

Market Analysis
Harga Emas Tembus Rekor di Atas US$4.700 per Ons, Perak Sentuh Level Tertinggi

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas kembali mencetak rekor tertinggi pada Selasa (20/1/2026), menembus level historis di atas US$4.700 per ons seiring meningkatnya ketegangan geopolitik yang mendorong permintaan aset lindung nilai (safe haven). Di saat bersamaan, harga perak juga mencatatkan rekor baru dengan menembus US$95 per ons untuk pertama kalinya.
Mengutip Reuters, harga emas spot menguat sekitar 2% menjadi US$4.757,33 per ons pada pukul 01.52 siang waktu New York (18.52 GMT), setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi intraday di US$4.765,93 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS untuk pengiriman Februari ditutup melonjak 3,7% ke level US$4.765,80 per ons.
“Emas telah melesat semakin jauh ke wilayah yang belum pernah dijelajahi, seiring investor melakukan lindung nilai terhadap meningkatnya risiko politik,” ujar Fawad Razaqzada, analis pasar di City Index dan FOREX.com.
“Pelemahan dolar AS memberikan dorongan tambahan bagi logam mulia, memperkuat reli emas di saat kepercayaan terhadap aset-aset AS terlihat mulai goyah.”
Pada saat yang sama, indeks-indeks utama Wall Street melemah ke level terendah hampir tiga pekan. Sentimen pasar tertekan setelah investor merespons kembalinya ancaman tarif dari Presiden Donald Trump terhadap Eropa terkait isu penguasaan Greenland.
Pernyataan tersebut turut meningkatkan ketegangan menjelang agenda pertemuan Trump dengan para pemimpin bisnis global di Davos.
Dari sisi mata uang, dolar AS tercatat menuju penurunan harian terbesar dalam lebih dari sebulan. Pelemahan ini membuat emas yang diperdagangkan dalam denominasi dolar menjadi lebih terjangkau bagi pembeli di luar negeri, sehingga menambah daya tarik logam mulia tersebut.
Sepanjang 2025, harga emas tercatat melonjak 64% dan telah menambah kenaikan sekitar 10% sejak awal tahun ini. Kinerja tersebut mencerminkan peran emas sebagai penyimpan nilai aman di tengah ketidakpastian ekonomi dan politik.
Reli emas juga ditopang oleh ekspektasi pemangkasan suku bunga AS, yang menurunkan biaya peluang untuk memegang aset tanpa imbal hasil.
Pasar saat ini memproyeksikan dua kali pemangkasan suku bunga masing-masing sebesar 25 basis poin mulai pertengahan 2026. Fokus investor kian menguat setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent menyatakan bahwa Trump dapat menunjuk ketua baru Federal Reserve paling cepat pekan depan.
“Level US$4.800 dan US$4.900 menjadi titik referensi berikutnya bagi emas, dengan level psikologis US$5.000 terlihat sebagai target jangka panjang,” tambah Razaqzada.
Di pasar logam mulia lainnya, harga perak spot terkoreksi tipis 0,3% ke level US$94,38 per ons setelah sebelumnya menyentuh rekor tertinggi di US$95,87 per ons. Sepanjang 2025, perak tercatat melonjak sekitar 147% dan telah menguat lebih dari 32% sejak awal 2026.
Sementara itu, harga platinum spot naik 2,3% ke level US$2.429,60 per ons. Palladium juga menguat 1,1% dan diperdagangkan di kisaran US$1.861,61 per ons.

