

Market Analysis
Forex USDJPY 3 Maret 2026: Sentimen Save Haven Membatasi Pelemahan Yen

(Vibiznews-Forex) – Posisi yen Jepang dalam pair USDJPY kembali melemah di kisaran terendah dalam 5 pekan lebih pada perdagangan forex sesi Asia hari Selasa (3/3/2026) karena penguatan dolar AS merespon data PMI manufaktur AS melebihi perkiraan.
Dolar AS menguat terhadap Yen karena data dari Institute for Supply Management (ISM) menunjukkan bahwa indeks PMI Manufaktur turun menjadi 52,4 pada bulan Februari dari 52,6 pada bulan Januari. Namun lebih baik dari ekspektasi pasar sebesar 51,8.
Laporan ekonomi yang optimis ini mempersulit jalan bagi pemangkasan suku bunga Federal Reserve AS (Fed). Pasar saat ini memperkirakan kemungkinan besar tidak akan ada perubahan kebijakan pada pertemuan Maret mendatang.
Namun sentimen aset safe haven semakin meningkat yang dapat membatasi pelemahan yen, sentimen semakin meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan operasi militer AS dapat berlanjut selama beberapa minggu atau lebih.
Selain itu terdapat komentar hawkish dari pejabat Jepang juga dapat mendukung yen, dimana Wakil Gubernur Bank Sentral Jepang (BoJ), Ryozo Himino, mengatakan meskipun kebijakan saat ini tetap agak akomodatif, bank sentral harus menaikkan suku bunga secara moderat selama proyeksi ekonomi dan harga terpenuhi.
Secara teknikal pair USDJPY mendekati posisi resisten kuat harian dan menurut analyst Vibiz Research Center pair berpotensi koreksi dan berbalik menuju area supportnya.
Pair kini berada di posisi 157,59 dan sedang naik ke posisi 158.06, jika tembus mendaki ke resisten lemahnya di posisi R2.
Namun jika pair tidak menembus 158.20, berpotensi berbalik turun menuju 156,98, jika tembus lanjut ke support kuatnya di S1.
| R3 | R2 | R1 | Pivot | S1 | S2 | S3 |
| 159.92 | 158.84 | 158.06 | 156.98 | 156.24 | 155.15 | 154.40 |

