English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Pergerakan Harga Emas Hari Ini Selasa, 9 Desember 2025 di Pasar Spot

Bisnis · 1M Views

Bisnis.com, JAKARTA – Harga emas di pasar global bergerak stabil pada perdagangan pagi ini, Selasa (9/12/2025) saat pelaku pasar mengalihkan fokus ke arah kebijakan suku bunga AS tahun depan, setelah penurunan suku bunga pekan ini yang hampir dipastikan terjadi.

Berdasarkan data Bloomberg, harga emas di pasar spot terpantau menguat 0,12% atau 5,67 poin ke level US$4.196,33 per troy ounce pada pukul 08.54 WIB.

Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS terpantau menguat 0,16% atau 6,8 poin ke level US$4.224 per troy ounce.

Harga emas sebelumnya ditutup terkoreksi tipis usai imbal hasil Treasury AS naik pada Senin, di tengah agenda lelang obligasi dan menjelang keputusan suku bunga Federal Reserve pada Rabu yang berpotensi membentuk ekspektasi kebijakan untuk 2026.

Pelaku pasar saat ini memproyeksikan pemangkasan suku bunga 25 basis poin oleh The Fed, namun kini lebih condong memperkirakan adanya dua kali pemangkasan tambahan hingga akhir 2026, turun dari tiga langkah yang masih disinyalkan sepekan lalu.

Kevin Hassett, kandidat utama ketua The Fed berikutnya, mengatakan bahwa akan “tidak bertanggung jawab” untuk menguraikan rencana suku bunga enam bulan mendatang. Suku bunga yang lebih tinggi umumnya menekan kinerja logam mulia karena tidak memberikan imbal hasil.

Sepanjang tahun ini, emas telah menguat sekitar 60%, terdorong oleh pembelian agresif bank sentral serta arus masuk yang kuat ke exchange-traded funds. Meski telah terkoreksi dari level tertinggi di atas US$4.380 per troy ounce pada akhir Oktober, harga emas tetap menemukan penopang dari ekspektasi pelonggaran kebijakan moneter lanjutan di AS.

Analis BMI, unit Fitch Solutions Inc., memperingatkan bahwa setiap indikasi bahwa The Fed mungkin menghentikan siklus pemangkasan suku bunga dapat menekan harga emas.

Mereka menyatakan bahwa emas berpotensi turun “ke bawah US$4.000 per troy ounce seiring siklus pelonggaran moneter yang dimulai pada 2024 mulai kehilangan momentum.”