English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Kenapa Harga Emas Malah Turun Saat The Fed Pangkas Bunga?

Bloomberg Technoz · 756K Views

Bloomberg Technoz, Jakarta - Harga emas dunia kembali terkoreksi. Hasil rapat Bank Sentral Amerika Serikat (AS) Federal Reserve kini menjadi sentimen negatif terbaru bagi sang logam mulia.

Pada Rabu (29/10/2025), harga emas dunia di pasar spot ditutup di US$ 3.946,2/troy ons. Melemah 0,15% dibandingkan hari sebelumnya.

Harga emas kini genap turun empat hari beruntun. Dalam empat hari tersebut, harga berkurang 4,36% secara point-to-point.

Selama seminggu terakhir, harga emas jatuh 3,76%.

Harga Emas di Pasar Spot (Sumber: Bloomberg)

Sentimen negatif bagi harga emas kini datang dari hasil rapat Federal Reserve. Dini hari tadi waktu Indonesia, Gubernur Jerome ‘Jay’ Powell dan kolega sepakat untuk menurunkan suku bunga acuan sebanyak 25 basis poin (bps) menjadi 3,75-4%. 

Keputusan ini selaras dengan ekspektasi pasar. Emas adalah aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset). Saat suku bunga turun, memegang emas semestinya menjadi lebih menguntungkan.

Namun sepertinya pasar melihat ke depan, terkait potensi penurunan Federal Funds Rate lebih lanjut dalam rapat Desember. Soal ini, Powell belum bisa memberikan jawaban pasti.

“Dalam diskusi di Komite pada rapat kali ini, ada perbedaan pandangan yang kuat mengenai apa yang harus ditempuh pada Desember. Penurunan (suku bunga acuan) lebih lanjut pada Desember masih jauh dari kata sepakat,” tegas Powell dalam jumpa pers usai rapat, sebagaimana diwartakan Bloomberg News.

Belum jelasnya posisi The Fed untuk rapat Desember membuat keyakinan pasar memudar. Kegalauan ini yang kemudian membuat harga emas turun.

Akan tetapi, keyakinan terhadap emas tidak sepenuhnya luntur. Sejumlah pihak memperkirakan koreksi harga emas akhir-akhir ini adalah proses konsolidasi setelah reli panjang.

“Peran emas sebagai sarana lindung nilai (hedging) di tengah ketidakpastian masih tidak terbantahkan. Koreksi beberapa waktu ini adalah jalan konsolidasi,

“Jika kita berhasil melakukan konsolidasi di rentang harga US$ 3.920-4.020/troy ons, maka itu akan menjadi fondasi bagi kenakan lebih lanjut,” terang Christopher Wong, Currency Strategist di Oversea-China Banking Group Corp, seperti dinukil dari Bloomberg News.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana perkiraan gerak harga emas untuk hari ini, Kamis (30/10/2025)? Apakah mungkin akan terjadi koreksi lima hari beruntun?

Secara teknikal dengan perspektif harian (daily time frame), emas masih terjebak di zona bearish. Terbukti dengan Relative Strength Index (RSI) yang sebesar 47.

RSI di bawah 50 menunjukkan suatu aset sedang dalam posisi bearish. Namun RSI emas belum jauh dari 50 sehingga bisa dikatakan cenderung netral.

Semenara indikator Stochastic RSI sudah menyentuh 0. Paling rendah, sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan hari ini, harga emas berpeluang bangkit. Maklum, koreksinya sudah cukup dalam sehingga ada ruang untuk mencetak technical rebound.

Cermati pivot point di US$ 3.957/troy ons. Dari sini, harga emas kemungkinan bisa menguji resisten US$ 4.014/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5.

Resisten lanjutan ada di US$ 4.102/troy ons yang menjadi MA-10.

Kalau harga emas turun lagi, maka target support terdekat ada di US$ 3.906/troy ons. Penembusan di titik ini berisiko memangkas harga emas ke level US$ 3.898-3.859/troy ons.