English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

17 Saham Perusahaan Teknologi di Indonesia dan US dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar

Beladdina Annisa · 71.3K Views

Industri teknologi menjadi salah satu motor penggerak pertumbuhan ekonomi dunia. Dari e-commerce hingga artificial intelligence (AI), cloud computing, hingga software solusi bisnis, perusahaan teknologi terus mencatat valuasi raksasa karena tingginya permintaan digitalisasi global.

Tidak hanya di pasar internasional, Indonesia juga menunjukkan perkembangan pesat dalam ekosistem teknologi melalui perusahaan software, data center, marketplace, hingga infrastruktur digital. 

Bagi investor, mengenali saham teknologi dengan kapitalisasi pasar terbesar dapat menjadi langkah awal memahami landscape tren industri digital dan menentukan strategi investasi jangka panjang. Berikut daftar 17 saham perusahaan teknologi terbesar di Indonesia dan global yang layak diperhatikan termasuk saham US Tech 

Daftar Saham Teknologi Indonesia Kapitalisasi Besar

Berikut 10 saham teknologi terbesar di Indonesia berdasarkan popularitas industri, ekosistem digital, serta nilai pasar:

1. DCII (PT DCI Indonesia Tbk)

DCI adalah pemimpin pasar di sektor Pusat Data (Data Center). Di tengah pesatnya adopsi cloud computing dan digitalisasi di Indonesia, DCII mendapatkan valuasi tinggi karena menyediakan infrastruktur fisik yang krusial untuk menyimpan data.

2. MLPT (Multipolar Technology)

MLPT adalah bagian dari Grup Lippo yang memiliki portofolio investasi yang luas di sektor ritel, telekomunikasi, dan IT. MLPT adalah pemegang saham di berbagai perusahaan teknologi dan fintech di bawah payung Lippo.

3. EMTK (Elang Mahkota Teknologi)

EMTK adalah konglomerat yang memiliki beragam bisnis digital dan media. Mereka memiliki stasiun TV (SCTV, Indosiar), media (Liputan6), dan, yang terpenting, berinvestasi besar di sektor digital dan fintech (misalnya EMTEK adalah pemegang saham utama di Grab dan Bukalapak).

4. GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia)

image.png

GOTO adalah decacorn hasil merger antara Gojek (layanan on-demand) dan Tokopedia (e-commerce). Perusahaan ini mewakili ekosistem digital terbesar di Indonesia, mencakup transportasi, logistik, pembayaran (GoPay), dan perdagangan. Kapitalisasi pasarnya mencerminkan dominasi ekosistemnya.

5. BELI (Bukalapak.com Tbk)

Blibli adalah platform e-commerce yang dikenal dengan fokus B2C (Business-to-Consumer) dan produk bergaransi. Mereka merupakan bagian dari Grup Djarum yang besar. BELI menawarkan layanan ritel omnichannel (gabungan online dan offline).

6. WIFI (PT Solusi Sinergi Digital Tbk)

WIFI adalah perusahaan yang berfokus pada penyediaan layanan TV berbayar dan internet broadband di bawah MNC Group. Perannya krusial dalam menyediakan koneksi internet yang mendukung ekosistem digital di Indonesia.

7. BUKA (Bukalapak Tbk)

BUKA adalah salah satu pelopor e-commerce di Indonesia. Selain platform B2C, kekuatan utamanya terletak pada segmen Mitra Bukalapak, yang melayani toko-toko kecil (warung) dan memperkuat penetrasi di luar kota-kota besar.

8. CYBR (PT Cybertek Arthur Teknologi)

CYBR adalah penyedia layanan internet dan infrastruktur yang berfokus pada solusi korporat dan manajemen data, termasuk cloud dan konektivitas

9. EDGE (PT Indointernet Tbk)

Mirip dengan DCII, EDGE juga bergerak di sektor infrastruktur digital, terutama penyediaan internet backbone dan layanan pusat data. Valuasinya mencerminkan permintaan yang terus meningkat untuk konektivitas dan penyimpanan data yang handal.

10. MTDL (Metrodata Electronics)

MTDL adalah perusahaan yang bergerak di bidang distribusi perangkat keras IT, layanan konsultasi dan integrasi, serta cloud computing. MTDL berperan sebagai enabler digital bagi perusahaan-perusahaan lain di Indonesia.

Saham Teknologi AS Kapitalisasi Raksasa 

image.png

Berikut 7 saham teknologi terbesar dunia yang juga tersedia untuk trading dan investasi melalui Dupoin Futures:

11. AAPL – Apple Inc.

Apple adalah perusahaan teknologi paling berharga di dunia, dikenal karena inovasi di bidang hardware (iPhone, Mac) dan layanan (services). Keberhasilan mereka terletak pada ekosistem produk yang saling terintegrasi dan basis pelanggan yang sangat loyal. Saham AAPL sering menjadi saham pertama yang mencapai valuasi triliunan dolar.

12. MSFT – Microsoft Corporation

Microsoft telah bertransformasi dari perusahaan perangkat lunak PC menjadi kekuatan cloud computing global melalui layanan Azure. Bisnis utama mereka saat ini berputar pada cloud, produktivitas (Office 365), dan gaming (Xbox). Transformasi ini menjamin posisinya sebagai salah satu perusahaan paling stabil dan berharga di dunia

13. AMZN – Amazon.com Inc.

Amazon dikenal sebagai raksasa e-commerce, tetapi sebagian besar profitabilitas dan market cap-nya berasal dari layanan cloud Amazon Web Services (AWS). Saham AMZN adalah leader dalam infrastruktur internet dan ritel digital.

14. META (Facebook, Instagram, WhatsApp)

Sebelumnya dikenal sebagai Facebook, Meta kini berfokus pada pembangunan Metaverse. Perusahaan ini mendominasi jejaring sosial (Facebook, Instagram, WhatsApp) dan berinvestasi besar-besaran pada teknologi Virtual Reality (VR) dan Augmented Reality (AR).

15. NFLX – Netflix Inc.

Netflix adalah pionir dan pemimpin dalam layanan streaming global. Bisnis mereka didasarkan pada teknologi rekomendasi dan konten orisinal yang masif, mengubah secara fundamental cara konsumen mengonsumsi media.

16. TSLA – Tesla Inc.

Meskipun sering diklasifikasikan sebagai sektor otomotif, Tesla adalah perusahaan teknologi yang memimpin revolusi kendaraan listrik (EV), energi terbarukan, dan, yang paling penting, teknologi otonom (Full Self-Driving - FSD). Saham TLSA memiliki valuasi yang didorong oleh potensi pertumbuhan teknologi, bukan hanya produksi mobil.

17. INTC – Intel Corporation

Intel adalah salah satu pembuat chip semikonduktor terbesar di dunia. Meskipun menghadapi persaingan ketat dari pesaing seperti AMD dan NVIDIA, Intel tetap menjadi pemain kunci dalam pasar chip untuk server dan PC, serta berinvestasi besar dalam litografi dan teknologi manufaktur chip generasi berikutnya.

Mengapa Saham Teknologi Menarik untuk Dipertimbangkan?

image.png

Investasi saham teknologi memiliki sejumlah keunggulan:

  • Potensi pertumbuhan tinggi seiring tren digitalisasi.
  • Model bisnis scalable dan recurring revenue.
  • Eksposur ke inovasi — AI, blockchain, cloud, EV, IoT, fintech.
  • Didukung kebutuhan jangka panjang di seluruh industri.

Namun, saham teknologi juga dapat mengalami volatilitas tinggi sehingga pemilihan perusahaan dengan kapitalisasi besar dan model bisnis solid menjadi penting.

Perbandingan dan Dampak Kapitalisasi Pasar

Kapitalisasi pasar mencerminkan keyakinan pasar terhadap potensi pertumbuhan di masa depan. Perbedaan market cap antara AS dan Indonesia menunjukkan skala operasional dan penetrasi pasar global.

1. Skala Global vs. Lokal

Kapitalisasi pasar gabungan dari Saham raksasa AS yang disebutkan jauh melampaui seluruh BEI. Ini disebabkan oleh tiga faktor utama:

  • Jangkauan Pasar: Perusahaan AS beroperasi secara global, sementara perusahaan Indonesia (seperti GOTO dan BUKA) fokus pada pasar domestik yang besar, tetapi tidak mendunia.
  • Mata Uang: Valuasi AS didominasi oleh mata uang Dolar AS yang kuat.
  • Inovasi Global: Perusahaan seperti Apple, Microsoft, dan Tesla menetapkan standar inovasi global, memberi mereka premium valuasi yang lebih tinggi.

2. Dominasi Ekosistem

Baik di Indonesia maupun AS, perusahaan dengan market cap terbesar adalah mereka yang berhasil membangun ekosistem yang kuat.

  • Di AS: Apple mengunci pengguna di ekosistem hardware dan software-nya. Amazon mengunci pelanggan di e-commerce dan cloud-nya.
  • Di Indonesia: GOTO menyatukan transportasi, e-commerce, dan fintech dalam satu ekosistem, membuat biaya peralihan (switching cost) bagi konsumen menjadi sangat tinggi.

3. Sektor Infrastruktur sebagai Penentu Nilai

image.png

Kapitalisasi pasar beberapa perusahaan di Indonesia (DCII, EDGE, MTDL) menunjukkan bahwa investor sangat menghargai perusahaan yang menyediakan infrastruktur dasar untuk ekonomi digital. Di tengah lonjakan data dan cloud, kepemilikan pusat data yang strategis menjadi aset yang sangat mahal.

4. Volatilitas dan Pertumbuhan

Saham teknologi Indonesia yang baru listing (seperti GOTO, BUKA) cenderung sangat volatile. Valuasi mereka didasarkan pada potensi pertumbuhan masa depan yang masif (growth stocks), bukan profitabilitas saat ini. 

Sebaliknya, banyak raksasa AS (seperti AAPL dan MSFT) kini dianggap sebagai value stocks yang membayar dividen, meskipun mereka tetap mempertahankan elemen pertumbuhan yang kuat.

Dari daftar 17 saham teknologi terbesar di Indonesia dan global, terlihat bahwa sektor ini berkembang sangat cepat dan memiliki peran besar dalam ekonomi digital modern.

Investasi di sektor teknologi, baik melalui saham Indonesia maupun saham global seperti Apple, Microsoft, Tesla, Meta, hingga Amazon yang tersedia di platform Dupoin, dapat memberikan peluang jangka panjang bagi investor yang memahami ekosistem digital masa depan.

Jika Anda ingin mulai mempelajari saham teknologi lebih dalam, langkah pertamanya adalah menganalisis bisnis, valuasi, tren industri, dan arah inovasi perusahaan. Dengan pemahaman yang tepat, sektor ini bisa menjadi aset penting dalam portofolio investasi jangka panjang.

Mulailah trading sekarang di Dupoin #One-Stop Trading Platform! Download aplikasinya untuk mendapatkan update terbaru seputar dunia trading dan investasi. Dan jangan lupa untuk selalu membagikan konten ini ke sesama trader lainnya. Semoga bermanfaat!