English
Bahasa Indonesia
English
Sign In
Sign Up
0
Market AnalysisMarket Analysis

Market Analysis

Wall Street Pesta Pora, Apple Cs Memuncak dan Perang Dagang AS-China Mereda

Bisnis · 88.6K Views

Bisnis.com, JAKARTA — Bursa saham Amerika Serikat melanjutkan reli setelah laporan keuangan sejumlah emiten besar menunjukkan kinerja yang solid, sementara tensi perang dagang antara Washington dan Beijing mulai mereda. 

Saham teknologi memimpin penguatan, dengan Apple Inc. mencatat rekor tertinggi baru tahun ini, sementara Bitcoin melonjak dan imbal hasil obligasi pemerintah AS melemah.

Dikutip Bloomberg pada Selasa (21/10/2025), dari sekitar 85% perusahaan di indeks S&P 500 yang telah merilis laporan keuangan, sebagian besar berhasil melampaui ekspektasi laba analis, mendorong optimisme baru di pasar saham. 

“Kita melihat volatilitas musiman Oktober yang relatif ringan karena investor kembali menerapkan strategi buy the dip,” ujar analis di RGA Investments, Rick Gardner.

Dia menambahkan, kinerja sektor teknologi akan menjadi ujian utama berikutnya, terutama terkait profitabilitas dari investasi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Indeks S&P 500 naik 1%, sedangkan Apple menguat setelah Loop Capital menaikkan rekomendasi sahamnya menjadi buy berkat tren permintaan iPhone yang positif. Indeks saham berkapitalisasi besar teknologi meningkat 1,5%, dan Russell 2000 yang mewakili saham berkapitalisasi kecil bertambah 1,4%.

“Kombinasi prospek pertumbuhan dan laba yang membaik, kebijakan moneter yang mendukung, serta minat beli investor terhadap koreksi harga memberikan alasan untuk pandangan jangka menengah yang lebih positif,” ujar Jason Draho, Kepala Strategi di UBS Global Wealth Management.

Analis Oppenheimer Asset Management, John Stoltzfus, menyebut hasil kuat dari perusahaan besar AS menunjukkan ketahanan yang cukup untuk menjaga momentum reli pasar. 

Sementara itu, tim strategi JPMorgan Chase & Co. menilai momentum aktivitas ekonomi meningkat selama kuartal berjalan, membuka peluang kejutan positif dalam musim laporan laba kali ini.

“Kami memperkirakan akan tetap ada kejutan dan koreksi jangka pendek, tetapi investor sebaiknya fokus pada tren fundamental yang positif,” kata Doug Beath dari Wells Fargo Investment Institute.