerak bervariasi.

Harga perak di pasar spot naik 2,7 persen menjadi 89,39 dollar AS per ons.

Sementara harga platinum menguat 2,2 persen menjadi 2.229,15 dollar AS per ons dan paladium turun 0,9 persen ke level 1.675,50 dollar AS per ons.