English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Minyak Tak Banyak Bergerak jelang Pembicaraan Lebih Lanjut AS-Iran

Bisnis · 1 Views

Bisnis.com, JAKARTA - Harga minyak mentah dunia tak banyak mengalami perubahan menjelang pembicaraan antara Amerika Serikat dan Iran. Kekhawatiran risiko konflik di Timur Tengah meningkat dan mendorong beberapa produsen terbesar di kawasan ini untuk mendongkrak ekspor.

Berdasarkan Bloomberg, Kamis (26/2/2026), minyak mentah West Texas Intermediate diperdagangkan mendekati US$66 per barel, tepatnya US$65,64 per barel atau naik tipis 0,3% pada pukul 7.41 pagi waktu Singapura, setelah ditutup sedikit lebih rendah pada sesi sebelumnya. Minyak Brent menetap di bawah US$71, yaitu US$70,85 per barel untuk kontrak April. 

Delegasi AS, termasuk utusan khusus Steve Witkoff, diperkirakan akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi pada hari ini di Jenewa, Swiss untuk melakukan pembicaraan seiring dengan pengerahan pasukan Amerika di Timur Tengah.

Pasar minyak terjebak di antara sentimen bearish akibat ekspektasi pasar yang kelebihan pasokan tahun ini dan meningkatnya kekhawatiran geopolitik terkait Iran. Sebagian dari risiko tersebut terlihat di pasar opsi, dengan kecenderungan masih condong ke arah opsi bullish karena volatilitas tersirat tetap tinggi.

Presiden AS Donald Trump mengatakan dia lebih menyukai solusi diplomatik terkait program nuklir Iran, tetapi dia memperingatkan konsekuensi jika tidak ada kesepakatan yang tercapai. 

AS telah memberlakukan sanksi baru terhadap lebih dari 30 entitas yang mendukung penjualan minyak dan senjata Iran, meningkatkan tekanan pada Teheran sebelum pembicaraan.

Arab Saudi diperkirakan akan mengekspor minyak mentah terbanyak dalam hampir tiga tahun bulan ini, sementara Iran telah dengan cepat mengisi kapal tanker dalam beberapa hari terakhir.

Gabungan aliran dari Irak, Kuwait, dan Uni Emirat Arab diperkirakan akan meningkat hampir 600.000 barel per hari dari periode yang sama pada Januari, menurut data Vortexa.