English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Jumat, 27 Februari 2026 di Pasar Spot

Bisnis · 1 Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas bergerak dalam rentang sempit pada awal perdagangan Jumat (27/2/2026) setelah Amerika Serikat dan Iran menyepakati perpanjangan perundingan nuklir.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot terpantau melemah 0,24% atau 9,93 poin ke level US$5.175,04 per troy ounce pada pukul 07.40 WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 menguat 0,23% atau 11,7 poin ke posisi US$5.205,80 per troy ounce.

Melansir Bloomberg, pemerintah Oman yang menjadi mediator AS dan Iran mengatakan kedua negara dijadwalkan melanjutkan perundingan pekan depan usai mencatat “kemajuan signifikan” pada Kamis (26/2/2026).

Namun, seorang sumber yang memahami posisi AS menyebut para pejabat meninggalkan meja perundingan dengan kekecewaan atas capaian yang ada.

AS dan Iran masih terjebak dalam kebuntuan terkait aktivitas nuklir Republik Islam tersebut, disertai pertukaran ancaman setelah Presiden Donald Trump memerintahkan peningkatan besar kehadiran militer AS di kawasan.

Situasi ini menjadi salah satu faktor pendukung kenaikan harga emas dalam beberapa hari terakhir.

Sepanjang tahun ini, harga emas telah melonjak sekitar 20%, kembali mengokohkan posisinya di atas US$5.000 per ons setelah sempat terkoreksi tajam dari rekor tertinggi pada akhir Januari.

Ketegangan geopolitik dan perdagangan yang berkelanjutan, serta kekhawatiran terhadap independensi Federal Reserve, memberikan dorongan tambahan bagi reli emas yang telah berlangsung selama beberapa tahun.

Di sisi lain, pelaku pasar juga memantau sinyal terkait langkah The Fed selanjutnya dalam kebijakan suku bunga. Presiden Federal Reserve Bank of Chicago, Austan Goolsbee, menyatakan bahwa beberapa kali pemangkasan suku bunga masih mungkin dilakukan tahun ini apabila inflasi terus menurun.

Sementara itu, Gubernur The Fed Stephen Miran kembali menyerukan pemangkasan suku bunga hingga satu poin persentase penuh pada 2026, meskipun data terbaru menunjukkan perbaikan kondisi pasar tenaga kerja.