English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Emas Dunia Stabil Didukung Usai Rilis Data Ketenagakerjaan AS yang Lemah

Kompas · 967.5K Views

NEW YORK, KOMPAS.com - Harga emas dunia cenderung bergerak stabil pada akhir perdagangan Rabu (3/12/2025) waktu setempat atau Kamis (4/12/2025) pagi WIB.

Logam kuning ini stagnan setelah rilis data ketenagakerjaan sektor swasta AS yang lebih lemah dari perkiraan, sehingga memperkuat ekspektasi bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pekan depan.

Mengutip Reuters, harga emas di pasar spot tercatat berada di level 4.202,06 dollar AS per ons, tak banyak berubah dibandingkan perdagangan hari sebelumnya.

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Februari ditutup naik tipis 0,3 persen menjadi sebesar 4.232,50 dollar AS per ons.

Menurut Senior Market Strategist RJO Futures, Bob Haberkorn, emas saat ini bergerak mengikuti tren perak yang tengah menguat, meskipun sempat terjadi aksi ambil untung (profit taking) pada logam putih tersebut.

"Data ADP yang meleset, ditambah dengan perak yang mencetak rekor sepanjang masa, memberikan dukungan untuk emas," ucapnya.

Ketenagakerjaan sektor swasta AS melemah pada November 2025, dengan laporan ADP menunjukkan penurunan 32.000 pekerjaan.

Angka ini jauh di bawah ekspektasi ekonom yang memperkirakan kenaikan 10.000 pekerjaan.

Data tersebut memperkuat keyakinan pelaku pasar bahwa The Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan kebijakan 9-10 Desember 2025.

Alat pantau CME FedWatch menunjukkan bahwa pelaku pasar memperkirakan peluang sebesar 89 persen untuk bank sentral menurunkan suku bunga acuannya.

Di sisi lain, pasar masih menunggu rilis data pengeluaran konsumsi pribadi (PCE) bulan September yang sempat tertunda dan akan dipublikasikan pada Jumat pekan ini.

PCE merupakan indikator inflasi favorit The Fed dan menjadi salah satu pertimbangan utama dalam menentukan kebijakan suku bunga.

Seperti diketahui, suku bunga yang lebih rendah cenderung menguntungkan aset yang tidak memberikan imbal hasil, seperti emas.

Sebab, imbal hasil aset yang berbunga akan melemah mengikuti penurunan suku bunga.