English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Proyeksi Analis Menjelang Rilis Data Nonfarm Payroll Besok

Analisa Forex · 156K Views

Proyeksi Analis Menjelang Rilis Data Nonfarm Payroll Besok

Indeks Dolar AS (DXY) beredar dalam rentang yang sangat sempit dalam beberapa sesi terakhir. Saat berita ditulis pada sesi Asia hari Rabu (19/11/2025), Dixie masih mondar-mandir di sekitar 99.50 karena trader dan investor menunggu rilis data-data ekonomi AS yang sebelumnya ditangguhkan selama masa government shutdown.

Pelaku pasar keuangan global terutama menyoroti rilis data Nonfarm Payroll dan laporan tenaga kerja AS lainnya dari bulan September 2025 pada esok hari, tanggal 20 November 2025. Para analis dari CIBC, salah satu bank multinasional asal Kanada, memperkirakan rangkaian data tersebut bakal mengecewakan.

CIBC memproyeksikan tingkat pengangguran AS bulan September 2025 stabil pada 4.3%, sedangkan pertumbuhan upah melambat sampai 0.2% (month-over-month). Dalam periode yang sama, jumlah Nonfarm Payroll kemungkinan cuma bertambah sebanyak 40,000 saja. Angka-angka tersebut bakal memperkuat koleksi bukti mengenai pelemahan pasar tenaga kerja AS yang mendukung prospek penurunan suku bunga The Fed.

Rencana publikasi data ekonomi utama lainnya belum diketahui dengan jelas. Biro Statistik Tenaga Kerja (BLS) sudah merilis data inflasi konsumen September 2025 pada bulan lalu, serta sedang menggodok data inflasi produsen untuk diterbitkan dalam waktu dekat. Sementara itu, Biro Sensus AS menyatakan perlu waktu lebih lama untuk menyiapkan data penjualan ritel dari periode September 2025.

BLS menghadapi tantangan berat dalam penyusunan data inflasi dan tenaga kerja AS pada periode Oktober 2025, sehubungan dengan shutdown yang berlangsung sejak awal Oktober sampai pertengahan November. Petinggi AS memeringatkan bahwa rilis data tersebut kelak kemungkinan tidak lengkap, sedangkan laporan inflasi konsumen maupun produsen kemungkinan tidak dapat dirilis sama sekali.

“Kita akan memperoleh setengah dari laporan tenaga kerja (bulan Oktober 2025),” kata Kevin Hassett, Direktur National Economic Council. “Kita akan menerima bagian data tentang lapangan kerja, tetapi kita tidak akan mendapatkan tingkat pengangguran.”

Kekisruhan terkait data-data ini dapat berdampak buruk bagi pembahasan kebijakan suku bunga acuan di Federal Reserve AS. Bank sentral AS tersebut mengemban mandat ganda untuk mencapai target inflasi dan full-employment. Tanpa data akurat mengenai keduanya, pengambilan keputusan berisiko menyimpang dari kondisi ekonomi sesungguhnya.