English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Tensi Dagang AS-China Mencair, Harga Emas Jeblok di Bawah Rp2,13 Juta per Gram

Bisnis · 761.1K Views

Bisnis.com, JAKARTA - Harga emas jatuh di bawah level US$4.000 per troy ounce atau Rp2,13 juta per gram seiring dengan meredanya ketegangan dagang Amerika Serikat–China dan antisipasi keputusan suku bunga The Fed pekan ini.

Melansir Reuters pada Selasa (28/10/2025), harga emas di pasar spot turun 2,7% menjadi US$4.002,29 per troy ounce, setelah sempat menyentuh level terendah sejak 10 Oktober di posisi US$3.970,81 per troy ounce

Sementara itu, harga emas berjangka AS untuk pengiriman Desember terpantau melemah 2,9% ke level US$4.019,70 per troy ounce.

“Prospek tercapainya kesepakatan dagang AS–China membuat kebutuhan terhadap aset safe haven seperti emas menjadi lebih rendah,” ujar David Meger, Direktur Perdagangan Logam di High Ridge Futures.

Emas sempat menyentuh rekor tertinggi US$4.381,21 per troy ounce pada 20 Oktober, namun turun 3,2% sepanjang pekan lalu setelah muncul sinyal meredanya ketegangan antara dua ekonomi terbesar dunia tersebut. 

Negosiator dari kedua negara pada Minggu (26/10) telah menyepakati kerangka kesepakatan untuk menunda kenaikan tarif AS serta menangguhkan rencana China membatasi ekspor logam tanah jarang.

Presiden AS Donald Trump dan Presiden China Xi Jinping dijadwalkan bertemu pada Kamis (30/10/2025) untuk melanjutkan pembahasan kesepakatan dagang tersebut.

Selain faktor teknikal, penurunan harga emas juga dipicu oleh meredanya tensi dagang yang sebelumnya mendorong harga dari kisaran US$3.800 menjadi US$4.400 pada tiga pekan pertama Oktober, kata Jeffrey Christian, Managing Partner di CPM Group.

Sementara itu, pasar memperkirakan peluang sebesar 97% bahwa The Fed akan memangkas suku bunga sebesar 25 basis poin pada pertemuan Rabu (29/10).

Emas, yang tidak memberikan imbal hasil, biasanya berkinerja baik di lingkungan suku bunga rendah. Namun, meski sebagian analis memperkirakan harga emas masih berpotensi naik hingga mendekati US$5.000 per ons, sejumlah pihak menilai lonjakan besar baru-baru ini sulit dipertahankan.

Analis Capital Economics bahkan memangkas proyeksi harga emas menjadi US$3.500 per ons pada akhir 2026.

“Kenaikan harga sebesar 25% sejak Agustus jauh lebih sulit dijustifikasi dibandingkan dengan reli sebelumnya,” tulis lembaga riset tersebut.

Adapun harga perak spot turun 3,6% menjadi US$46,85 per ons, platinum melemah 0,4% ke US$1.592,03, dan paladium turun 1,8% ke US$1.402,98 per ons.