English
English
繁體中文
Tiếng Việt
ภาษาไทย
日本語
한국어
Bahasa Indonesia
Español
Português
Русский язык
اللغة العربية
zu-ZA
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Kinerja AWS Melesat, Saham Amazon Terbang 14% di Perdagangan After-Market

KONTAN · 9.3K Views

Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - Saham Amazon Inc melonjak hingga 14% dalam perdagangan after-market pada Kamis (30/10/2025) setelah unit bisnis komputasi awan miliknya, Amazon Web Services (AWS), mencatatkan pertumbuhan pendapatan tercepat dalam hampir tiga tahun terakhir.

Pertumbuhan tersebut membantu raksasa teknologi asal Seattle itu membukukan proyeksi penjualan kuartalan yang melampaui ekspektasi analis, sekaligus mengangkat kapitalisasi pasarnya sekitar US$330 miliar.

Jika reli berlanjut pada sesi perdagangan resmi Jumat ini, kenaikan itu akan menjadi lonjakan harian terbesar Amazon sejak 2015.

CEO Amazon Andy Jassy menyatakan, AWS kini tumbuh dengan kecepatan tertinggi sejak 2022 berkat lonjakan permintaan layanan kecerdasan buatan (AI) dan infrastruktur inti.

“Kami terus melihat permintaan yang kuat pada AI dan infrastruktur, dan kami berfokus untuk mempercepat kapasitas,” ujarnya.

CFO Amazon Brian Olsavsky menambahkan, belanja modal tahun penuh 2025 akan mencapai sekitar US$125 miliar, dan berpotensi meningkat tahun depan, terutama untuk proyek berbasis AI.

Hingga kuartal III-2025, Amazon telah merealisasikan US$89,9 miliar belanja modal.

Pendapatan AWS Naik 20%, Kalahkan Ekspektasi Pasar

Unit AWS mencatatkan kenaikan pendapatan sebesar 20% year on year (YoY) pada kuartal III-2025, melampaui perkiraan analis sebesar 17,95%.

Capaian ini terjadi meski pada pekan sebelumnya AWS sempat mengalami gangguan layanan yang meluas.

AWS kini berkontribusi sekitar 15% terhadap total pendapatan Amazon, namun menyumbang hampir 60% dari laba operasional perusahaan, menjadikannya mesin keuntungan utama.

Analis Zacks Investment Research Ethan Feller menilai laporan keuangan ini menandai kembalinya performa solid Amazon setelah periode underperformance.

“Fundamental Amazon tidak pernah benar-benar melemah,” ujarnya.