

Market Analysis
Harga Emas Global Turun Lagi Jadi Rp2,11 Juta Per Gram

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas turun ke level terendah dalam tiga pekan seiring dengan optimisme terhadap kemajuan pembicaraan dagang AS–China dan ekspektasi keputusan suku bunga The Federal Reserve pekan ini.
Berdasarkan data Bloomberg pada Rabu (29/10/2025), harga emas di pasar spot turun 0,76% menjadi US$3.952,14 per troy ounce atau sekitar Rp2,11 juta per gram, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 6 Oktober.
Sementara itu, harga emas berjangka Comex AS melemah 0,9% menjadi US$3.983,10 per troy ounce.
Meskipun melemah, harga emas telah menguat lebih dari 51% sepanjang tahun ini berkat meningkatnya ketegangan geopolitik dan perdagangan global, serta ekspektasi penurunan suku bunga AS. Namun, penguatan tersebut mulai tertekan karena prospek perbaikan hubungan dagang antara dua ekonomi terbesar dunia.
“Ketegangan dagang AS–China mulai mereda, dengan kemungkinan tercapainya kesepakatan dagang setelah pertemuan puncak antara Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump pekan ini. Kondisi itu menjadi sentimen negatif bagi logam safe haven,” ujar Jim Wyckoff, analis senior Kitco Metals.
Pejabat tinggi dari AS dan China dikabarkan telah menuntaskan kerangka kesepakatan dagang yang akan dibahas oleh kedua presiden pada pertemuan Kamis mendatang.
Harapan meredanya tensi perdagangan memicu optimisme di pasar global. Indeks utama Wall Street dibuka di level tertinggi sepanjang masa pada Selasa.
Di sisi lain, investor menanti hasil rapat kebijakan The Fed yang berlangsung dua hari hingga Rabu. Bank sentral AS tersebut secara luas diperkirakan akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin.
Meski demikian, prospek harga emas masih beragam. Sejumlah analis memperkirakan potensi penguatan lanjutan, sementara sebagian lainnya lebih berhati-hati.
Dalam pertemuan tahunan London Bullion Market Association (LBMA), peserta memperkirakan harga emas dapat mencapai US$4.980 per troy ounce dalam 12 bulan mendatang. Namun, Citi dan Capital Economics justru menurunkan proyeksi harga emas pada awal pekan ini.
“Pasar sudah berada di level jenuh beli, sehingga wajar terjadi koreksi pekan ini,” tulis Bank of America dalam laporannya. Bank tersebut menambahkan bahwa harga emas mendekati level bearish proyeksi mereka di US$3.800 per troy ounce pada kuartal IV/2025.
Untuk logam mulia lainnya, harga perak spot naik tipis 0,7% menjadi US$47,21 per troy ounce setelah sempat menyentuh level terendah sejak 26 September. Harga platina stabil di US$1.589,87, sedangkan paladium melemah tipis 0,1% ke US$1.401,63 per troy ounce.
