

Market Analysis
Harga Minyak Dunia Melemah, Lonjakan Stok AS Picu Kekhawatiran Pasokan

Bisnis.com, JAKARTA — Harga minyak dunia terpantau melemah akibat kekhawatiran kelebihan pasokan global, meski data menunjukkan permintaan bahan bakar Amerika Serikat masih kuat.
Melansir Reuters pada Kamis (6/11/2025), harga minyak mentah jenis Brent turun 79 sen atau 1,23% menjadi US$63,65 per barel. Sementara itu, harga minyak jenis West Texas Intermediate (WTI) melemah 81 sen atau 1,34% ke US$59,75 per barel.
Penurunan harga terjadi setelah data pemerintah AS menunjukkan peningkatan stok minyak mentah pada pekan lalu.
“Pemulihan impor dan aktivitas penyulingan yang masih rendah akibat perawatan musiman mendorong kenaikan stok minyak mentah AS,” ujar analis utama minyak kawasan Amerika di Kpler, Matt Smith.
Administrasi Informasi Energi AS (EIA) melaporkan stok minyak mentah naik 5,2 juta barel menjadi 421,2 juta barel pada pekan lalu. Angka ini jauh di atas perkiraan analis yang memperkirakan kenaikan sekitar 603.000 barel.
Namun demikian, penurunan signifikan pada stok bensin menahan pelemahan harga minyak lebih lanjut. Stok bensin AS turun 4,7 juta barel menjadi 206 juta barel, berbanding terbalik dengan ekspektasi analis yang memperkirakan penurunan hanya 1,1 juta barel.
Dari sisi kebijakan, rencana anggaran Perdana Menteri Kanada Mark Carney yang diumumkan Selasa (4/11/2025) memunculkan kekhawatiran baru terhadap potensi kelebihan pasokan. Dalam rencana tersebut, Kanada berpotensi mencabut batas emisi untuk sektor minyak dan gas, yang dapat mendorong peningkatan produksi.
“Kanada bisa saja menanggalkan strategi emisi yang kontroversial dan membuka keran produksi minyak lebih besar,” kata analis senior di Price Futures Group, Phil Flynn.
Sementara itu, Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan sekutunya atau OPEC+ pada Minggu lalu sepakat untuk meningkatkan produksi sebesar 137.000 barel per hari mulai Desember 2025, tetapi menunda kenaikan tambahan hingga kuartal I/2026.
Di sisi lain, produksi minyak mentah Kazakhstan (tidak termasuk kondensat gas) turun 10% pada Oktober 2025 menjadi 1,69 juta barel per hari, masih di atas kuota yang ditetapkan OPEC+, menurut sumber industri dan perhitungan Reuters.
Adapun pelabuhan Laut Hitam Rusia, Tuapse, menghentikan ekspor bahan bakar, dan kilang minyak di wilayah tersebut menangguhkan proses pengolahan setelah serangan drone Ukraina pada Minggu lalu yang menargetkan infrastruktur energi, berdasarkan sumber industri dan data pelacakan kapal LSEG.

