

Market Analysis
Harga Emas Dunia Hari Ini Menanjak Imbas Sinyal Pelemahan Ekonomi AS

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas dunia terpantau menguat pada Senin (10/11/2025), didorong oleh pelemahan ekonomi Amerika Serikat di tengah harapan berakhirnya penutupan pemerintahan (government shutdown) di Washington.
Melansir Bloomberg, harga emas di pasar spot naik 1,2% menjadi US$4.048,69 per troy ounce. Sementara itu, harga emas Comex terpantau naik 1,35% pada level US$4.063,90 per troy ounce.
Logam mulia tersebut diperdagangkan mendekati level US$4.050 per ounce setelah pekan lalu ditutup nyaris tidak berubah. Kenaikan harga emas berlanjut setelah data menunjukkan indeks sentimen konsumen AS turun mendekati rekor terendah, dipicu oleh ketidakpastian akibat shutdown dan kenaikan harga barang.
Kebuntuan politik yang memicu shutdown terpanjang dalam sejarah AS kini mulai menunjukkan tanda-tanda berakhir. Sejumlah senator moderat dari Partai Demokrat dilaporkan sepakat mendukung kesepakatan untuk membuka kembali pemerintahan.
Kondisi ini membuat Bank Sentral AS (Federal Reserve) terpaksa mengambil kebijakan moneter tanpa panduan data ekonomi terkini, karena publikasi data resmi tertunda selama shutdown.
Vasu Menon, Kepala Strategi Investasi di Oversea-Chinese Banking Corp mengatakan ketika risiko shutdown mulai mereda, perhatian investor biasanya beralih kembali ke arah kebijakan The Fed.
“Jika berakhirnya shutdown memungkinkan pemerintah merilis data ekonomi yang tertunda, The Fed bisa memiliki ruang untuk melonggarkan kebijakan lebih cepat apabila data menunjukkan perlambatan pertumbuhan," jelasnya.
Sejak mencetak rekor di atas US$4.380 per ounce pada pertengahan Oktober, harga emas telah terkoreksi sekitar 8%. Meski demikian, sepanjang tahun ini harga emas masih menguat lebih dari 50%, didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, ketegangan geopolitik, serta pembelian besar-besaran oleh bank sentral dan investor ritel.
Bank Sentral China, People’s Bank of China, yang menjadi salah satu pembeli utama emas, kembali menambah cadangan logam mulia tersebut untuk bulan ke-12 berturut-turut pada Oktober lalu. Sementara itu, arus masuk ke exchange traded funds berbasis emas juga tercatat positif dalam dua sesi terakhir.

