

Market Analysis
Harga Emas dan Perak Hari Ini 20 Januari 2026 di Pasar Spot, Isu Greenland Masih jadi Pengerek

Bisnis.com, JAKARTA - Harga perak dan emas pada hari ini, Selasa (20/1/2026) masih terus mendaki, terdorong upaya Presiden AS Donald Trump untuk mengambil alih Greenland.
Upaya tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap risiko perang dagang yang merusak antara Negeri Paman Sam dengan Eropa. Berdasarkan Bloomberg, harga perak spot naik hingga mencapai US$94,7295 per ons pada perdagangan awal hari ini.
Level itu melampaui puncak pada Senin (19/1/2026), sementara emas tetap stabil di dekat US$4.669 per ounce. Sementara itu, data Reuters pada pukul 06.38 WIB menunjukkan harga emas di pasar spot mencapai US$4.665,51 atau melemah tipis 0,09%, sedangkan emas Comex menguat 1,70% ke level US$4.666,20.
Sebelumnya, AS telah mengancam akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, yang menentang rencana untuk mengakuisisi Greenland.
Trump mengatakan dia akan mengenakan tarif pada delapan negara Eropa, termasuk Prancis, Jerman, dan Inggris, yang menentang rencananya untuk mengakuisisi Greenland. Tarif 10% akan berlaku mulai 1 Februari dan naik menjadi 25% pada Juni 2026. Langkah ini pun mendorong permintaan aset aman berupa logam mulia.
Para pemimpin Eropa akan mengadakan pertemuan darurat dalam beberapa hari mendatang untuk menjajaki kemungkinan tindakan balasan. Negara-negara anggota sedang membahas beberapa opsi untuk menanggapi hal ini, termasuk mengenakan tarif balasan pada barang-barang AS senilai €93 miliar (US$108 miliar), menurut orang-orang yang mengetahui pembicaraan tersebut.
Presiden Prancis Emmanuel Macron kemungkinan akan meminta aktivasi instrumen anti-koersi Uni Eropa, menurut laporan Bloomberg. ACI adalah alat pembalasan paling ampuh di blok tersebut, dan memungkinkan Uni Eropa untuk menerapkan serangkaian langkah sebagai respons terhadap tindakan perdagangan yang bersifat memaksa.
“Risiko geopolitik terus meningkat. Ketidakpastian perdagangan yang baru melemahkan prospek pertumbuhan dan kebijakan luar negeri AS mengikis kepercayaan terhadap dolar AS. Ini adalah kombinasi sempurna untuk emas dan perak,” kata Kyle Rodda, seorang analis di Capital.com di Melbourne.

