English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Rabu, 25 Februari 2026 di Pasar Spot

Bisnis · 1 Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas melemah dan mengakhiri reli selama empat hari beruntun, yang didorong oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan Amerika Serikat dan meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot ditutup melemah 1,6% atau 83,57 poin ke level US$5.143,85 per troy ounce pada akhir perdagangan Selasa (24/2/2026).

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS kontrak April 2026 melemah 0,94% atau 49,3 poin ke level US$5.176,3 per troy ounce.

Dalam empat sesi sebelumnya, emas melesat lebih dari 7% seiring investor memburu aset lindung nilai, menyusul putusan Mahkamah Agung yang menggagalkan kebijakan tarif Presiden Donald Trump serta meningkatnya konfrontasi antara AS dan Iran.

Meskipun melemah, analis Guangdong Southern Gold Market Academy Song Jiangzhen mengatakan pergerakan harga emas dalam kisaran 2% masih tergolong normal dalam volatilitas pasar saat ini.

“Sentimen jangka panjang masih positif, dengan ketidakpastian yang berlanjut di Iran dan risiko isolasi AS akibat kebijakan tarifnya,” ungkap Song seperti dikutip Bloomberg, Rabu (25/2/2026).

Pasar masih diliputi kebingungan setelah Trump menyatakan akan menaikkan tarif impor global menjadi 15% menyusul putusan MA terhadap tarif timbal baliknya.

Kebijakan sebelumnya yang mengatur tarif 10% telah berlaku sejak Selasa, sementara jadwal kenaikan lanjutan belum ditetapkan.

Sejumlah mitra dagang AS kesulitan menyesuaikan kebijakan baru tersebut dengan perjanjian lama, sehingga memperparah ketegangan hubungan. Penilaian Uni Eropa menunjukkan kebijakan terbaru itu berpotensi mendorong tarif ekspor tertentu melampaui batas yang diizinkan dalam perjanjian dagang.

Analis Invesco Christopher Hamilton mengatkan sentimen dari berita soal tarif menjaga tingkat ketidakpastian tetap tinggi, yang secara marginal mendukung emas. Namun, hal tersebut belum cukup untuk memicu pergerakan besar.

 “Dengan suku bunga riil yang masih relatif kuat dan dolar yang bertahan, emas lebih berpeluang bergerak konsolidatif dibandingkan membentuk tren agresif dalam waktu dekat,” ujarnya.

Sejumlah bank besar, termasuk BNP Paribas, Deutsche Bank, dan Goldman Sachs, memperkirakan harga emas akan kembali menguat, seiring faktor-faktor fundamental di balik reli sebelumnya masih bertahan. Faktor tersebut mencakup kekhawatiran atas independensi Federal Reserve, pergeseran dari obligasi dan mata uang negara, serta risiko geopolitik, khususnya di Timur Tengah.

Perkembangan geopolitik “dapat memicu lonjakan volatilitas sementara, sehingga mendukung permintaan instrumen lindung nilai seperti emas,” tulis Mark Haefele dalam sebuah catatan.

UBS memperkirakan harga emas dapat mencapai US$6.200 per ons dalam beberapa bulan mendatang, karena faktor pendorong utama reli kuat sepanjang setahun terakhir masih tetap ada.