English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Terguncang Hebat, Waswas Laju Suku Bunga The Fed

Bloomberg Technoz · 122.7K Views

Geoffrey Morgan - Bloomberg News

Bloomberg Technoz, Anjloknya saham teknologi mendorong indeks saham AS di Wall Street ke penurunan tertajam dalam sebulan, mengakhiri empat sesi kenaikan beruntun. Pasalnya, pelaku pasar mengkhawatirkan perlambatan laju penurunan suku bunga saat mereka menanti banjirnya data ekonomi.

Indeks S&P 500 ditutup melemah 1,7%, terseret oleh sektor teknologi informasi dan konsumsi diskresioner. Hampir tiga saham melemah bagi setiap satu saham yang menguat. Walt Disney Co termasuk di antara saham dengan kinerja terburuk dalam indeks tersebut, turun setelah pendapatan kuartal fiskal keempat meleset dari perkiraan dan mengatakan biaya studio film membebani kinerja keuangan.

Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi amblas 2,1%, sementara Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,7%, mencatat hari terburuknya dalam lebih dari sebulan, setelah indeks blue-chip tersebut ditutup di atas 48.000 poin untuk kali pertama pada Rabu.

"Hari ini defensif," kata Louis Navellier, Kepala Investasi Navellier & Associates. Dia menjelaskan pasar "haus akan data ekonomi sekarang setelah pemerintah dibuka kembali."

Kepala Strategi Pasar BMO Private Wealth, Carol Schleif memandang penurunan ini terjadi, bahkan setelah penutupan (shutdown) pemerintah AS terlama dalam sejarah berakhir, yang memberi "kelegaan" bagi pasar. 

"Kami tidak akan terkejut melihat sedikit fluktuasi pasar dalam beberapa pekan ke depan seiring pemerintah mulai beroperasi kembali dan data ekonomi mulai dirilis."

Saham AS Mengalami Aksi Jual Terburuk dalam Sebulan. (Bloomberg)

Gedung Putih mengatakan klaim pengangguran, data inflasi, dan upah rata-rata riil semuanya dijadwalkan dirilis pada Kamis pagi waktu setempat masih tertunda dan kemungkinan besar tidak akan dirilis. "Investor terus bergulat dengan kekosongan data AS," tulis para ahli strategi Scotiabank yang dipimpin Hugo Ste-Marie dalam catatannya.

Pelaku pasar terus mengurangi taruhan bahwa Federal Reserve (The Fed) akan memangkas suku bunga pada pertemuan Desember. Gubernur The Fed Cleveland, Beth Hammack menilai bank sentral harus mempertahankan suku bunga untuk melawan inflasi. Sementara Gubernur The Fed St Louis, Alberto Musalem menyebut para pejabat harus bertindak hati-hati dalam menurunkan suku bunga di masa mendatang.

"Pasar kesulitan mendapatkan momentum pagi ini seiring penutupan pemerintah AS berakhir dan ekspektasi terhadap The Fed yang hawkish terus berlanjut," ujar Karl Schamotta, kepala strategi pasar di Corpay.

Pelaku pasar juga mencermati sektor teknologi, yang mengalami pergerakan tajam dalam dua pekan terakhir di tengah kekhawatiran bahwa valuasi mencapai level menggelembung.

Michael Burry, yang menaruh taruhan bearish terhadap Palantir Technologies Inc dan Nvidia Corp, mengakhiri status pendaftaran lembaga investasinya, Scion Asset Management, di Komisi Sekuritas dan Bursa (SEC). 

"Kami tidak berpikir pasar akan bergerak tenang hingga akhir pekan," jelas Matt Maley, kepala strategi pasar di Miller Tabak + Co LLC, sembari menambahkan bahwa ia melihat potensi pergerakan besar pada saham teknologi dan cip.