

Market Analysis
Nilai Tukar Rupiah terhadap Dolar AS Hari Ini Senin, 10 November 2025

Bisnis.com, JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diprediksi bergerak fluktuatif namun cenderung melemah pada hari ini, Senin, 10 November 2025. Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS diperkirakan ditutup melemah di rentang Rp16.690–Rp16.740 per dolar AS.
Dikutip dari Bloomberg, tekanan terhadap rupiah bersumber dari kekhawatiran mengenai defisit fiskal, arus keluar obligasi asing, serta kebijakan penurunan suku bunga Bank Indonesia.
Direktur Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi dalam keterangan tertulis menjelaskan, penguatan indeks dolar AS pada perdagangan rupiah pekan lalu ditopang oleh sejumlah faktor eksternal. Penutupan pemerintahan Amerika Serikat yang berkepanjangan menyebabkan pasar tidak memperoleh panduan resmi terkait data ekonomi penting, sehingga pelaku pasar mengandalkan survei sektor swasta sebagai rujukan.
Survei tersebut menunjukkan tanda-tanda pelemahan pasar tenaga kerja di AS. Kondisi ini mendorong ekspektasi bahwa Federal Reserve dapat melakukan pelonggaran suku bunga lebih cepat dari perkiraan sebelumnya.
Dari China, ekspor mencatat penurunan pada Oktober setelah melonjak tajam pada September 2025. Impor juga turun, menyebabkan penyusutan neraca perdagangan negara tersebut. Pelemahan kinerja perdagangan China dinilai memberi tekanan tersendiri terhadap sentimen pasar Asia.
Dari dalam negeri, perekonomian Indonesia tumbuh 5,04 persen pada kuartal III/2025, lebih lambat dari capaian sebelumnya. Ibrahim menilai, perlambatan ini semakin menantang upaya pemerintah mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 5,2 persen. Pemerintah memproyeksikan pertumbuhan ekonomi dapat mencapai 5,5 persen pada kuartal IV/2025. Namun, menurut Ibrahim, jika proyeksi tersebut tercapai, pertumbuhan ekonomi tahunan tetap berada di sekitar 5,13 persen.
“Meski simulasinya jauh lebih baik dibandingkan tahun lalu, tetapi secara tren pertumbuhan ekonomi kuartal IV di angka 5,5 persen apalagi 5,77 persen, sangat jarang bisa tercapai,” kata Ibrahim. Ia menambahkan, dalam sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan ekonomi kuartal IV tidak pernah menyentuh 5,5 persen, terlebih ketika dorongan perekonomian terutama berasal dari stimulus pemerintah tanpa dukungan momentum politik atau ekonomi berskala besar.
Sejalan dengan sentimen global dan domestik tersebut, Ibrahim memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif namun cenderung melemah ke kisaran Rp16.690–Rp16.740 per dolar AS pada perdagangan Senin (10/11/2025).
Di sisi lain, Bank Indonesia melaporkan cadangan devisa mencapai 149,9 miliar dollar AS pada akhir Oktober 2025, meningkat dari 148,7 miliar dollar AS pada bulan sebelumnya. Direktur Eksekutif Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso, menjelaskan bahwa peningkatan itu ditopang penerbitan global bond pemerintah serta penerimaan pajak dan jasa, di tengah kebijakan stabilisasi nilai tukar menghadapi ketidakpastian pasar keuangan global.
“Posisi cadangan devisa akhir Oktober 2025 setara dengan pembiayaan 6,2 bulan impor atau 6,0 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor,” jelas Denny.

