English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Rem Reli Harga Emas Usai Trump Tahan Diri Tidak Lempar Tarif ke Eropa

Bisnis · 901.4K Views

Bisnis.com, JAKARTA — Reli harga emas yang sempat mencapai rekor tertinggi sepanjang masa mereda setelah Presiden AS Donald Trump menahan diri untuk tidak memberlakukan tarif ke negara-negara Eropa.

Terbaru, Trump mengatakan sudah tercapai "kerangka kesepakatan di masa depan" terkait upanya untuk mengambil alih Greenland. Tensi yang mereda ini pun mendinginkan harga logam mulia seperti emas dan perak.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas spot naik 0,6% menjadi US$4.790,13 per ons pada pukul 15.23 waktu New York, sementara perak turun 3,3% setelah mencapai rekor tertinggi sepanjang masa pada awal pekan ini.

Harga platinum yang sempat menembus US$2.530 per ons untuk pertama kalinya kini memangkas seluruh kenaikannya dan diperdagangkan turun 0,9%. 

Adapun, keputusan Trump untuk tidak memberlakukan tarif itu diumumkan pada Rabu (21/1/2026) melalui media sosialnya. Langkah itu menandai pembalikan sikap yang tajam yang sebelumnya berulang kali berupaya menekan Eropa terkait wilayah semi-otonom Denmark tersebut.

Pernyataan tersebut disampaikan Trump setelah pertemuannya dengan Sekretaris Jenderal Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) Mark Rutte di World Economic Forum di Davos, Swiss.

Trump juga mengatakan akan ada pembahasan lanjutan mengenai sistem pertahanan rudal Golden Dome, yang menurutnya sangat bergantung pada kendali AS atas Greenland. Wakil Presiden JD Vance, Menteri Luar Negeri Marco Rubio, Utusan Khusus Steve Witkoff, serta “berbagai pihak lainnya” akan bertanggung jawab atas negosiasi tersebut, ujar Trump.

Sebelum pernyataannya di media sosial, Trump mengatakan dalam pidatonya di Davos bahwa AS tidak akan menggunakan kekuatan untuk memperoleh Greenland dan tengah mengupayakan pembicaraan segera mengenai akuisisi pulau Arktik tersebut.

Krisis Greenland serta ancaman AS terhadap sekutu-sekutunya di NATO telah mengguncang pasar, sekaligus memperkuat lonjakan harga emas sekitar 75% dalam 12 bulan terakhir.

Reli ini juga didukung oleh pembelian bank sentral, permintaan lindung nilai terhadap ketegangan perdagangan dan geopolitik, serta pelonggaran kebijakan moneter AS yang membuat aset tanpa imbal hasil menjadi lebih menarik.

“Emas mungkin sedang berhenti sejenak, tetapi pasar bullish masih sangat utuh. Dengan ekspektasi penurunan suku bunga, ketegangan geopolitik yang terus berlanjut, dan pembelian kuat oleh bank sentral membuat risiko tetap condong ke arah kenaikan,” kata Ewa Manthey, ahli strategi komoditas di ING Groep NV., dikutip Bloomberg, Kamis (22/1/2026).

Secara terpisah, para hakim Mahkamah Agung AS mengisyaratkan kehati-hatian terhadap upaya Trump untuk memberhentikan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook atas tuduhan penipuan hipotek yang belum terbukti.

Mereka menilai langkah tersebut berpotensi mengguncang independensi The Fed dan meresahkan pasar. Hal ini membantu meredakan sebagian kekhawatiran investor terkait pengambilan keputusan suku bunga oleh bank sentral AS, yang menjadi pilar utama pasar keuangan.