

Market Analysis
Harga Emas Melesat Tembus US$4.100/Troy Ons, Jual atau Beli?

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia melesat pada perdagangan kemarin. Harga sang logam mulia kembali menembus level US$ 4.100/troy ons.
Pada Senin (10/11/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 4.118,7/troy ons. Melejit 2,94% dibandingkan posisi penutupan perdagangan akhir pekan lalu dan menjadi yang tertinggi sejak 23 Oktober atau hampir tiga pekan terakhir.
Kabar dari Amerika Serikat (AS) menjadi pengerek harga emas. Bloomberg News memberitakan, bank sentral AS Federal Reserve sepertinya akan menyuntik likuiditas ke perekonomian untuk mengatasi dampak penutupan sementara (shutdown) pemerintahan.
John Williams, Gubernur The Fed New York, mengungkapkan bahwa pihaknya mungkin akan memperlebar neraca dengan pembelian obligasi. The Fed juga tengah mempertimbangkan untuk memperpendek tenor surat utang yang dimilikinya,
“Emas dan perak menyukai kemungkinan tambahan injeksi likuiditas,” ujar Nicky Shiels, Kepala Riset MKS Pamp SA, seperti dikutip dari Bloomberg News.
Masih seputar shutdown, ada harapan pemerintahan Presiden Donald Trump bisa segera kembali dibuka. Gedung Putih mendukung upaya Kongres untuk mengakhiri shutdown terpanjang sepanjang sejarah tersebut.
Apabila pemerintahan kembali berfungsi normal, maka berbagai rilis data ekonomi tidak lagi tertunda. Berbagai data ini akan menjadi panduan pasar, terutama dalam menakar arah kebijakan moneter ke depan.
“Pembukaan kembali (reopening) akan membuat arus data menjadi lancar dan mengembalikan ekspektasi penurunan suku bunga acuan pada Desember,” tegas Ole Hansen, Commodities Strategist di Saxo Bank A/S, dalam catatannya.
Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Memegang emas akan lebih menguntungkan saat suku bunga turun.
Analisis Teknikal
Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk hari ini, Selasa (11/11/2025)? Apakah bisa naik lagi atau malah jatuh terkoreksi?
Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas menghuni zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 59. RSI di atas 50 menandakan suatu aset sedang dalam posisi bullish.
Meski demikian, sepertinya investor perlu waspada. Sebab, indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 100. Paling tinggi, sudah sangat jenuh beli (overbought).
Untuk perdagangan hari ini, ada risiko harga emas bakal terkoreksi. Target support terdekat adalah US$ 4.018/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Jika tertembus, maka MA-10 di US$ 4.003/troy ons bisa menjadi target selanjutnya.
Target paling pesimistis ada di kisaran US$ 4.000-3.998/troy ons.
Namun kalau harga emas masih kuat menanjak, maka target resisten terdekat ada di rentang US$ 4.146-4.157/troy ons. Dari sini, harga emas berpotensi menguji resisten US$ 4.276-4.283/troy ons.

