

Market Analysis
AS Tunda Kenaikan Tarif Meksiko, Negosiasi Dagang Dilanjutkan

Bisnis.com, JAKARTA - Amerika Serikat memperpanjang tenggat pembahasan kesepakatan dagang dengan Meksiko, setelah Presiden Claudia Sheinbaum dan Presiden AS Donald Trump sepakat memberi waktu tambahan untuk merampungkan negosiasi terkait hambatan perdagangan non-tarif.
Melansir Bloomberg pada Selasa (28/10/2025), Sheinbaum mengatakan dirinya dan Trump berbicara singkat pada Sabtu (25/10/2025) dan sepakat memperpanjang pembicaraan untuk memberi waktu lebih banyak dalam merampungkan kesepakatan terkait hambatan perdagangan non-tarif yang masih dalam pembahasan.
Trump sebelumnya menetapkan tenggat 1 November untuk menaikkan tarif barang-barang Meksiko yang berkaitan dengan fentanyl menjadi 30% dari sebelumnya 25%. Tarif ini berlaku bagi produk yang tidak tercakup dalam perjanjian dagang United States–Mexico–Canada Agreement (USMCA).
Namun, Sheinbaum menegaskan bahwa tidak ada kondisi, untuk saat ini, yang memungkinkan adanya penerapan tarif khusus pada 1 November, seraya menambahkan kedua pihak telah sangat dekat mencapai kesepakatan dan akan berbicara kembali dalam beberapa pekan mendatang. Gedung Putih belum memberikan tanggapan atas hal ini.
Pernyataan Sheinbaum langsung mendorong penguatan peso Meksiko hingga 0,5% terhadap dolar AS, mencapai level tertinggi sesi perdagangan hari itu.
“Komentar Sheinbaum yang menunjukkan kemajuan pembicaraan meningkatkan optimisme pasar terhadap posisi Meksiko yang relatif kuat dalam negosiasi perdagangan dengan AS, mengingat besarnya ketergantungan ekspor Meksiko pada pasar AS,” ujar Dan Pan, ekonom di Standard Chartered Bank.
Trump telah memberlakukan tarif terhadap berbagai produk impor dari Meksiko, termasuk baja, aluminium, dan kendaraan. Namun, dia juga menunjukkan kesediaan untuk bernegosiasi dengan menunda penerapan tarif yang lebih tinggi atau memberikan pengecualian untuk sejumlah produk. Langkah ini kerap dilakukan Trump setelah berkomunikasi langsung dengan Sheinbaum.
Situasi ini berbanding terbalik dengan hubungan AS dan Kanada. Trump pada Senin (27/10/2025) mengatakan tidak berencana bertemu Perdana Menteri Kanada Mark Carney dalam waktu dekat, meski Kanada menyatakan negosiasi untuk menurunkan tarif logam telah mendekati kesepakatan.
Trump sebelumnya menghentikan pembicaraan dagang dengan Kanada pekan lalu setelah muncul iklan televisi dari Provinsi Ontario yang mengkritik kebijakan tarifnya. Bahkan, ia berencana menaikkan pajak impor terhadap barang Kanada sebesar 10%, meski tanpa penjelasan detail lebih lanjut.
Sementara itu, Sheinbaum menekankan hubungan AS–Meksiko berjalan dengan baik, termasuk dalam isu sensitif seperti keamanan dan migrasi. Dia juga terus berupaya mempertahankan pendekatan diplomatis dan pragmatis, mengingat lebih dari 80% ekspor Meksiko ditujukan ke pasar AS.
Awal tahun ini, Sheinbaum mengajukan rencana ke Kongres Meksiko untuk mengenakan tarif hingga 50% terhadap produk dari negara yang tidak memiliki perjanjian dagang dengan Meksiko, terutama China. Namun, pembahasan usulan tersebut ditunda hingga November.
Menteri Ekonomi Meksiko Marcelo Ebrard menambahkan, meskipun menghadapi tekanan tarif, posisi Meksiko tetap lebih baik dibandingkan negara lain karena sebagian besar ekspornya bebas bea di bawah perjanjian USMCA.
Adapun Kanada menghadapi tarif dasar 35% dari AS, tetapi sebagian besar produknya juga bebas bea berkat keanggotaan dalam perjanjian yang sama.
Carney mengatakan pada Senin bahwa ia siap bertemu dengan Trump, sembari menambahkan bahwa kemajuan cukup signifikan telah dicapai di sektor baja, aluminium, dan energi.
“Dalam negosiasi yang rumit dan berisiko tinggi, selalu ada kemungkinan munculnya kejutan dan perubahan arah. Kuncinya adalah tetap tenang menghadapi situasi seperti itu,” ujarnya.

