English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Harga Minyak Mentah Hari Ini (1/12) Menguat usai OPEC+ Konfirmasi Tahan Produksi

Bisnis · 50.6K Views

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia menguat pada perdagangan awal pekan, Senin (1/12/2025) setelah OPEC+ menegaskan rencana menahan kenaikan produksi sepanjang kuartal I/2026, sementara pelaku pasar mencermati dampak pernyataan Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait Venezuela terhadap sentimen perdagangan.

Berdasarkan data Bloomberg, harga minyak jenis Brent terpantau menguat 1% dan diperdagangkan pada level US$63 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) berada di kisaran US$59,13 per barel setelah naik 1%.

Pergerakan harga minyak dunia dipengaruhi oleh pernyataan OPEC+ yang kembali mengonfirmasi jeda pasokan selama tiga bulan. Rencana itu pertama kali diumumkan awal bulan lalu. OPEC+ kembali menegaskan kebijakan itu mencerminkan pelemahan kondisi pasar musiman.

Harga minyak mencatatkan penurunan bulanan keempat berturut-turut pada November seiring ekspektasi surplus pasokan yang membayangi prospek pasar.

Badan Energi Internasional (IEA) bahkan memproyeksikan rekor kelebihan pasokan pada 2026. Meski demikian, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah dan wilayah lainnya sepanjang tahun ini kerap menjadi penopang harga.

“Meskipun prospek pasar cenderung bearish karena potensi surplus besar, risiko gangguan pasokan yang masih membayangi membuat tekanan fundamental negatif belum sepenuhnya tercermin pada harga,” kata Kepala Strategi Komoditas ING Groep NV untuk Asia berbasis di Singapura, Warren Patterson.

Pada Sabtu (29/11/2025), Trump meningkatkan tekanan terhadap Venezuela dengan memperingatkan maskapai penerbangan agar mempertimbangkan untuk menutup wilayah udara di atas dan sekitar negara tersebut. 

Namun, dia kemudian melunak pada Minggu (30/11/2025). Kendati demikian, laporan mengenai pengerahan pasukan AS di kawasan tersebut tetap membuat pasar waspada.

Di sisi lain, negosiator Amerika Serikat dan Ukraina menyatakan telah melakukan pembahasan yang produktif terkait kerangka kesepakatan damai, meski belum membuahkan terobosan konkret di tengah upaya Trump mendorong gencatan senjata dengan Rusia. 

Potensi tercapainya gencatan senjata bisa membuka peluang pelonggaran sanksi terhadap Moskow dan meningkatkan kembali aliran ekspor minyak dari Rusia.

Kepala Strategi Investasi Saxo Markets Singapura, Charu Chanana menuturkan, untuk saat ini, geopolitik dan disiplin OPEC+ lebih terlihat sebagai faktor yang menahan tekanan penurunan harga minyak, ketimbang menjadi katalis bagi reli harga yang berkelanjutan. 

Menurutnya, dinamika tersebut lebih terkait dengan risiko sentimen tajuk berita dan upaya mencegah aksi jual yang lebih dalam.