

Market Analysis
Harga emas Terkerek Ketidakpastian Dagang AS-China dan Langkah The Fed

Bisnis.com, JAKARTA — Harga emas menguat didorong oleh keputusan The Federal Reserve (The Fed) memangkas suku bunga acuannya serta berlanjutnya ketidakpastian terkait hasil kesepakatan dagang antara Amerika Serikat dan China.
Melansir Reuters pada Jumat (31/10/2025), harga emas di pasar spot naik 1,9% menjadi US$4.003,62 per troy ounce. Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember menguat 0,4% di posisi US$4.015,9 per troy ounce.
Presiden AS Donald Trump mengatakan pada Kamis (30/10) bahwa pihaknya akan menurunkan tarif impor terhadap China dari 57% menjadi 47% sebagai imbalan atas kesediaan China melanjutkan pembelian kedelai AS, ekspor logam tanah jarang, serta memperketat pengawasan terhadap perdagangan ilegal fentanyl.
“Awalnya emas sempat melemah, tetapi setelah detail kesepakatan AS-China dirilis dan pasar menyadari bahwa perjanjian itu cukup dangkal, optimisme terhadap berakhirnya perang dagang mulai memudar,” ujar Managing Partner CPM Group Jeffrey Christian, dikutip Reuters.
Pasar saham AS pun terkoreksi karena kekhawatiran bahwa gencatan dagang tersebut tidak akan bertahan lama.
Sementara itu, The Fed pada Rabu (29/10) memangkas suku bunga sesuai dengan ekspektasi pasar, namun mengindikasikan bahwa langkah tersebut kemungkinan menjadi pemangkasan terakhir tahun ini.
Bank sentral memperingatkan bahwa penutupan sebagian pemerintahan (government shutdown) berpotensi menghambat ketersediaan data ekonomi penting.
Emas cenderung diminati di tengah lingkungan suku bunga rendah karena sifatnya sebagai aset tanpa imbal hasil (non-yielding asset). Logam mulia ini juga biasanya menguat pada periode ketidakpastian ekonomi dan geopolitik.
Wells Fargo Investment Institute menaikkan proyeksi harga emas akhir tahun 2026 menjadi kisaran US$4.500–US$4.700 per ounce dari perkiraan sebelumnya di kisaran US$3.900–US$4.100 per ounce, dengan alasan ketidakpastian geopolitik dan kebijakan perdagangan global.
“Kami memperkirakan ketidakpastian tersebut akan terus mendukung permintaan emas baik dari sektor swasta maupun lembaga resmi, dan mendorong harga lebih tinggi,” tulis para analis Wells Fargo dalam catatan risetnya.
Di sisi lain, harga perak spot naik 2,7% menjadi US$48,81 per ounce, platinum menguat 1,2% ke US$1.604,38 per troy ounce, dan paladium melonjak 3,4% ke posisi US$1.447,08 per troy ounce.
