

Market Analysis
Harga Emas Terus Melonjak, Ketidakpastian Global Jadi Pendorong

JAKARTA, KOMPAS.com – Harga emas PT Aneka Tambang (Antam) menembus terus naik seiring meningkatnya ketidakpastian ekonomi dan geopolitik global. Kondisi tersebut kembali menempatkan emas sebagai aset pelindung nilai yang banyak dilirik investor.
Prasasti Center for Policy Studies menilai kenaikan harga emas tersebut sejalan dengan karakter emas yang secara historis cenderung menguat ketika ketidakpastian meningkat.
Emas dipandang sebagai aset yang relatif independen dari risiko kebijakan suatu negara atau mata uang tertentu.
Research Director Prasasti, Gundy Cahyadi, menyebut emas memiliki posisi unik dalam sistem keuangan global.
“Emas bukan sekadar komoditas biasa, tetapi penyimpan nilai yang dipercaya lintas generasi, lintas zaman, dan lintas siklus ekonomi,” ujarnya, melalui keterangan ke Kompas.com, dikutip Jumat (23/1/2026).
Faktor Global di Balik Penguatan Emas
Gundy menjelaskan, terdapat tiga faktor utama yang memengaruhi pergerakan harga emas, yakni inflasi, suku bunga global, dan ketidakpastian geopolitik.
Ketika konflik meningkat dan risiko sistemik membesar, kepercayaan terhadap stabilitas keuangan global cenderung melemah.
Dalam kondisi tersebut, investor mencari aset yang tidak bergantung pada kinerja satu negara atau mata uang tertentu.
Emas, menurut Gundy, mengambil peran itu karena sifatnya yang universal dan diterima lintas yurisdiksi.
Suku bunga global juga menjadi faktor penting dalam menentukan arah harga emas.
Suku bunga yang tinggi memang dapat menahan minat terhadap emas dalam jangka pendek karena emas tidak memberikan imbal hasil.
Namun, ketika pasar menilai siklus pengetatan mendekati puncaknya atau risiko resesi meningkat, emas kembali menjadi relevan sebagai instrumen lindung nilai.
Emas sebagai Pelindung Daya Beli
Inflasi dinilai lebih berperan sebagai faktor pendukung, terutama ketika terjadi bersamaan dengan ketidakpastian politik atau ketegangan global yang meluas. Dalam situasi tersebut, emas dipersepsikan sebagai alat untuk melindungi daya beli.
Data sepanjang 2025 turut memperkuat narasi ini. Harga emas tercatat naik sekitar belasan persen, didorong oleh meningkatnya ketegangan geopolitik di Timur Tengah serta tekanan terhadap dollar AKombinasi risiko politik dan melemahnya kepercayaan terhadap mata uang utama global kembali mengangkat daya tarik emas di mata investor

