English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Deflasi Menjegal GBP/USD Jelang Rapat Bank Sentral

Analisa Forex · 92.8K Views

Deflasi Menjegal GBPUSD Jelang Rapat Bank Sentral

Kurs Poundsterling sempat bergolak dalam perdagangan sesi Eropa (17/12/2025), meskipun kemudian berbalik ke rentang pergerakan harga kemarin. Publikasi data inflasi Inggris memicu aksi jual sesaat hingga GBP/USD terperosok ke 1.3311 dan EUR/GBP kembali ke 0.8780-an.

Badan statistik Inggris melaporkan kemerosotan laju inflasi tahunan sampai 3.2 persen pada bulan November 2025. Konsensus sebelumnya cuma memperhitungkan perlambatan dari 3.6 persen menjadi 3.5 persen saja.

Dilihat dalam kerangka waktu bulanan, harga-harga makin murah. Inflasi bulanan untuk kelompok barang umum dan inti sama-sama tercatat -0.2 persen. Artinya, Inggris mengalami deflasi bulan lalu.

Perlambatan inflasi Inggris kali ini terutama disebabkan oleh penurunan harga dalam kelompok barang makanan seperti kue, biskuit, sereal, miras, dan tembakau. Harga pakaian juga berkurang. Sejumlah pakar menganggapnya berkaitan dengan promosi Jumat Hitam dan kampanye marketing menjelang Nataru. Namun, ada pula yang mengaitkannya dengan tren yang lebih luas karena biaya produksi makanan tahun ini jauh lebih rendah dibandingkan tahun lalu.

Apa pun alasannya, perlambatan inflasi Inggris mendukung spekulasi penurunan suku bunga Bank of England (BoE) pada hari Kamis. Banyak pakar bahkan menganggapnya sebagai sinyal untuk penurunan lebih lanjut sampai berbulan-bulan ke depan.

James Smith, ekonom pasar negara maju di ING, mengatakan, “Penurunan inflasi di Inggris pada bulan November cuma (salah satu dari banyak) tanda-tanda terbaru bahwa tekanan harga semakin mereda dan BoE masih punya banyak pekerjaan yang harus dilakukan. Kami memperkirakan penurunan suku bunga pada hari Kamis dan dua penurunan lagi tahun depan.”

“BoE kemungkinan akan menurunkan Suku Bunga Bank, karena mayoritas anggota komite kebijakan moneter memperkirakan kesenjangan output yang lebih lebar dan inflasi yang lebih rendah jika tidak ada kebijakan fiskal yang lebih ketat pada tahun 2026,” ungkap para ahli strategi dari Macquarie. “Dalam jangka menengah, prospek politik Inggris juga akan menjadi fokus, dengan potensi konsekuensi yang merugikan.”

Sterling berisiko merosot lebih jauh jika BoE besok mengonfirmasi spekulasi dovish ini. Sebaliknya, Sterling dapat menguat jika BoE hanya menurunkan suku bunga tanpa memberikan petunjuk tambahan.